Idham Kholid - detikNews
Foto: Idham Khalid
Jakarta - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno petang ini menggelar buka puasa bersama di lingkungan kementeriannya. Acara buka puasa bersama itu diawali dengan ceramah agama dari Majelis Ulama Indonesia yang salah satunya membahas soal Islam Nusantara.
Dalam acara yang digelar di halaman antara masjid dan gedung utama itu, tampak hadir Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Produk MUI Amidhan, jajaran pejabat Kemenko Polhukam dan beberapa perwakilan instansi lain.
Amidhan yang didaulat mengisi ceraman agama sembari menanti waktu berbuka menyampaikan tiga tema pembahasan seperti metode penentuan satu Syawal, keutamaan Lailatul Qadar dan perihal Islam Nusantara yang sempat jadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan ke belakang.
"Yang disebut Pak Aqil (Said Aqil Siradj) itu, ini terkait budaya dan sejarah, memang berbeda di Islam di tempat-tempat lain. Tapi oleh Guru besar UIN Yogyakarta dia menyoalnya, islam itu universal, apa nanti ada Islam Minang Kabau, Jawa Barat dan lainnya," kata Amidhan dalam ceramahnya, Selasa (14/7/2016).
"Tapi yang dimaksud Said Aqil itu, Islam yang ada di Indonesia berakulturasi dengan budaya Indonesia, lebih ramah ada semacam tambahan dan tidak bertentangan dengan agama. Islam moderat, itu yang kita kehendaki," sambungnya.
Amidhan menambahkan, ada dua makna islam dari ayat terakhir yang diturun Allah, yaitu Islam sebagai penyerahan diri kepada Allah dan makna damai yang bersifat horizontal.
(idh/jor)
Jakarta - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno petang ini menggelar buka puasa bersama di lingkungan kementeriannya. Acara buka puasa bersama itu diawali dengan ceramah agama dari Majelis Ulama Indonesia yang salah satunya membahas soal Islam Nusantara.
Dalam acara yang digelar di halaman antara masjid dan gedung utama itu, tampak hadir Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Produk MUI Amidhan, jajaran pejabat Kemenko Polhukam dan beberapa perwakilan instansi lain.
Amidhan yang didaulat mengisi ceraman agama sembari menanti waktu berbuka menyampaikan tiga tema pembahasan seperti metode penentuan satu Syawal, keutamaan Lailatul Qadar dan perihal Islam Nusantara yang sempat jadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan ke belakang.
"Yang disebut Pak Aqil (Said Aqil Siradj) itu, ini terkait budaya dan sejarah, memang berbeda di Islam di tempat-tempat lain. Tapi oleh Guru besar UIN Yogyakarta dia menyoalnya, islam itu universal, apa nanti ada Islam Minang Kabau, Jawa Barat dan lainnya," kata Amidhan dalam ceramahnya, Selasa (14/7/2016).
"Tapi yang dimaksud Said Aqil itu, Islam yang ada di Indonesia berakulturasi dengan budaya Indonesia, lebih ramah ada semacam tambahan dan tidak bertentangan dengan agama. Islam moderat, itu yang kita kehendaki," sambungnya.
Amidhan menambahkan, ada dua makna islam dari ayat terakhir yang diturun Allah, yaitu Islam sebagai penyerahan diri kepada Allah dan makna damai yang bersifat horizontal.
(idh/jor)
Labels:
Bukber Menko Polhukam Dapat Ceramah MUI,
Dihadiri Ketua Dewan Pers
Thanks for reading Dihadiri Ketua Dewan Pers, Bukber Menko Polhukam Dapat Ceramah dari MUI. Please share...!

0 Komentar untuk "Dihadiri Ketua Dewan Pers, Bukber Menko Polhukam Dapat Ceramah dari MUI"