Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Wali Kota Pekalongan, M. Basyir Ahmad sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa hari lalu di Yogyakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana pengunduran dirinya sebagai Wali Kota.
Ganjar mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Basyir untuk bertemu dan berkonsultasi dengan atasannya terkait pengunduran diri.
"Etikanya luar biasa, Beliau bertemu saya di Yogyakarta," kata Ganjar di Semarang Jateng, Jumat (19/6/2015).
Tapi Ganjar tidak bisa menerima alasan pengunduran diri Basyir jika benar untuk mengajukan istri Basyir, Balqisdiab dalam Pilkada bulan Desember 2015.
"Saat ditanya rencana pengunduran dirinya karena alasan itu ya saya tidak bisa," kata Ganjar.
Jika Basyir mundur, maka status petahana akan gugur sesuai Surat Edaran KPU RI Nomor 302/ KPU/VI/2015 tertanggal 12 Juni 2015. Dengan demikian ia bisa mendukung salah satu calon kepala daerah yang pendaftarannya dimulai tanggal 26 Juli mendatang.
Menurut Ganjar jika memang hal itu yang menjadi alasan maka tidak diperbolehkan. Sebenarnya alasan keluarga petahana tidak boleh maju itu untuk menghindari konflik kepentingan.
"Itu untuk menghindari konflik kepentingan, politik dinasti yang sering disebut itu. Saya pernah ikut membahas undang-undang ya dulu meski tidak sampai selesai," ujar Ganjar.
Sementara itu siang tadi Basyir resmi melayangkan surat pengunduran diri ke Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah. Ada dua surat dikirimkan yakni bernomor 131/02403 berisi tentang
proses pengunduran diri dan surat bernomor 131/02402 berisi pengunduran diri.
Basyir akan mengajukan pengunduran diri pada 6 Juli 2015 nanti. Tanggal 6 Juli dipilih karena di hari
itulah semestinya dia mengakhiri masa jabatannya untuk periode kedua. Dia dilantik menjadi Wali
Kota Pekalongan periode pertama pada 6 Juli 2005 dan periode kedua pada 6 Juli 2010.
(alg/fdn)
Semarang - Wali Kota Pekalongan, M. Basyir Ahmad sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beberapa hari lalu di Yogyakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana pengunduran dirinya sebagai Wali Kota.
Ganjar mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Basyir untuk bertemu dan berkonsultasi dengan atasannya terkait pengunduran diri.
"Etikanya luar biasa, Beliau bertemu saya di Yogyakarta," kata Ganjar di Semarang Jateng, Jumat (19/6/2015).
Tapi Ganjar tidak bisa menerima alasan pengunduran diri Basyir jika benar untuk mengajukan istri Basyir, Balqisdiab dalam Pilkada bulan Desember 2015.
"Saat ditanya rencana pengunduran dirinya karena alasan itu ya saya tidak bisa," kata Ganjar.
Jika Basyir mundur, maka status petahana akan gugur sesuai Surat Edaran KPU RI Nomor 302/ KPU/VI/2015 tertanggal 12 Juni 2015. Dengan demikian ia bisa mendukung salah satu calon kepala daerah yang pendaftarannya dimulai tanggal 26 Juli mendatang.
Menurut Ganjar jika memang hal itu yang menjadi alasan maka tidak diperbolehkan. Sebenarnya alasan keluarga petahana tidak boleh maju itu untuk menghindari konflik kepentingan.
"Itu untuk menghindari konflik kepentingan, politik dinasti yang sering disebut itu. Saya pernah ikut membahas undang-undang ya dulu meski tidak sampai selesai," ujar Ganjar.
Sementara itu siang tadi Basyir resmi melayangkan surat pengunduran diri ke Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah. Ada dua surat dikirimkan yakni bernomor 131/02403 berisi tentang
proses pengunduran diri dan surat bernomor 131/02402 berisi pengunduran diri.
Basyir akan mengajukan pengunduran diri pada 6 Juli 2015 nanti. Tanggal 6 Juli dipilih karena di hari
itulah semestinya dia mengakhiri masa jabatannya untuk periode kedua. Dia dilantik menjadi Wali
Kota Pekalongan periode pertama pada 6 Juli 2005 dan periode kedua pada 6 Juli 2010.
(alg/fdn)
Labels:
Ganjar Pranowo,
Walkot,
Walkot Pekalongan
Thanks for reading Ganjar Tidak Terima Bila Walkot Pekalongan Mundur karena Istri Maju Pilkada. Please share...!

0 Komentar untuk "Ganjar Tidak Terima Bila Walkot Pekalongan Mundur karena Istri Maju Pilkada"