Ayunda W Savitri - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut pihaknya sudah berkirim surat kepada Mendagri Tjahjo Kumolo untuk melakukan pertemuan. Pihaknya ingin segera menyelesaikan masalah APBD yang terlanjur karut-marut ini.
"Saya sudah sampaikan itu ke Pak Mendagri. Saya sudah minta waktu Pak Mendagri untuk ketemu. Sudah dikirim suratnya," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (24/2/2015).
"Kita sudah kirim surat kemarin untuk jelasin masalahnya apa. Ini kan masalah yang sudah berlarut-larut saja," lanjutnya.
Dia mengatakan semua kekurangan dokumen yang kurang sudah dilengkapi. Baginya sudah tidak ada masalah lagi yang perlu diributkan, namun DPRD dianggapnya mencari-cari 'masalah'.
Disebutnya, oknum di legislatif ada saja yang nekat memotong 10-15 persen dari anggaran yang telah disepakati dengan eksekutif. Kemudian mereka memasukkan versinya untuk dikirim ke Kemendagri.
"Selain itu kan persoalannya apa. Anggota DPRD ini Wakil Ketua Komisi kan meng-crop 10-15 persen dari anggaran yang sudah kita susun. Lalu mereka masukkan yang versinya dia, itu sampai Rp 12,1 triliun. Nah bagaimana bisa?," kata Ahok.
"Saya tanya sama lurah saya, apa betul anda mau membeli UPS seharga Rp 4,2 miliar. Lurah-lurah mengatakan kami nggak pernah masukin barang itu pak. Berarti kan barang yang ditemukan BPKP dulu ini barang siluman, tiba-tiba muncul. Seluruh kota Jakarta Barat, tiap lurah, camat, diberikan UPS Rp 4,2 miliar. Masuk akal nggak?" tanyanya.
Karena itulah Pemprov mengirimkan dokumen APBD versi e-budgeting lantaran merasa aneh dengan ajuan 'dana siluman' sebesar Rp 12,1 triliun. Sebelumnya Ahok juga menyebut dalam APBD 2015 muncul 'dana siluman' yang diajukan DPRD sebesar Rp 8,8 triliun.
Nah, rupanya hal ini memicu kekesalan dewan hingga menimbulkan kekisruhan.
(aws/dnu)
"Saya sudah sampaikan itu ke Pak Mendagri. Saya sudah minta waktu Pak Mendagri untuk ketemu. Sudah dikirim suratnya," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (24/2/2015).
"Kita sudah kirim surat kemarin untuk jelasin masalahnya apa. Ini kan masalah yang sudah berlarut-larut saja," lanjutnya.
Dia mengatakan semua kekurangan dokumen yang kurang sudah dilengkapi. Baginya sudah tidak ada masalah lagi yang perlu diributkan, namun DPRD dianggapnya mencari-cari 'masalah'.
Disebutnya, oknum di legislatif ada saja yang nekat memotong 10-15 persen dari anggaran yang telah disepakati dengan eksekutif. Kemudian mereka memasukkan versinya untuk dikirim ke Kemendagri.
"Selain itu kan persoalannya apa. Anggota DPRD ini Wakil Ketua Komisi kan meng-crop 10-15 persen dari anggaran yang sudah kita susun. Lalu mereka masukkan yang versinya dia, itu sampai Rp 12,1 triliun. Nah bagaimana bisa?," kata Ahok.
"Saya tanya sama lurah saya, apa betul anda mau membeli UPS seharga Rp 4,2 miliar. Lurah-lurah mengatakan kami nggak pernah masukin barang itu pak. Berarti kan barang yang ditemukan BPKP dulu ini barang siluman, tiba-tiba muncul. Seluruh kota Jakarta Barat, tiap lurah, camat, diberikan UPS Rp 4,2 miliar. Masuk akal nggak?" tanyanya.
Karena itulah Pemprov mengirimkan dokumen APBD versi e-budgeting lantaran merasa aneh dengan ajuan 'dana siluman' sebesar Rp 12,1 triliun. Sebelumnya Ahok juga menyebut dalam APBD 2015 muncul 'dana siluman' yang diajukan DPRD sebesar Rp 8,8 triliun.
Nah, rupanya hal ini memicu kekesalan dewan hingga menimbulkan kekisruhan.
(aws/dnu)
Labels:
DKI Jakarta
Thanks for reading Ahok Surati Mendagri Minta Bertemu Bahas APBD . Please share...!

0 Komentar untuk "Ahok Surati Mendagri Minta Bertemu Bahas APBD "