-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Di Depan Pengusaha Jepang, JK Akui Birokrasi RI Masih Lelet

Muhammad Taufiqqurahman - detikfinance
//images.detik.com/content/2015/01/28/4/jkrumah.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla
Jakarta -Malam ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara Nikkei Forum. Di depan para hadirin, termasuk pengusaha Jepang, JK mengakui bahwa Indonesia masih memiliki kelemahan yaitu soal perizinan investasi.

"Kami menyadari bahwa kelemahan lain yaitu birokrasi dan perizinan yang panjang. Kami menyadari itu," tutur JK di acara yang berlangsung di Hotel Kempinsky, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Pemerintah, lanjut JK, terus berupaya memperbaiki kelemahan ini. Salah satunya dengan penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), di mana investor bisa mengurus izin dari berbagai kementerian/lembaga hanya di 1 lokasi yaitu kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Presiden telah membuka sistem PTSP, membuka kesempatan izin lebih mudah. Dibutuhkan sistem yang baik, partisipasi yang baik," katanya.

PTSP, tambah JK, akan membantu pemerintah mencapai target-target pembangunan misalnya pembangkit listrik 35.000 MW. Menurut JK, pembangkit listrik 35.000 MW membutuhkan dana US$ 45 miliar atau Rp 540 triliun.


"Kami yakin kesempatan investasi lebih baik dari sebelumnya. Karena bagaimanapun ekonomi Indonesia tahun lalu tumbuh 5,2% saat situasi sulit, birokrasi panjang. Tahun ini saya yakin akan tumbuh mendekati 6% karena banyak perubahan baik yang akan dan sedang dilakukan," jelas JK.

(hds/dnl)
Labels: JK

Thanks for reading Di Depan Pengusaha Jepang, JK Akui Birokrasi RI Masih Lelet. Please share...!

0 Komentar untuk "Di Depan Pengusaha Jepang, JK Akui Birokrasi RI Masih Lelet"

Back To Top