Salmah Muslimah - detikNews
"Pusat-pusat ekonomi tidak hanya di ibu kota saja, kita ingin mendorong itu menyebar di daerah. Sekarang sudah jalan memang tapi tidak kencang larinya karena kurang mendapat dukungan pemerintah federal Canberra. Nah kita dengan Senat Australia dan DPD menjembatani itu," kata Ketua DPD Irman Gusman yang mewakili pertemuan dengan Ketua Senat Australia Stephen Shane Parry di Westin Chosun Hotel, Seoul, Korea Selatan, Jumat (3/7/2015). Pertemuan ini merupakan rangkaian dari acara forum konsultasi MIKTA.
"Ini (MIKTA) memang informal forum, usulan Indonesia ekonomi kita ingin dorong di daerah-daerah. Kerjasama bukan hanya dari perusahaan saja tapi juga daerah-daerah biar bisa maju. Kita dorong tadi Australia," ucap Irman lagi.
Menurut Irman, Australia menyambut baik kerjasama ini. Indonesia juga akan memperbaiki komitmen bisnis yang dirasa masih kurang, sehingga kerjasama di bidang ekonomi bisa berjalan lancar.
"Respons australia positif dan mendukung sekali. Canberra mendukung untuk northern territory," ujar Irman.
Selain ekonomi, kerjasama juga dilakukan di bidang politik terkait dengan komunikasi antar negara. Jika pemerintah pusat saat ini mengalami ketegangan hubungan, maka komunikasi bisa dilakukan lewat jalur DPD dan Senat Australia.
"Kalau pemerintah hubungannya tegang kan ada saluran lain (MIKTA). Komunikasi jangan hanya terbentur pemerintah dengan pemerintah, bisa DPD dengan Senat, sehingga chanel link itu banyak. Sehingga kalau ada miss understanding itu bisa diselesaikan," ucapnya.
"Diplomasi global goverment to goverment, business to business, parlemen to parlemen. Membuat saluran makin banyak. Jadi tidak ada otoritas satu orang dalam konteks komunikasinya. Jadi saling mendukung supaya bergerak," tambahnya.
Pertemuan bilateral itu menghasilkan 4 poin penting.
1. Komunikasi politik dua negara, selain melalui pemerintah yaitu melalui ketua senat.
2. Saling mengundang antar perwakilan pemerintah. Australia akan memprioritaskan undangan dari Indonesia dan juga sebaliknya.
3. Australia mendukung Indonesia sebagai tuan rumah MIKTA tahun 2017 mendatang setelah sebelumnya Australia di tahun 2016.
4. Dukungan meningkatkan kerjasama daerah antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan northern Australia.
(slm/spt)
Foto: Irman Gusman dan Senator Australia (Salmah/detikcom)
"Pusat-pusat ekonomi tidak hanya di ibu kota saja, kita ingin mendorong itu menyebar di daerah. Sekarang sudah jalan memang tapi tidak kencang larinya karena kurang mendapat dukungan pemerintah federal Canberra. Nah kita dengan Senat Australia dan DPD menjembatani itu," kata Ketua DPD Irman Gusman yang mewakili pertemuan dengan Ketua Senat Australia Stephen Shane Parry di Westin Chosun Hotel, Seoul, Korea Selatan, Jumat (3/7/2015). Pertemuan ini merupakan rangkaian dari acara forum konsultasi MIKTA.
"Ini (MIKTA) memang informal forum, usulan Indonesia ekonomi kita ingin dorong di daerah-daerah. Kerjasama bukan hanya dari perusahaan saja tapi juga daerah-daerah biar bisa maju. Kita dorong tadi Australia," ucap Irman lagi.
Menurut Irman, Australia menyambut baik kerjasama ini. Indonesia juga akan memperbaiki komitmen bisnis yang dirasa masih kurang, sehingga kerjasama di bidang ekonomi bisa berjalan lancar.
"Respons australia positif dan mendukung sekali. Canberra mendukung untuk northern territory," ujar Irman.
Selain ekonomi, kerjasama juga dilakukan di bidang politik terkait dengan komunikasi antar negara. Jika pemerintah pusat saat ini mengalami ketegangan hubungan, maka komunikasi bisa dilakukan lewat jalur DPD dan Senat Australia.
"Kalau pemerintah hubungannya tegang kan ada saluran lain (MIKTA). Komunikasi jangan hanya terbentur pemerintah dengan pemerintah, bisa DPD dengan Senat, sehingga chanel link itu banyak. Sehingga kalau ada miss understanding itu bisa diselesaikan," ucapnya.
"Diplomasi global goverment to goverment, business to business, parlemen to parlemen. Membuat saluran makin banyak. Jadi tidak ada otoritas satu orang dalam konteks komunikasinya. Jadi saling mendukung supaya bergerak," tambahnya.
Pertemuan bilateral itu menghasilkan 4 poin penting.
1. Komunikasi politik dua negara, selain melalui pemerintah yaitu melalui ketua senat.
2. Saling mengundang antar perwakilan pemerintah. Australia akan memprioritaskan undangan dari Indonesia dan juga sebaliknya.
3. Australia mendukung Indonesia sebagai tuan rumah MIKTA tahun 2017 mendatang setelah sebelumnya Australia di tahun 2016.
4. Dukungan meningkatkan kerjasama daerah antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan northern Australia.
(slm/spt)
Labels:
Dorong Kerjasama Ekonomi dan Politik,
Forum MIKTA,
Indonesia-Australia
Thanks for reading Di Forum MIKTA, Indonesia-Australia Dorong Kerjasama Ekonomi dan Politik. Please share...!

0 Komentar untuk "Di Forum MIKTA, Indonesia-Australia Dorong Kerjasama Ekonomi dan Politik"