Prins David Saut - detikNews
New York - Utusan PBB untuk kasus
kekerasan seksual, Zainab Bangura, menyatakan perempuan-perempuan remaja
diculik dan dijualbelikan seperti sebungkus rokok oleh tentara ISIS. Ia
menyampaikan hal itu setelah mengunjungi Irak dan Suriah pada April
lalu.
Seperti yang dilansir AFP, Selasa (9/6/2015), Zainab menilai perang yang dilakukan ISIS adalah perang yang berjuang untuk tubuh perempuan. Banyak perempuan yang masih berusia belasan tahun dijualbelikan layaknya komoditas.
"Perempuan remaka diculik oleh militan ISIS di Irak dan Suriah yang dijual di pasar budak, seperti sebungkus rokok. Ini adalah perang yang sedang berjuang di tubuh perempuan," kata Zainab.
Zainab sempat melakukan wawancara dengan salah satu perempuan yang berhasil melarikan diri dari lokasi para perempuan itu dijualbelikan, yang berada di bawah kuasa militan ISIS. Zainab kemudian bertemu para tokoh agama dan politik setempat di Turki, Libanon dan Yordania.
Dari wawancara dan pertemuan itu, Zainab berkesimpulan militan ISIS kerap menculik perempuan-perempuan dari wilayah jajahannya yang baru. Perempuan-perempuan itu kemudian dikumpulkan di satu lokasi dan diperdagangkan layaknya barang komoditas.
"Beberapa yang diculik dikurung di kamar, satu rumah bisa berisi 100 perempuan yang ditelanjangi dan dicuci. Banyak dari mereka adalah bagian dari minoritas suku Yazidi yang memang diincar oleh para militan ISIS," ujar Zainab.
Para perempuan itu disuruh berdiri di depan sekelompok 'konsumen' yang tidak lain adalah anggota militan ISIS. Zainab mengisahkan pengalaman salah seorang perempuan berusia 15 tahun yang berhasil melarikan diri dari tempat tersebut.
"Seorang perempuan berusia 15 tahun dijual ke seorang petinggi ISIS, seorang syekh, berusia 50-an tahun, yang menunjukan pistol dan tongkat kepada perempuan itu. Ia menyuruh perempuan itu memilih antara pistol dan tongkat, si perempuan memilih pistol tapi pria itu mengatakan, 'saya tidak membeli Anda supaya Anda bisa bunuh diri," ucap Zainab.
(vid/vid)
Lokasi pengungsian korban kekerasan ISIS (AFP)
Seperti yang dilansir AFP, Selasa (9/6/2015), Zainab menilai perang yang dilakukan ISIS adalah perang yang berjuang untuk tubuh perempuan. Banyak perempuan yang masih berusia belasan tahun dijualbelikan layaknya komoditas.
"Perempuan remaka diculik oleh militan ISIS di Irak dan Suriah yang dijual di pasar budak, seperti sebungkus rokok. Ini adalah perang yang sedang berjuang di tubuh perempuan," kata Zainab.
Zainab sempat melakukan wawancara dengan salah satu perempuan yang berhasil melarikan diri dari lokasi para perempuan itu dijualbelikan, yang berada di bawah kuasa militan ISIS. Zainab kemudian bertemu para tokoh agama dan politik setempat di Turki, Libanon dan Yordania.
Dari wawancara dan pertemuan itu, Zainab berkesimpulan militan ISIS kerap menculik perempuan-perempuan dari wilayah jajahannya yang baru. Perempuan-perempuan itu kemudian dikumpulkan di satu lokasi dan diperdagangkan layaknya barang komoditas.
"Beberapa yang diculik dikurung di kamar, satu rumah bisa berisi 100 perempuan yang ditelanjangi dan dicuci. Banyak dari mereka adalah bagian dari minoritas suku Yazidi yang memang diincar oleh para militan ISIS," ujar Zainab.
Para perempuan itu disuruh berdiri di depan sekelompok 'konsumen' yang tidak lain adalah anggota militan ISIS. Zainab mengisahkan pengalaman salah seorang perempuan berusia 15 tahun yang berhasil melarikan diri dari tempat tersebut.
"Seorang perempuan berusia 15 tahun dijual ke seorang petinggi ISIS, seorang syekh, berusia 50-an tahun, yang menunjukan pistol dan tongkat kepada perempuan itu. Ia menyuruh perempuan itu memilih antara pistol dan tongkat, si perempuan memilih pistol tapi pria itu mengatakan, 'saya tidak membeli Anda supaya Anda bisa bunuh diri," ucap Zainab.
(vid/vid)
Labels:
ISIS
Thanks for reading Utusan PBB Sebut Perempuan Dijualbelikan Seperti Rokok oleh Militan ISIS . Please share...!

0 Komentar untuk "Utusan PBB Sebut Perempuan Dijualbelikan Seperti Rokok oleh Militan ISIS "