Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago mengatakan, ada banyak kajian yang dilakukan dalam pembangunan pelabuhan tersebut, beberapa di antaranya adalah dampak terhadap lingkungan, dan persoalan sosial.
"Dalam kajian itu banyak aspek, lingkungan, perumahan, sosial, banyak aspeknya. Itu sudah ada dalam kajian rekomendasi itu," kata Andrinof ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
Dua hari lalu Andriof telah mengeluarkan surat rekomendasi dari hasil kajian-kajian yang dilakukan Bappenas. Diharapkan kajian tersebut dapat menghasilkan keputusan yang bersifat win-win solution.
"Sudah disampaikan dua hari lalu. Tugas kita adalah menyiapkan kajian dan opsi-opsi," katanya.
Namun, Andrinof tidak menyebut secara rinci bagaimana nasib proyek tersebut, cenderung dibangun atau tidak.
Meski begitu, saat ditanya mengenai protes Pertamina jika pelabuhan ini jadi dibangun karena dapat menganggu anjungan-anjungan minyak dan menyebabkan kerugian triliunan rupiah bagi BUMN tersebut, Andrinof menjawab enteng.
"Kalau cuma itu kan mudah, tinggal digeser itu (pelabuhan) dua atau tiga kilometer. (Tapi) belum bisa disimpulkan, lihat faktor lainnya. Seperti dampak konversi lahan subur," kata dia.
Seperti diketahui, Pertamina menyatakan di area pantai yang menjadi alur kapal Pelabuhan Cilamaya terdapat jaringan pipa blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dikelola oleh Pertamina.
Jaringan dan sumur gas berpotensi besar terganggu jika Pelabuhan Cilamaya dibangun. Setidaknya terdapat pipa sepanjang 1.700 km yang terkoneksi. Jika terganggu sedikit saja maka semua jaringan kena imbasnya.
Pertamina mengklaim aktivitas ekonomi dan ekplorasi migas di area Blok ONWJ mencapai Rp 21 triliun/tahun. Aktivitas migas di area tersebut masih berlangsung hingga 25 tahun ke depan.
(zul/ang)
Labels:
Pelabuhan Cilamaya
Thanks for reading Pelabuhan Cilamaya Ganggu Pipa Pertamina, Andrinof: Tinggal Digeser Saja. Please share...!

0 Komentar untuk "Pelabuhan Cilamaya Ganggu Pipa Pertamina, Andrinof: Tinggal Digeser Saja"