-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Lacak Tersangka Bom Bangkok, Thailand Minta Bantuan Interpol

Novi Christiastuti - detikNews
Lacak Tersangka Bom Bangkok, Thailand Minta Bantuan Interpol Sketsa wajah tersangka utama bom Bangkok (REUTERS/Royal Thai Police/Handout via Reuters)
 

Awalnya, otoritas Thailand enggan untuk minta bantuan pihak asing dalam penyelidikan insiden ledakan di dekat Kuil Erawan, yang menewaskan 21 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Hingga kini, total tiga tersangka yang tengah diburu otoritas Thailand.

"Kami mengirimkan permohonan bantuan," ucap wakil juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Kissana Phathancharoen kepada Reuters, Kamis (20/8/2015).

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Motif serangan bom ini juga belum diketahui pasti.


Kepolisian Thailand meyakini pria muda berkaos kuning yang terekam CCTV di lokasi kejadian pada 17 Agustus lalu, merupakan tersangka utama. Pada Rabu (19/8), polisi Thailand merilis sketsa wajah tersangka utama dan menyebutnya sebagai warga negara asing, namun tidak berbicara bahasa Inggris.

Kissana menyatakan, kepolisian Thailand tidak fokus pada negara atau wilayah tertentu, dengan mengajukan permohonan bantuan kepada Interpol. "Kami hanya mengirimkan modus operandi (tersangka) dan juga ciri-ciri tersangka yang kami cari," imbuhnya.

Surat perintah penangkapan bagi pria berkaos kuning yang disebut 'pria asing tak teridentifikasi' telah dikeluarkan. Selain pria berkaos kuning, polisi Thailand juga memburu dua tersangka lain yang juga terekam CCTV, yakni satu pria dengan pakaian warna merah dan satu pria berpakaian warna putih.
"Kami meyakini sedikitnya ada tiga orang yang terlibat, namun bisa juga ada lebih banyak yang terlibat," tandas Kissana.
(nvc/ita)
Labels: Bom Bangkok, Interpol, Lacak Tersangka, Minta Bantuan Interpol, Thailand

Thanks for reading Lacak Tersangka Bom Bangkok, Thailand Minta Bantuan Interpol. Please share...!

0 Komentar untuk "Lacak Tersangka Bom Bangkok, Thailand Minta Bantuan Interpol"

Back To Top