Agus Setyadi - detikNews
Banda Aceh - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi tiga rumah warga miskin di Lamseupeng, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Dari tiga keluarga yang dikunjungi tersebut, belum satupun yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Pantauan detikcom, Mensos bersama rombongan mengunjungi tiga rumah warga miskin. Ia sempat bertanya-tanya tentang kondisi keluarga miskin tersebut. Saat datang ke rumah kayu milik Agus Salim, Khofifah bertanya soal penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).
Agus Salim menjelaskan bahwa ia sudah menerima kedua kartu tersebut. Agus Salim juga mengungkapkan ia menerima Beras Miskin (Raskin) sebanyak 15 Kilogram yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Namun saat Mensos bertanya tentang Kartu Indonesia Pintar, Agus mengaku belum menerima.
"Penerima KKH agar segera mendaftar KPS supaya mendapatkan KIP," kata Khofifah di depan keluarga Agus, Jumat (29/5/2015).
Dalam kunjungan tersebut, Mensos juga memberikan paket sembako kepada tiga keluarga yang dikunjungi. Menurut Khofifah, dari tiga keluarga yang dikunjungi belum satupun di antara mereka yang menerima Kartu Indonesia Pintar.
Menurut Khofifah, KIP ini berlaku untuk pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Untuk SD mendapat bantuan sebesar Rp 450 ribu pertahun, SMP sebanyak Rp 750 ribu pertahun dan SMA sebesar Rp 1 juta pertahun.
"Dari tiga keluarga ini mereka belum terinformasikan KIP dan yang dulu pun mereka belum terima, oleh karena itu kita membutuhkan kembali penyisiran data penerima KIP," jelas Khofifah.
Kementerian Sosial, kata Khofifah, akan melakukan penyisiran data kembali agar 25 persen anak-anak keluarga miskin di Indonesia menerima KIP.
"Anak-anak keluarga miskin harus kita pastikan agar menerima KIP. Supaya anak-anak pada Juli masuk sekolah termotivasi karena dukungan alat-alat untuk sekolah telah disiapkan oleh pemerintah," ungkapnya.
(imk/imk)
Pantauan detikcom, Mensos bersama rombongan mengunjungi tiga rumah warga miskin. Ia sempat bertanya-tanya tentang kondisi keluarga miskin tersebut. Saat datang ke rumah kayu milik Agus Salim, Khofifah bertanya soal penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).
Agus Salim menjelaskan bahwa ia sudah menerima kedua kartu tersebut. Agus Salim juga mengungkapkan ia menerima Beras Miskin (Raskin) sebanyak 15 Kilogram yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Namun saat Mensos bertanya tentang Kartu Indonesia Pintar, Agus mengaku belum menerima.
"Penerima KKH agar segera mendaftar KPS supaya mendapatkan KIP," kata Khofifah di depan keluarga Agus, Jumat (29/5/2015).
Dalam kunjungan tersebut, Mensos juga memberikan paket sembako kepada tiga keluarga yang dikunjungi. Menurut Khofifah, dari tiga keluarga yang dikunjungi belum satupun di antara mereka yang menerima Kartu Indonesia Pintar.
Menurut Khofifah, KIP ini berlaku untuk pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Untuk SD mendapat bantuan sebesar Rp 450 ribu pertahun, SMP sebanyak Rp 750 ribu pertahun dan SMA sebesar Rp 1 juta pertahun.
"Dari tiga keluarga ini mereka belum terinformasikan KIP dan yang dulu pun mereka belum terima, oleh karena itu kita membutuhkan kembali penyisiran data penerima KIP," jelas Khofifah.
Kementerian Sosial, kata Khofifah, akan melakukan penyisiran data kembali agar 25 persen anak-anak keluarga miskin di Indonesia menerima KIP.
"Anak-anak keluarga miskin harus kita pastikan agar menerima KIP. Supaya anak-anak pada Juli masuk sekolah termotivasi karena dukungan alat-alat untuk sekolah telah disiapkan oleh pemerintah," ungkapnya.
(imk/imk)
Labels:
Aceh,
Keluarga Miskin,
KIP,
Mensos
Thanks for reading Kunjungi Aceh, Mensos Temukan Keluarga Miskin Belum Terima KIP . Please share...!

0 Komentar untuk "Kunjungi Aceh, Mensos Temukan Keluarga Miskin Belum Terima KIP "