Baban Gandapurnama - detikNews
"Kami setuju dan sepakat (bersinergi dengan KPK). Ya, karena kita ini perlu kebersamaan. Sebab kekuatan itu ada dalam kebersamaan," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan usai meluncurkan buku berjudul Master Leadership di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Minggu (3/5/2015).
Menurut Anton, masalah secara personal atau individu jangan dikaitkan dengan persoalan yang menyeret nama masing-masing institusi. Kedua pihak, kata Anton, agar bersikap dewasa dan saling menghormati hukum.
"Jangan tanah sejengkal jadi sepulau. Justru harus sebaliknya, yang besar kita kecilkan dan yang kecil kita hilangkan. Sebagai abdi negara, kita harus dewasa, tidak mengaitkan persoalan individu menjadi persoalan institusi," tutur jenderal bintang dua ini.
Anton menegaskan, KPK dan Polri harus saling menjaga harmoni dalam penegakan hukum. Selama ini jika anggota polisi melakukan tindak pidana, menurut dia, maka tetap menjalani proses hukum sesuai aturan berlaku.
"Polisi bintang tiga dan empat kalau salah, ya kita serahkan. Kita hormati hukum. Hukum itu panglima. Kalau ada orang salah, buktikan secara hukum," ujar Anton.
(bbn/nrl)
Anton Charliyan
Bandung - Sejumlah pihak meminta dua institusi
penegak hukum yaitu KPK dan Polri untuk membangun sinergi. Jangan ada
lagi kekisruhan yang justru malah mencoreng penegakan hukum di mata
masyarakat. Imbauan ini ditanggapi positif Mabes Polri."Kami setuju dan sepakat (bersinergi dengan KPK). Ya, karena kita ini perlu kebersamaan. Sebab kekuatan itu ada dalam kebersamaan," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan usai meluncurkan buku berjudul Master Leadership di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Minggu (3/5/2015).
Menurut Anton, masalah secara personal atau individu jangan dikaitkan dengan persoalan yang menyeret nama masing-masing institusi. Kedua pihak, kata Anton, agar bersikap dewasa dan saling menghormati hukum.
"Jangan tanah sejengkal jadi sepulau. Justru harus sebaliknya, yang besar kita kecilkan dan yang kecil kita hilangkan. Sebagai abdi negara, kita harus dewasa, tidak mengaitkan persoalan individu menjadi persoalan institusi," tutur jenderal bintang dua ini.
Anton menegaskan, KPK dan Polri harus saling menjaga harmoni dalam penegakan hukum. Selama ini jika anggota polisi melakukan tindak pidana, menurut dia, maka tetap menjalani proses hukum sesuai aturan berlaku.
"Polisi bintang tiga dan empat kalau salah, ya kita serahkan. Kita hormati hukum. Hukum itu panglima. Kalau ada orang salah, buktikan secara hukum," ujar Anton.
(bbn/nrl)
Labels:
Mabes Polri
Thanks for reading Mabes Polri: Kita Harus Dewasa, Tak Kaitkan Persoalan Individu Jadi Persoalan Institusi . Please share...!

0 Komentar untuk "Mabes Polri: Kita Harus Dewasa, Tak Kaitkan Persoalan Individu Jadi Persoalan Institusi "