Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Anies Baswedan mengunjungi SD Negeri di bilangan Lebak Bulus,
Jakarta Selatan. Anies berpesan ke siswa-siswa SD agar mereka tak hanya
bercita-cita mau menjadi sosok tertentu.
"Anak-anak kalau sudah besar jangan berpikir mau jadi apa, tapi mau membuat apa," pesan Anies dalam upacara di SDN 01 Pagi, Jl Gunung Balong RT 007/004, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015) pukul 06.40 WIB.
Sekitar 500 murid dari SDN 01 dan 06 ini nampak memperhatikan. Ada pula sebagian yang tengak-tengok layaknya bocah pada umumnya. Anies ingin mereka menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
"Belajar yang rajin, ikut kegiatan, dan taat pada orang tua dan guru. Insya Allah nanti menjadi anak-anak yang sukses belajar," kata Anies.
Pesan selanjutnya, murid-murid harus bersemangat bila ada tawaran tugas kepemimpinan dari guru dan para guru juga harus mengakomodir kesempatan ini. "Kalau ada tugas dari Bapak dan Ibu Guru, misal menjadi pemimpin upacara, berebutlah! Bapak dan Ibu Guru, pastikan semua anak-anak mendapat kesempatan berlatih memimpin dan dipimpin," kata Anies.
Dia juga ingin agar para guru memastikan murid-muridnya bisa berolahraga paling tidak sepekan sekali, membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membaca doa sebelum pelajaran dimulai, dan menyanyikan lagu nasional untuk mengawali hari belajar.
Nampak orang tua murid mengantarkan anaknya di hari pertama tahun ajaran 2015/2016 ini. Anies menyatakan mengantarkan murid pada awal masa pembelajaran adalah sama pentingnya dengan mengantarkan murid saat kelulusan. Orang tua juga harus menemui wali kelas agar bisa berkoordinasi dalam mendidik murid.
Kepala Sekolah Sri Subekti merasa bangga sekolahnya yang terletak di dalam gang dikunjungi oleh menteri. Sosok Anies yang biasanya hanya dilihat di televisi kini hadir di depan murid-muridnya.
Anies lantas berinteraksi dengan anak-anak SD ini, sampai masuk ke tiga ruang kelas. Ruangan kelas nampak bersih, setiap murid mendapat kursi tunggal dengan meja berbahan kayu olahan untuk dua orang murid.
"Zulhan cita-citanya apa?" tanya Anies kepada seoran siswa Kelas II SD. "Jadi tentara, Angkatan Darat," jawab Zulhan.
Anies menanyai murid-murid soal cita-cita. Selain ada yang ingin menjadi tentara, ada pula murid yang ingin menjadi polisi. "Mau jadi polisi," kata siswa Muhammad Dwi.
"Oh, polisi. Tos dulu," tanggap Anies kepada Dwi.
(dnu/aan)
"Anak-anak kalau sudah besar jangan berpikir mau jadi apa, tapi mau membuat apa," pesan Anies dalam upacara di SDN 01 Pagi, Jl Gunung Balong RT 007/004, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015) pukul 06.40 WIB.
Sekitar 500 murid dari SDN 01 dan 06 ini nampak memperhatikan. Ada pula sebagian yang tengak-tengok layaknya bocah pada umumnya. Anies ingin mereka menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
"Belajar yang rajin, ikut kegiatan, dan taat pada orang tua dan guru. Insya Allah nanti menjadi anak-anak yang sukses belajar," kata Anies.
Pesan selanjutnya, murid-murid harus bersemangat bila ada tawaran tugas kepemimpinan dari guru dan para guru juga harus mengakomodir kesempatan ini. "Kalau ada tugas dari Bapak dan Ibu Guru, misal menjadi pemimpin upacara, berebutlah! Bapak dan Ibu Guru, pastikan semua anak-anak mendapat kesempatan berlatih memimpin dan dipimpin," kata Anies.
Dia juga ingin agar para guru memastikan murid-muridnya bisa berolahraga paling tidak sepekan sekali, membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membaca doa sebelum pelajaran dimulai, dan menyanyikan lagu nasional untuk mengawali hari belajar.
Nampak orang tua murid mengantarkan anaknya di hari pertama tahun ajaran 2015/2016 ini. Anies menyatakan mengantarkan murid pada awal masa pembelajaran adalah sama pentingnya dengan mengantarkan murid saat kelulusan. Orang tua juga harus menemui wali kelas agar bisa berkoordinasi dalam mendidik murid.
Kepala Sekolah Sri Subekti merasa bangga sekolahnya yang terletak di dalam gang dikunjungi oleh menteri. Sosok Anies yang biasanya hanya dilihat di televisi kini hadir di depan murid-muridnya.
Anies lantas berinteraksi dengan anak-anak SD ini, sampai masuk ke tiga ruang kelas. Ruangan kelas nampak bersih, setiap murid mendapat kursi tunggal dengan meja berbahan kayu olahan untuk dua orang murid.
"Zulhan cita-citanya apa?" tanya Anies kepada seoran siswa Kelas II SD. "Jadi tentara, Angkatan Darat," jawab Zulhan.
Anies menanyai murid-murid soal cita-cita. Selain ada yang ingin menjadi tentara, ada pula murid yang ingin menjadi polisi. "Mau jadi polisi," kata siswa Muhammad Dwi.
"Oh, polisi. Tos dulu," tanggap Anies kepada Dwi.
(dnu/aan)
-
Labels:
Jangan Berpikir Mau Jadi Apa,
Siswa SD,
Tapi Mau Membuat Apa
Thanks for reading Menteri Anies ke Siswa SD: Jangan Berpikir Mau Jadi Apa, Tapi Mau Membuat Apa. Please share...!

0 Komentar untuk "Menteri Anies ke Siswa SD: Jangan Berpikir Mau Jadi Apa, Tapi Mau Membuat Apa"