"Saya dengar beliau juga akan langsung bentuk task force," kata Kepala Staf Kepresiden Luhut Panjaitan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/6/2015)
Hal ini dianggap relevan dengan beratnya tugas pembenahan tata alur barang di Pelabuhan Priok. Lambatnya proses dwelling time, antara lain membuat biaya logistik Indonesia sangat tinggi. Apalagi 60% kegiatan ekspor impor di Indonesia masih mengandalkan Tanjung Priok.
Biaya logistik Indonesia mencapai 24,7% dari produk domestik bruto atau ratusan triliun rupiah, yang disumbang dari tingginya biasa inventori (stok barang) akibat tak adanya kepastian arus barang keluar pelabuhan.
"Hampir Rp 744 triliun, Presiden bilang ada potential loss inefisiensi di pelabuhan. Jadi kalau kita soft reform saja bisa menghemat cukup besar sekali," ujarnya.
Luhut menegaskan kemarahan Presiden Jokowi di pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu bukanlah sekedar basa basi. Ini akan dipantau terus sampai dengan tuntas.
Labels:
Kesalnya Jokowi,
Tanjung Priok,
Tim Khusus Atasi Dwelling Time
Thanks for reading Jokowi Bentuk Tim Khusus Atasi Dwelling Time di Priok. Please share...!

0 Komentar untuk "Jokowi Bentuk Tim Khusus Atasi Dwelling Time di Priok"