Ilustrasi.
Warga berdiri di jalan desa yang rusak akibat pergerakan tanah di
Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausna, Majalengka, Jawa
Barat, Jumat (3/5). Badan Penanggulangan Bencana Daerah Majalengka sudah
mengevakuasi 1.957 warga setempat sejak Minggu (14 /4). (FOTO
ANTARA/Dedhez Anggara)
Tiba-tiba ada getaran sedikit, saya kira ada mobil tronton tumbang, ternyata bukan."Pontianak (ANTARA News) - Sejumlah warga di pesisir Barat Provinsi Kalimantan Barat merasakan getaran yang cukup kuat pada Kamis (14/5) sore sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran adanya gempa.
Syamsumarni, warga Kota Mempawah, Kabupaten Mempawah, Jumat, mengatakan, ia tengah mengetik soal untuk persiapan ulangan siswa.
"Saya lagi asyik mengetik soal ulangan, tiba-tiba ada bunyi gemuruh seperti ada barang yang mau jatuh," ujar Syam, panggilan akrabnya.
Ia semula tidak menduga bahwa itu semacam gempa atau pergerakan tanah. Setelah banyak yang merasakan, ia baru yakin akan hal itu.
Ida Riani, warga Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, juga merasakan hal yang sama.
"Kejadiannya sekitar pukul lima sore lewat lima belas menit," ujar Ida.
Saat itu, ia mendengar seperti suara mobil tronton lewat. "Tiba-tiba ada getaran sedikit, saya kira ada mobil tronton tumbang, ternyata bukan," kata Ida Riani.
Di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, juga merasakan getaran.
"Kawan-kawan yang lain juga merasakan hal yang sama," kata Adi, warga setempat.
Kalimantan, terutama di Kalbar selama ini dinyatakan sebagai daerah bebas gempa.
Jarak antara Mempawah hingga Sungai Raya Kepulauan sekitar 50 kilometer. Cuaca pada Kamis sore mendung dan hujan.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Getaran pergerakan tanah,
Pesisir Barat Kalbar
Thanks for reading Warga Pesisir Barat Kalbar rasakan getaran pergerakan tanah. Please share...!

0 Komentar untuk "Warga Pesisir Barat Kalbar rasakan getaran pergerakan tanah"