Senin, 04/05/2015 16:29 WIB
PLTB di Samas ini ditargetkan rampung pada 2018, dan akan menjadi PLTB yang terbesar yang dimiliki Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, proyek ini dikembangkan melalui joint venture PT Binatek Energi Terbarukan dan UPC Renewables, perusahaan asal Amerika Serikat (AS).
"Ini konsorsium UPC dan Binatek," kata Rida, ditemui di sela Peluncuran Proyek 35.000 MW untuk Indonesia, di Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta.
Rida mengungkapkan, proyek PLTB memakan investasi US$ 134 juta dengan memasang sekitar 33 trubin angin. Turbin angin ini tingginya mencapai 120 meter-180 meter, dengan lebar kincir anginnya 15 x 20 meter. Sebanyak 75% dari investasi akan didapat dari pinjaman luar negeri.
"Satu turbin menghasilkan listrik 2 MW atau 2 juta watt," katanya.
Menteri ESDM Sudirman Said menyebut, proyek ini seperti 'perkebunan angin', karena ketika selesai akan berjejer rapi turbin-turbin angin yang di bawahnya ada perkebunan dan persawahan.
"Ini seperti 'perkebunan angin' di bawahnya ada sawah dan kebun yang hijau, akan jadi daerah wisata juga. Bahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta bisa dikembangkan hingga 400 MW," tutup Sudirman.
(rrd/dnl)
Labels:
'Kebun Angin',
Investor,
Investor Asal AS,
Proyek Listrik Besar-besaran Jokowi
Thanks for reading 'Kebun Angin' Terbesar RI Berkapasitas 50 MW dibangun Investor Asal AS. Please share...!

0 Komentar untuk "'Kebun Angin' Terbesar RI Berkapasitas 50 MW dibangun Investor Asal AS"