Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Pemerintah Norwegia menawarkan hibah sebesar USD 1 miliar untuk program Reducing Greenhouse Gas Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+). Setelah mandeg selama lima tahun, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan akan merealisasikan kerja sama tersebut.
"Ini lah kita mau realisasikan segera, karena ini sudah lima tahun ini tidak bergerak, jadi saya sudah lakukan dubesnya untuk para menteri yang akan datang bulan depan kita akan launching itu," ujar JK di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).
Selama ini, program REDD+ terkendala karena kurangnya perencanaan dan sistem administrasi yang kurang bagus. JK berjanji akan segera memperbaiki permasalahan tersebut.
Program pemerintah di bidang lingkungan hidup cukup jelas yaitu menghijaukan kembali hutan-hutan Indonesia yang telah gundul. "Harus kita harus tanami lagi, itu aja tidak ada cara lain," ucapnya.
"Kenyataannya di lapangan banyak hutan atau daerah yang gundul sama sekali yang dulunya hutan, caranya dua, moratorium kedua menanam kembali atau penghijauan/reboisasi," tambah JK.
Terkait wacana ekspor kayu buoat sebesar 20 persen dari produksi nasional, JK mengatakan wacana tersebut tidak akan diterima oleh pemerintah. Alasannya sejak tahun 1990-an, pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan ekspor kayu bulat.
"Yang terakhir itu yang punya hutan yang memungkinkan itu di Papua, itu pun dengan jumlah yang terbatas, tapi itu pun setelah diolah, tidak boleh bulat-bulat," tutup mantan Ketum Golkar itu.
(fiq/ear)
"Ini lah kita mau realisasikan segera, karena ini sudah lima tahun ini tidak bergerak, jadi saya sudah lakukan dubesnya untuk para menteri yang akan datang bulan depan kita akan launching itu," ujar JK di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2015).
Selama ini, program REDD+ terkendala karena kurangnya perencanaan dan sistem administrasi yang kurang bagus. JK berjanji akan segera memperbaiki permasalahan tersebut.
Program pemerintah di bidang lingkungan hidup cukup jelas yaitu menghijaukan kembali hutan-hutan Indonesia yang telah gundul. "Harus kita harus tanami lagi, itu aja tidak ada cara lain," ucapnya.
"Kenyataannya di lapangan banyak hutan atau daerah yang gundul sama sekali yang dulunya hutan, caranya dua, moratorium kedua menanam kembali atau penghijauan/reboisasi," tambah JK.
Terkait wacana ekspor kayu buoat sebesar 20 persen dari produksi nasional, JK mengatakan wacana tersebut tidak akan diterima oleh pemerintah. Alasannya sejak tahun 1990-an, pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan pelarangan ekspor kayu bulat.
"Yang terakhir itu yang punya hutan yang memungkinkan itu di Papua, itu pun dengan jumlah yang terbatas, tapi itu pun setelah diolah, tidak boleh bulat-bulat," tutup mantan Ketum Golkar itu.
(fiq/ear)

0 Komentar untuk "JK akan Realisasikan Kerja Sama REDD+ dengan Norwegia "