Dokumentasi
Menteri Keuangan Yunani, Evangelos Venizelos, saat menghadiri sidang
parlemen di Athena, Selasa (20/9). Yunani berjanji lebih menghemat di
sektor publik yang membengkak sebelum mengikuti konferensi kedua dengan
pemberi pinjaman internasional, dimana Yunani harus meyakinkan mereka
untuk memberikan pinjaman lebih besar agar terhindar dari kebangkrutan
bulan depan. (REUTERS/John Kolesidis)
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, merosot 84 sen menjadi berakhir pada 59,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus melemah menjadi menetap di 63,02 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 1,24 dolar AS dari penutupan Kamis.
"Pasar minyak berada di defensif dari apa yang tampak seperti sedikit arus perdagangan penghindaran risiko lebih lanjut, di tengah ketidakpastian atas resolusi krisis utang Yunani dan kekhawatiran atas kelebihan pasokan fisik yang sedang berlangsung," kata Tim Evans, spesialis energi berjangka di Citi Futures.
Meningkatnya ketidakpastian, dengan para pemimpin Eropa menyerukan KTT zona euro darurat pada enin, menekan euro di pagi hari tetapi mata uang bersama kemudian mengupas kerugiannya terhadap dolar. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
Evans menunjuk tekanan terhadap pasar dari anggota utama OPEC Arab Saudi.
"Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi meminta perhatian baru kemungkinan bertahannya surplus, Kamis, ketika ia menyatakan kesediaan menggunakan kapasitas cadangan kerajaan 1,5-2,0 juta barel per hari dengan segera ketika permintaan meningkat ke tingkat yang akan menyerap barel tambahan," kata pakar Citi Futures.
"Kami melihat sikap Saudi sebagai tekanan bearish pada mereka yang bertaruh pada penurunan pengeboran AS untuk menyeimbangkan pasar dengan cepat."
Baker Hughes melaporkan pada Jumat penurunan lagi dalam jumlah rig AS yang beroperasi, membantu mengurangi sedikit kekhawatiran bahwa produksi kuat AS memperparah kelebihan pasokan global.
Jumlah rig turun empat riga sampai 631 rig, 59 persen lebih rendah dari setahun lalu karena produsen-produsen mengurangi kembali produksi mereka dalam menghadapi penurunan tajam harga minyak mentah.
"Setelah hitungan rig keluar, pasar tampak naik kembali dari terendah sebelumnya," kata Phil Flynn dari Price Futures Group.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Krisis Yunani,
Minyak Tertekan,
Produksi Saudi
Thanks for reading Minyak tertekan kekhawatiran krisis Yunani dan produksi Saudi. Please share...!

0 Komentar untuk "Minyak tertekan kekhawatiran krisis Yunani dan produksi Saudi"