Rachmadin Ismail - detikNews
Foto: Polsek Kebon jeruk
Jakarta - Masa orientasi siswa baru (MOS) di sekolah dimanfaatkan dengan oleh kepolisian untuk memberikan sosialiasi tentang bahaya tawuran, narkoba dan seks bebas. Mereka juga menegaskan larangan perpeloncoan.
"Masa orientasi siswa atau MOS saat ini berbeda dengan yang dulu-dulu. Acaranya diisi dengan hal yang bermanfaat bukan perpeloncoan," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat AKP Eka Baasith dalam keterangan tertulis usai meninjau MOS SMK Widia Patria 2 Kebon Jeruk, Selasa (28/7/2015).
Eka menjelaskan, polisi memanfaatkan acara MOS karena siswa baru biasanya lebih mudah menerima nasihat. "Mumpung mereka baru masuk, kita bekali, tentu yang siswa lama juga kita rangkul," ujar alumni Akpol 2004 itu.
Eka juga menugaskan para perwira dan anggotanya untuk berkeliling sekolah-sekolah selama MOS. "Ada dua tujuan utama, yakni mencegah perpeloncoan dan memberi arahan siswa baru supaya tidak tawuran, terjebak narkoba dan seks bebas," kata Eka.
Respons sekolah, lanjutnya, sangat bagus. "Ini merupakan sinergis seperti yang diharapkan Mendikbub Pak Anies Baswedan antara sekolah dan polisi di wilayahnya bisa kompak," ujarnya.
Bagaimana suasana MOS di sekolah Anda? Silakan kirim cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak.
(mad/nrl)
Foto: Polsek Kebon jeruk
Jakarta - Masa orientasi siswa baru (MOS) di sekolah dimanfaatkan dengan oleh kepolisian untuk memberikan sosialiasi tentang bahaya tawuran, narkoba dan seks bebas. Mereka juga menegaskan larangan perpeloncoan.
"Masa orientasi siswa atau MOS saat ini berbeda dengan yang dulu-dulu. Acaranya diisi dengan hal yang bermanfaat bukan perpeloncoan," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat AKP Eka Baasith dalam keterangan tertulis usai meninjau MOS SMK Widia Patria 2 Kebon Jeruk, Selasa (28/7/2015).
Eka menjelaskan, polisi memanfaatkan acara MOS karena siswa baru biasanya lebih mudah menerima nasihat. "Mumpung mereka baru masuk, kita bekali, tentu yang siswa lama juga kita rangkul," ujar alumni Akpol 2004 itu.
Eka juga menugaskan para perwira dan anggotanya untuk berkeliling sekolah-sekolah selama MOS. "Ada dua tujuan utama, yakni mencegah perpeloncoan dan memberi arahan siswa baru supaya tidak tawuran, terjebak narkoba dan seks bebas," kata Eka.
Respons sekolah, lanjutnya, sangat bagus. "Ini merupakan sinergis seperti yang diharapkan Mendikbub Pak Anies Baswedan antara sekolah dan polisi di wilayahnya bisa kompak," ujarnya.
Bagaimana suasana MOS di sekolah Anda? Silakan kirim cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak.
(mad/nrl)
Labels:
Ceramah Soal Bahaya Tawuran dan Seks Bebas,
Isi MOS di Sekolah,
Polisi
Thanks for reading Isi MOS di Sekolah, Polisi Ceramah Soal Bahaya Tawuran dan Seks Bebas. Please share...!

0 Komentar untuk "Isi MOS di Sekolah, Polisi Ceramah Soal Bahaya Tawuran dan Seks Bebas"