Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Pelari lintas alam ekstrem asal Bogor, Hendra Wijaya, berhasil menjadi finisher dalam lomba trail marathon di Kutub Utara sejauh 566 kilometer. Ia menyelesaikan finish selama kira-kira 8 hari.
Sebagai seorang muslim, Hendra mencoba tidak melupakan kewajibannya untuk melaksanakan salat 5 waktu sepanjang lomba itu. Medan yang sulit membuatnya harus pintar-pintar mengakali agar ibadah dan lomba tetap berjalan.
"Kita kan nggak boleh buka ini ya (sarung tangan), jadi mau nggak mau tayamum saja. Semua apa yang ada, saya tempelin tangan saya di situ," tutur Hendra, Senin (27/4/2015).
Tayamum adalah bentuk menyucikan diri semacam berwudhu, hanya saja tidak memakai air. Setelah itu dia akan melaksanakan salat dengan duduk atau berdiri.
"Kalau waktunya ya tahu, tapi biasanya saya jamak (digabung)," ujar pria yang mempunyai usaha garmen itu.
Ketebalan es di kawasan lomba tersebut rata-rata 1,5 kilometer dengan suhu bisa mencapai -32 derajat celcius. Biasanya setiap pagi akan dilakukan pembersihan salju dengan alat berat. Tapi salju datang setiap saat.
Hendra juga mau tidak mau melakukan kegiatan lain seperti buang hajat di atas salju. Panitia tetap menyediakan check point meskipun jaraknya cukup jauh.
(rna/ndr)
Sebagai seorang muslim, Hendra mencoba tidak melupakan kewajibannya untuk melaksanakan salat 5 waktu sepanjang lomba itu. Medan yang sulit membuatnya harus pintar-pintar mengakali agar ibadah dan lomba tetap berjalan.
"Kita kan nggak boleh buka ini ya (sarung tangan), jadi mau nggak mau tayamum saja. Semua apa yang ada, saya tempelin tangan saya di situ," tutur Hendra, Senin (27/4/2015).
Tayamum adalah bentuk menyucikan diri semacam berwudhu, hanya saja tidak memakai air. Setelah itu dia akan melaksanakan salat dengan duduk atau berdiri.
"Kalau waktunya ya tahu, tapi biasanya saya jamak (digabung)," ujar pria yang mempunyai usaha garmen itu.
Ketebalan es di kawasan lomba tersebut rata-rata 1,5 kilometer dengan suhu bisa mencapai -32 derajat celcius. Biasanya setiap pagi akan dilakukan pembersihan salju dengan alat berat. Tapi salju datang setiap saat.
Hendra juga mau tidak mau melakukan kegiatan lain seperti buang hajat di atas salju. Panitia tetap menyediakan check point meskipun jaraknya cukup jauh.
(rna/ndr)
Labels:
Cerita,
Hendra Wijaya,
Kutub Utara,
Maraton 566 Km di Kutub Utara,
Tetap Salat di Sela Lomba Lari
Thanks for reading Cerita Hendra Wijaya Tetap Salat di Sela Lomba Lari Maraton 566 Km di Kutub Utara . Please share...!

0 Komentar untuk "Cerita Hendra Wijaya Tetap Salat di Sela Lomba Lari Maraton 566 Km di Kutub Utara "