Indah Mutiara Kami - detikNews
Jakarta - Megawati Soekarnoputri
sudah dipastikan menjabat kembali sebagai Ketum PDIP dalam gelaran
Kongres PDIP di Bali bulan April 2015. Yang menjadi pertanyaan, siapa
pengisi posisi Sekjen?
Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Sekjen PDIP adalah Puan Maharani yang merupakan putri Megawati. Tetapi, kombinasi Ketum dan Sekjen dari trah Soekarno justru tidak direkomendasikan bagi partai berlambang banteng moncong putih ini.
Poltracking Indonesia merilis Survei Pakar & Opinion Leaders Seri II 'Menyongsong Kongres PDI Perjuangan: Regenerasi atau Degenerasi?' Sebanyak 200 pakar ditanya tentang kombinasi Ketua Umum dan Sekjen yang sesuai dengan PDIP ke depan.
"Berkaitan dengan kombinasi kepemimpinan ketum dan sekjen yang sesuai dengan kepemimpinan PDIP ke depan, para pakar menilai bahwa kombinasi trah Soekarno dinilai tidak tepat atau relevan untuk kepemimpinan partai ke depan yaitu sebesar 0%," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2015).
Survei ini menggunakan metode uji kelayakan figur melalui 3 tingkatan penyaringan yaitu meta analisis (analisis pemberitaan media, hasil survei, dan dokumentasi studi yang relevan), focus group discussion, serta penilaian kapabilitas dan akseptabilitas oleh pakar dan opinion leaders. Survei diselenggarakan pada Desember 2014-Januari 2015.
"Justru yang menempati kombinasi variabel ideal ketika Ketum dan Sekjen PDIP dipimpin oleh kader atau fungsionaris PDIP," lanjut Hanta.
Berikut adalah penilaian para pakar tentang kombinasi Ketum-Sekjen yang sesuai untuk PDIP ke depan:
Trah Soekarno - Trah Soekarno: 0%
Trah Soekarno - Kader/Fungsionaris PDIP: 11,76%
Kader/Fungsionaris PDIP - Trah Soekarno: 18,38%
Kader/Fungsionaris PDIP - Kader Fungsionaris PDIP: 69,86%
(imk/nrl)
Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Sekjen PDIP adalah Puan Maharani yang merupakan putri Megawati. Tetapi, kombinasi Ketum dan Sekjen dari trah Soekarno justru tidak direkomendasikan bagi partai berlambang banteng moncong putih ini.
Poltracking Indonesia merilis Survei Pakar & Opinion Leaders Seri II 'Menyongsong Kongres PDI Perjuangan: Regenerasi atau Degenerasi?' Sebanyak 200 pakar ditanya tentang kombinasi Ketua Umum dan Sekjen yang sesuai dengan PDIP ke depan.
"Berkaitan dengan kombinasi kepemimpinan ketum dan sekjen yang sesuai dengan kepemimpinan PDIP ke depan, para pakar menilai bahwa kombinasi trah Soekarno dinilai tidak tepat atau relevan untuk kepemimpinan partai ke depan yaitu sebesar 0%," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2015).
Survei ini menggunakan metode uji kelayakan figur melalui 3 tingkatan penyaringan yaitu meta analisis (analisis pemberitaan media, hasil survei, dan dokumentasi studi yang relevan), focus group discussion, serta penilaian kapabilitas dan akseptabilitas oleh pakar dan opinion leaders. Survei diselenggarakan pada Desember 2014-Januari 2015.
"Justru yang menempati kombinasi variabel ideal ketika Ketum dan Sekjen PDIP dipimpin oleh kader atau fungsionaris PDIP," lanjut Hanta.
Berikut adalah penilaian para pakar tentang kombinasi Ketum-Sekjen yang sesuai untuk PDIP ke depan:
Trah Soekarno - Trah Soekarno: 0%
Trah Soekarno - Kader/Fungsionaris PDIP: 11,76%
Kader/Fungsionaris PDIP - Trah Soekarno: 18,38%
Kader/Fungsionaris PDIP - Kader Fungsionaris PDIP: 69,86%
(imk/nrl)

0 Komentar untuk "Kombinasi Ketum-Sekjen PDIP dari Trah Soekarno Dinilai Paling Tidak Tepat "