Dokumentasi
warga mencari anggrek hutan yang tumbuh dipohon di area hutan Gunung
Raung, Desa Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/7/15). Paguyuban
Pecinta Anggrek Banyuwangi mencari anggrek yang berada di hutan Gunung
Raung untuk diselamatkan dari ancaman abu vulkanik yang melanda kawasan
tersebut. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
... titik awal yang diduga sebagai awal api mudah diakses dengan kendaraan bermotor...Jambi (ANTARA News) - Masyarakat Kabupaten Muarojambi yang mengatasnamakan Gerakan Muarojambi Bersakat (GMB) meminta polisi serius mengungkap pelaku pembakaran hutan anggrek alam di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi.
Ketua GMB atau komunitas pelestari anggrek, Adi Ismanto, di Jambi, Sabtu, mengatakan, hutan anggrek alam atau biasa disebut Hutan Pematang Damar diduga sengaja dibakar. Dugaan kesengajaan pembakaran itu sangat kuat melihat banyaknya sumber titik api yang menyebar mengelilingi hutan rawa tersebut.
"Hutan Pematang Damar diketahui mulai terbakar pada 2 Juli hingga 13 Juli. Lokasi titik awal yang diduga sebagai awal api mudah diakses dengan kendaraan bermotor," kata dia.
"Pada hari-hari berikutnya api mulai timbul di titik-titik yang berjauhan di sekeliling Hutan Pematang Damar, yakni di Desa Mudung Darat, Jambi Kecil, dan Bakung," kata dia.
"Kebakaran
juga terlihat di bekas tumbangan pohon akibat aktivitas alat berat di
pinggir hutan di Desa Jambi Tulo. Tim Manggala Agni BKSDA Jambi
memperkirakan luas hutan yang terbakar 100 hektar," katanya lagi.
Ismanto mengatakan, walaupun Hutan Pematang Damar telah dialokasikan Pemerintah Kabupaten Muarojambi sebagai hutan konservasi anggrek alam, potensi ancaman alih fungsi hutan masih sangat tinggi.
Berdasarkan survei GMB, ada 80 lebih jenis anggrek endemik dalam hutan ini, termasuk spesies langka dan dilindungi seperti anggrek macan species dan anggrek bulan species. Kawasan itu juga direncanakan sebagai area konservasi anggrek dan hutan wisata.
"Ada indikasi unsur kesengajaan. Kasusnya sedang kami telusuri," kata Kepala Polda Jambi, Brigadir Jenderal Polisi Lutfi Lubihanto, secara terpisah.
Ismanto mengatakan, walaupun Hutan Pematang Damar telah dialokasikan Pemerintah Kabupaten Muarojambi sebagai hutan konservasi anggrek alam, potensi ancaman alih fungsi hutan masih sangat tinggi.
Pasalnya,
areal hutan seluas 240 hektar tersebut sarat akan kepentingan jual beli
lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan.
Tapal batas ke empat desa yang berada di hutan tersebut, yakni Jambi Tulo, Bakung, Mudung Darat, dan Jambi Kecil, di Kecamatan Marosebo hingga kini masih tumpang tindih.
Tapal batas ke empat desa yang berada di hutan tersebut, yakni Jambi Tulo, Bakung, Mudung Darat, dan Jambi Kecil, di Kecamatan Marosebo hingga kini masih tumpang tindih.
"Bila Hutan
Pematang Damar habis terbakar hingga potensi nilai-nilai konservasinya
hilang, maka akan lebih mudah untuk dialihfungsikan dan
diperjualbelikan," katanya.
"Pihak yang paling diuntungkan dari kebakaran ini tentu saja oknum penjual lahan dan perusahaan," kata dia.
Kebakaran lahan dikhawatirkan kembali terjadi mengingat sudah hampir sepekan hujan tidak turun dan cuaca sangat panas.
"Upaya pencegahan kebakaran semestinya segera dilaksanakan dengan melakukan pola pengamanan secara terpadu antara masyarakat, unsur polisi dan TNI. Kami dari kelompok masyarakat penyelamat anggrek alam siap untuk ikut serta dalam pengamanan tersebut," katanya.
Dijelaskan dia, sosialisasi penetapan Hutan Pematang Damar oleh Bupati Muarojambi, Burhanudin Mahir, serta kunjungan lapangan Komandan Korem Garuda Putih/042, Letnan Kolonel Infantri Harianto, sebelumnya, harus ditindaklanjuti pegamanan hutan secara berkesinambungan.
"Pihak yang paling diuntungkan dari kebakaran ini tentu saja oknum penjual lahan dan perusahaan," kata dia.
Kebakaran lahan dikhawatirkan kembali terjadi mengingat sudah hampir sepekan hujan tidak turun dan cuaca sangat panas.
"Upaya pencegahan kebakaran semestinya segera dilaksanakan dengan melakukan pola pengamanan secara terpadu antara masyarakat, unsur polisi dan TNI. Kami dari kelompok masyarakat penyelamat anggrek alam siap untuk ikut serta dalam pengamanan tersebut," katanya.
Dijelaskan dia, sosialisasi penetapan Hutan Pematang Damar oleh Bupati Muarojambi, Burhanudin Mahir, serta kunjungan lapangan Komandan Korem Garuda Putih/042, Letnan Kolonel Infantri Harianto, sebelumnya, harus ditindaklanjuti pegamanan hutan secara berkesinambungan.
Hutan ini juga memiliki fungsi penting dalam menjaga ketersediaan air bagi desa-desa penyangga.
Berdasarkan survei GMB, ada 80 lebih jenis anggrek endemik dalam hutan ini, termasuk spesies langka dan dilindungi seperti anggrek macan species dan anggrek bulan species. Kawasan itu juga direncanakan sebagai area konservasi anggrek dan hutan wisata.
"Ada indikasi unsur kesengajaan. Kasusnya sedang kami telusuri," kata Kepala Polda Jambi, Brigadir Jenderal Polisi Lutfi Lubihanto, secara terpisah.
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Harus ungkap,
Pembakaran Hutan Anggrek,
Polisi
Thanks for reading Polisi harus serius ungkap pembakaran hutan anggrek. Please share...!

0 Komentar untuk "Polisi harus serius ungkap pembakaran hutan anggrek"