Reporter : Juven Martua Sitompul
bom. shutterstock
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan jika rumah salah satu penyidik AJM mendapat teror bom. Untuk itu, KPK meminta pihak kepolisian segera mengusut siapa pelaku teror tersebut.
Plt Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji berharap motif dari teror bom itu bisa segera terungkap. Terlebih, pihak yang bersangkutan sudah melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.
"Penyidik yang bersangkutan sudah melaporkan kepada kepolisian setempat. (Kami berharap polisi) mengusut pelakunya dan motif yang melatarbelakangi intimidasi tersebut," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Indriyanto, sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui pemicu teror bom tersebut. Dia tidak mau berspekulasi hubungan teror bom itu dengan kasus yang sedang ditangani oleh penyidik lembaganya.
"Belum diketahui hasilnya, apakah ini persoalan pribadi ataukah terkait penanganan kasus tertentu. Ditunggu hasil pengusutannya saja dan kami percayakan kepada kepolisian setempat," pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan tempat kediaman penyidik KPK berinisial AJM di Perumahan Mediterania Regensi, Jalan Anggrek blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapat ancaman sebuah teror bom.
Benda yang diduga bom itu terbentuk dalam bungkusan kotak styrofoam dilapisi lakban hitam dengan rangkaian kabel serta diletakkan di depan gerbang rumah AJM. Mendapati benda yang diduga, pihak kepolisian setempat langsung berkoordinasi dan melakukan pengamanan dengan memanggil Tim Gegana Polri.
Menurut keterangan Ketua RT 04, Budi, teror yang terjadi di rumah AJM bukan hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, rumah AJM sudah mendapatkan teror tiga kali. Pertama, mobil bermerek Freed ditusuk sampai delapan kali. Kemudian, pada teror kedua, mobil itu kembali disiram air keras.
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan jika rumah salah satu penyidik AJM mendapat teror bom. Untuk itu, KPK meminta pihak kepolisian segera mengusut siapa pelaku teror tersebut.
Plt Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji berharap motif dari teror bom itu bisa segera terungkap. Terlebih, pihak yang bersangkutan sudah melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.
"Penyidik yang bersangkutan sudah melaporkan kepada kepolisian setempat. (Kami berharap polisi) mengusut pelakunya dan motif yang melatarbelakangi intimidasi tersebut," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Indriyanto, sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui pemicu teror bom tersebut. Dia tidak mau berspekulasi hubungan teror bom itu dengan kasus yang sedang ditangani oleh penyidik lembaganya.
"Belum diketahui hasilnya, apakah ini persoalan pribadi ataukah terkait penanganan kasus tertentu. Ditunggu hasil pengusutannya saja dan kami percayakan kepada kepolisian setempat," pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan tempat kediaman penyidik KPK berinisial AJM di Perumahan Mediterania Regensi, Jalan Anggrek blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapat ancaman sebuah teror bom.
Benda yang diduga bom itu terbentuk dalam bungkusan kotak styrofoam dilapisi lakban hitam dengan rangkaian kabel serta diletakkan di depan gerbang rumah AJM. Mendapati benda yang diduga, pihak kepolisian setempat langsung berkoordinasi dan melakukan pengamanan dengan memanggil Tim Gegana Polri.
Menurut keterangan Ketua RT 04, Budi, teror yang terjadi di rumah AJM bukan hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, rumah AJM sudah mendapatkan teror tiga kali. Pertama, mobil bermerek Freed ditusuk sampai delapan kali. Kemudian, pada teror kedua, mobil itu kembali disiram air keras.
Labels:
KPK minta polisi usut sampai tuntas,
Rumah penyidik diteror bom
Thanks for reading Rumah penyidik diteror bom, KPK minta polisi usut sampai tuntas. Please share...!

0 Komentar untuk "Rumah penyidik diteror bom, KPK minta polisi usut sampai tuntas"