Kebakaran
Gunung Merbabu Kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Merbabu
terlihat dari kawasan Ngablak, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (21/8) dini
hari. Hingga saat ini petugas dibantu warga masih melakukan upaya
pemadaman terhadap kebakaran Gunung Merbabu yang semakin meluas melahap
vegetasi yang terletak di Desa Wonolelo dan Desa Banyuroto. (ANTARA
FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
"Kebakaran itu terjadi di jalur pendakian Gunung Merbabu, yaitu di Dusun Tretes dan Dusun Bentrokan, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang pada Rabu (19/8) pukul 15.00 WIB," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Sutopo, kebakaran itu tepatnya melanda Dusun Tretes dan Bentrokan yang merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang.
"Informasi tentang kejadian (kebakaran) tersebut langsung ditanggapi oleh para relawan dari KAPPALA Suwanting dengan mengerahkan sedikitnya 30 personil," ujar dia.
"Setelah melakukan perjalanan ke lokasi selama hampir satu setengah jam, para relawan langsung berjibaku hingga pukul 24.00 (WIB) untuk memadamkan api yang saat itu masih cukup besar," lanjut Sutopo.
Namun, kata dia, pada Kamis (20/8) api kembali membesar dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar, yakni hingga mencapai 12 titik api dengan panjang wilayah yang terbakar sekitar 20 kilometer.
"Diduga angin yang agak kencang menyebabkan api yang sudah padam kembali membesar dan menjalar ke sekitarnya," ungkap dia.
Sutopo menyebutkan bahwa jarak titik api dari permukiman warga kurang lebih empat kilometer.
Untuk menanggulangi kebakaran tersebut, menurut dia, sebanyak 250 personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang, Boyolali, Klaten, relawan dan masyarakat masih berusaha membuat sekat agar api tidak meluas.
"Terbatasnya air, medan yang berat dan angin yang cukup kencang menyulitkan pemadaman," ujar Sutopo.
Sementara itu, untuk mendukung logistik, BPBD Kabupaten Magelang mendirikan dua pos dapur umum yang berlokasi di Dusun Suwanting dan Balai Desa Wonolelo.
Berdasarkan data terkini dari BNPB, selain di Sumatera dan Kalimantan, kebakaran hutan dan lahan juga melanda beberapa gunung di Jawa Tengah, seperti Gunung Merbabu, Gunung Lawu, Gunung Slamet, serta Gunung Ciremai di Jawa Barat.
"Kebakaran di lereng Gunung Lawu telah dapat dipadamkan. Lahan yang terbakar sekitar 40 hektare," ungkap Sutopo.
Terkait peningkatan jumlah bencana kebakaran lahan hutan dan gunung, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas pembakaran di sekitar gunung.
"Kondisi cuaca yang kering membuat lahan mudah sekali terbakar dan sulit dipadamkan. water bombing dengan helikopter juga sulit dilakukan karena terbatasnya persediaan air," kata Sutopo.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Belum dapat dipadamkan,
BNPB,
Kebakaran Gunung Merbabu
Thanks for reading BNPB: kebakaran Gunung Merbabu belum dapat dipadamkan. Please share...!

0 Komentar untuk "BNPB: kebakaran Gunung Merbabu belum dapat dipadamkan"