Tya Eka Yulianti - detikNews
Cimahi - Soeparmin Atmoaji (76), mantan anggota polisi ini tak menyesali hidupnya yang serba kekurangan. Ia mengaku bangga pernah menjadi polisi dan mengabdi untuk negara. Ia menyatakan menjalankan tugas dan amanah sebagai polisi dengan baik. Meski ada rekan-rekannya yang nakal, ia tak mau ikut-ikutan.
"Dulu ya kalo gajinya segitu ya segitu aja. Secukup-cukupnya. Hidup sederhana. Saya ga mau nakal-nakal," ujar Soeparmin saat ditemui di rumahnya di Kampung Cikendal, RT 04 RW 05 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (23/3/2015).
Ia mengakui ada rekan-rekannya sesama polisi yang kerap mencari uang tambahan dengan cara nakal seperti meminta uang untuk pengurusan laporan atau kasus, serta dari penertiban lalu lintas.
"Saya enggak mau kaya gitu. Malu. Ga bisa saya, saya punya harga diri," katanya.
Soeparmin mengatakan, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Karena itu ia tak mau memalukan institusinya dan mengecewakan masyarakat.
"Saya enggak mau mengecewakan," tutur Soeparmin.
Dalam kondisi keterbatasan saat ini, Soeparmin menyatakan tak mau meminta-minta bantuan kesana kemari. Ia pasrah dan menerima kondisinya. Meski ia mengatakan tak menampik jika ada yang mau membantu.
"Kalau ada yang mau bantu ya saya terima dengan senang hati. Tapi saya enggak mau minta-minta ngarep-ngarep," katanya.
Soeparmin dan istrinya sudah 2 tahun tinggal di Cimahi. Sebelumnya, mereka tinggal di Garut. Rumah di Garut dijual untuk membeli rumah di Cimahi agar dekat dengan anak cucu. Pasutri itu sudah tak bisa bekerja, hanya mengandalkan uang pensiun yang sebagian besar di antaranya habis untuk menutup utang.
(tya/try)
Soeparmin dan istrinya di rumah (Foto: Tya Eka Y/detikcom)
"Dulu ya kalo gajinya segitu ya segitu aja. Secukup-cukupnya. Hidup sederhana. Saya ga mau nakal-nakal," ujar Soeparmin saat ditemui di rumahnya di Kampung Cikendal, RT 04 RW 05 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (23/3/2015).
Ia mengakui ada rekan-rekannya sesama polisi yang kerap mencari uang tambahan dengan cara nakal seperti meminta uang untuk pengurusan laporan atau kasus, serta dari penertiban lalu lintas.
"Saya enggak mau kaya gitu. Malu. Ga bisa saya, saya punya harga diri," katanya.
Soeparmin mengatakan, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Karena itu ia tak mau memalukan institusinya dan mengecewakan masyarakat.
"Saya enggak mau mengecewakan," tutur Soeparmin.
Dalam kondisi keterbatasan saat ini, Soeparmin menyatakan tak mau meminta-minta bantuan kesana kemari. Ia pasrah dan menerima kondisinya. Meski ia mengatakan tak menampik jika ada yang mau membantu.
"Kalau ada yang mau bantu ya saya terima dengan senang hati. Tapi saya enggak mau minta-minta ngarep-ngarep," katanya.
Soeparmin dan istrinya sudah 2 tahun tinggal di Cimahi. Sebelumnya, mereka tinggal di Garut. Rumah di Garut dijual untuk membeli rumah di Cimahi agar dekat dengan anak cucu. Pasutri itu sudah tak bisa bekerja, hanya mengandalkan uang pensiun yang sebagian besar di antaranya habis untuk menutup utang.
(tya/try)

0 Komentar untuk "Emoh Jadi Polisi Nakal, Soeparmin: Saya Nggak Mau Mengecewakan Masyarakat "