Orang
tua korban kecelakaan pesawat Trigana Air PK-YRN Matius menunjukkan
foto anaknya Eki Kimki yang menjadi penumpang pesawat nahas tersebut di
crisis center kompleks Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua,
Selasa (18/8). Tim SAR gabungan dan masyarakat pada hari Selasa 18
Agustus 2015 pukul 12.42 WIT telah menemukan lokasi kecelakaan pesawat
Trigana Air PK-YRN serta 54 jenazah korban di Kampung Oksob, Distrik
Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Evakuasi lewat udara secara umum belum bisa dilakukan karena hujanJayapura (ANTARA News) - Hujan sejak pagi dan jarak pandang yang hanya sekitar 50 meter membuat tim gabungan hingga kini belum bisa lakukan evakuasi korban pesawat Trigana yang jatuh di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
"Evakuasi lewat udara secara umum belum bisa dilakukan karena hujan," kata Komandan Korem 172/PWY Kolonel Sugiono ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Rabu.
Menurut dia, jarak pandang yang hanya bisa mencapai 50 meter juga menyebankan evakuasi lewat udara sementara ini belum bisa dilakukan.
"Kalau di lokasi, di Oksob cuaca sudah agak terang, hanya di Oksibil saja yang belum," katanya.
Namun, lanjut Sugiono yang pertama kali bertugas militer di Korem 172/PWY pada 1990 itu mengatakan tim evakuasi tetap siaga menunggu cuaca memungkinkan untuk melakukan pengangkutan para korban pesawat Trigana Air yang jatuh pada Minggu (16/8) sore.
"Personil gabungan sudah siap, kami hanya menunggu cuaca baik dan memungkin untuk terbang," katanya.
Sebelumnya, Ka Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo mengatakan 54 korban pesawat Trigana Air masih ada disekitar pegunungan Oksob karena terhambat cuaca yang tidak bersahabat.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
hambat evakuasi korban Trigana,
jarak pandang 50m
Thanks for reading jarak pandang 50m hambat evakuasi korban Trigana. Please share...!

0 Komentar untuk "jarak pandang 50m hambat evakuasi korban Trigana"