Jefris Santama - detikNews
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyatakan siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat pemeriksaan awal, Gatot mangkir karena tak mengetahui adanya surat pemanggilan.
"Saya siap memenuhi pemanggilan KPK yang dijadwalkan pada Rabu (22/7) pekan depan," kata Gatot kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumur Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (15/7/2015).
Dia menjelaskan, ketidakhadiran dirinya saat pemanggilan pertama beberapa hari yang lalu, karena tengah mengikuti safari ramadan.
"Jadi saya tak mengetahui adanya surat pemanggilan dari KPK," sebut Gatot.
Ketidakhadiran pada panggilan pertama menurut Gatot sudah diterangkan dalan surat yang dilayangkan ke KPK.
Seperti diketahui, sejak Sabtu (11/7), tim penyidik KPK melakukan rangkaian penggeledahan di Medan. Tempat yang digeledah antara lain, kantor PTUN Medan, rumah panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan dan rumah dinas ketua PTUN Medan Tripeni Irianto. Dari rumah panitera, penyidik menyita uang USD 700.
Rangkaian penggeledahan kemudian ditutup di kantor Gubernur Sumut. Penyidik menggeledah kantor Gatot Pujo Nugroho sejak malam hingga minggu dinihari. Selain ruang kerja Gubernur, penyidik juga menggeledah kantor biro keuangan Pemprov Sumut.
(fdn/fdn)
Jakarta - Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyatakan siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat pemeriksaan awal, Gatot mangkir karena tak mengetahui adanya surat pemanggilan.
"Saya siap memenuhi pemanggilan KPK yang dijadwalkan pada Rabu (22/7) pekan depan," kata Gatot kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumur Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (15/7/2015).
Dia menjelaskan, ketidakhadiran dirinya saat pemanggilan pertama beberapa hari yang lalu, karena tengah mengikuti safari ramadan.
"Jadi saya tak mengetahui adanya surat pemanggilan dari KPK," sebut Gatot.
Ketidakhadiran pada panggilan pertama menurut Gatot sudah diterangkan dalan surat yang dilayangkan ke KPK.
Seperti diketahui, sejak Sabtu (11/7), tim penyidik KPK melakukan rangkaian penggeledahan di Medan. Tempat yang digeledah antara lain, kantor PTUN Medan, rumah panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan dan rumah dinas ketua PTUN Medan Tripeni Irianto. Dari rumah panitera, penyidik menyita uang USD 700.
Rangkaian penggeledahan kemudian ditutup di kantor Gubernur Sumut. Penyidik menggeledah kantor Gatot Pujo Nugroho sejak malam hingga minggu dinihari. Selain ruang kerja Gubernur, penyidik juga menggeledah kantor biro keuangan Pemprov Sumut.
(fdn/fdn)
Labels:
Gatot Pujo,
Gubernur,
KPK
Thanks for reading Gubernur Gatot Pujo: Saya Siap Penuhi Panggilan KPK. Please share...!

0 Komentar untuk "Gubernur Gatot Pujo: Saya Siap Penuhi Panggilan KPK"