Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Monumen Dasasila Bandung
yang berada di Simpang Lima dipindahkan ke samping Gedung Merdeka Minggu
(29/3/2015). Pemindahan dilakukan dalam rangka peringatan 60 tahun
Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan digelar di Kota Bandung, 24 April
mendatang.
Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya, pemindahan dilakukan sejak siang tadi. "Nantinya kan dipasang di antara Gedung Merdeka dan Gedung PLN. Di atas Sungai Cikapundung. Tapi sementara ini akan disimpan dulu di pinggir jalan," kata Arief, disela pemindahan, Minggu (29/3/2015).
Monumen yang terbuat dari marmer seberat 12 ton itu dipotong dari tempat asalnya yakni ditengah jalan antar Jalan Asia-Afrika- Gatot Subroto-Karapitan-Sunda-Ahmad Yani. Monumen itu dipindahkan ke tempat barunya di Jalan Cikapundung Timur, atau di antara Gedung Merdeka dan Gedung PT PLN Distribusi Jabar-Banten.
Menurut Arief, alasan monumen karya seniman Sunaryo yang dibuat tahun 1984 itu dipindahkan karena dalam rangka digelarnya KAA di Bandung.
(Foto: Avitia Nurmatari/detikcom)
Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya, pemindahan dilakukan sejak siang tadi. "Nantinya kan dipasang di antara Gedung Merdeka dan Gedung PLN. Di atas Sungai Cikapundung. Tapi sementara ini akan disimpan dulu di pinggir jalan," kata Arief, disela pemindahan, Minggu (29/3/2015).
Monumen yang terbuat dari marmer seberat 12 ton itu dipotong dari tempat asalnya yakni ditengah jalan antar Jalan Asia-Afrika- Gatot Subroto-Karapitan-Sunda-Ahmad Yani. Monumen itu dipindahkan ke tempat barunya di Jalan Cikapundung Timur, atau di antara Gedung Merdeka dan Gedung PT PLN Distribusi Jabar-Banten.
Menurut Arief, alasan monumen karya seniman Sunaryo yang dibuat tahun 1984 itu dipindahkan karena dalam rangka digelarnya KAA di Bandung.
Untuk mempercantik monumen tersebut, kata Arief, pihaknya juga akan memasang aksara Sunda.
"Kita sudah ngobrol sama Pak Sunaryo selaku pembuat monumen ini. Beliau memperbolehkan tugu dipindah. Tapi nanti beliau akan menambahkan ornamen hanacaraka diatasnya," terang Arief.
Soal anggaran pemindahan monumen itu, menurut Arief kucuran dananya dari APBN sehingga pihaknya tidak mengetahui detil nominalnya.
"Kota Bandung hanya mengusulkan. Tapi pemerintah merespons dengan cepat dan memberi dana dari APBN. Ini pekerjaannya juga dari Kementerian PU," kata Arief.
Monumen Dasasila Bandung dibuat oleh seniman Sunaryo pada tahun 1984. Monumen tersebut memiliki konsep Bandung sebagai kota kembang, kota budaya, dan kota KAA. Lima putik pada bagian atasnya merujuk pada nama negara pemrakarsa, sementara sepuluh susun kelopak mengartikan sepuluh keputusan penting konferensi. Keseluruhan monumen itu berbentuk bunga untuk menegaskan citra Kota Bandung sebagai kota kembang dan kota budaya.
Dasasila Bandung adalah sepuluh poin hasil pertemuan KAA yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung. Pernyataan ini berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
(avi/try)
"Kita sudah ngobrol sama Pak Sunaryo selaku pembuat monumen ini. Beliau memperbolehkan tugu dipindah. Tapi nanti beliau akan menambahkan ornamen hanacaraka diatasnya," terang Arief.
Soal anggaran pemindahan monumen itu, menurut Arief kucuran dananya dari APBN sehingga pihaknya tidak mengetahui detil nominalnya.
"Kota Bandung hanya mengusulkan. Tapi pemerintah merespons dengan cepat dan memberi dana dari APBN. Ini pekerjaannya juga dari Kementerian PU," kata Arief.
Monumen Dasasila Bandung dibuat oleh seniman Sunaryo pada tahun 1984. Monumen tersebut memiliki konsep Bandung sebagai kota kembang, kota budaya, dan kota KAA. Lima putik pada bagian atasnya merujuk pada nama negara pemrakarsa, sementara sepuluh susun kelopak mengartikan sepuluh keputusan penting konferensi. Keseluruhan monumen itu berbentuk bunga untuk menegaskan citra Kota Bandung sebagai kota kembang dan kota budaya.
Dasasila Bandung adalah sepuluh poin hasil pertemuan KAA yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung. Pernyataan ini berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
(avi/try)
Labels:
Bandung
Thanks for reading Monumen Dasasila Bandung Dipindahkan ke Dekat Gedung Merdeka . Please share...!

0 Komentar untuk "Monumen Dasasila Bandung Dipindahkan ke Dekat Gedung Merdeka "