Jakarta - Tim pencarian pesawat Trigana Air di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, belum menemukan lokasi hilangnya pesawat. Tim pertama yang diterjunkan dengan komando Kapolres Kabupaten Pegunungan Bintang hingga saat ini masih belum tiba di lokasi diduga kecelakaan pesawat.
"Kapolres sudah melaporkan ke pos di sana, sampai saat ini mereka belum bisa tembus," ujar Kepala Badan SAR Jayapura, Ludiyanto saat dihubungi detikcom pukul 04.00 WIB, Senin (17/8/2015).
Tim pimpinan Kapolres tersebut telah bergerak sejak Minggu (16/8) kemarin. Pergerakan tim terhenti mengingat waktu sudah malam dan dilanjutkan pagi ini.
"Mereka off dulu. Posko pencarian dipusatkan di Koramil Oksibil," ujar pria yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) untuk evakuasi Pesawat Trigana Air tersebut.
Sedangkan Tim SAR darat yang berkumpul di Jayapura, akan digerakkan kembali setelah pihaknya mendapatkan kepastian dari tim udara. Mereka akan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi dari warga mengenai dugaan jatuhnya pesawat Trigana Air di Kamp 3, Distrik Okbape.
Setelah tim udara mengetahui keberadaan pesawat Trigana Air, tim darat baru akan digerakkan menuju area tersebut. Belum dapat dipastikan kapan tim darat akan bergerak. Pihaknya harus benar-benar cermat mengatur pergerakan tim mengingat medan yang akan mereka tempuh tidak mudah.
Medan dari Oksibil menuju Kamp 3 berupa pegunungan terjal berbatu dan curam dengan hutan yang lebat. Tidak mudah melintasi area tersebut. Perjalanan normal saja memakan waktu sekitar 3 hari.
"Jadi kita gerakkan tim udara dulu dengan heli. Setelah mendapatkan titik yang pasti, tim darat akan kami gerakkan," terangnya.
Berbagai unsur yang bergabung dalam pencarian dan evakuasi tersebut adalah dari pihak Polres Kabupaten Pegunungan Bintang, Koramil, pengamanan perbatasan, tim kesehatan, Satpol PP hingga tim masyarakat umum. "Ada sekitar 8-10 unsur yang bergabung," ujarnya.
(khf/fdn)
"Kapolres sudah melaporkan ke pos di sana, sampai saat ini mereka belum bisa tembus," ujar Kepala Badan SAR Jayapura, Ludiyanto saat dihubungi detikcom pukul 04.00 WIB, Senin (17/8/2015).
Tim pimpinan Kapolres tersebut telah bergerak sejak Minggu (16/8) kemarin. Pergerakan tim terhenti mengingat waktu sudah malam dan dilanjutkan pagi ini.
"Mereka off dulu. Posko pencarian dipusatkan di Koramil Oksibil," ujar pria yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) untuk evakuasi Pesawat Trigana Air tersebut.
Sedangkan Tim SAR darat yang berkumpul di Jayapura, akan digerakkan kembali setelah pihaknya mendapatkan kepastian dari tim udara. Mereka akan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi dari warga mengenai dugaan jatuhnya pesawat Trigana Air di Kamp 3, Distrik Okbape.
Setelah tim udara mengetahui keberadaan pesawat Trigana Air, tim darat baru akan digerakkan menuju area tersebut. Belum dapat dipastikan kapan tim darat akan bergerak. Pihaknya harus benar-benar cermat mengatur pergerakan tim mengingat medan yang akan mereka tempuh tidak mudah.
Medan dari Oksibil menuju Kamp 3 berupa pegunungan terjal berbatu dan curam dengan hutan yang lebat. Tidak mudah melintasi area tersebut. Perjalanan normal saja memakan waktu sekitar 3 hari.
"Jadi kita gerakkan tim udara dulu dengan heli. Setelah mendapatkan titik yang pasti, tim darat akan kami gerakkan," terangnya.
Berbagai unsur yang bergabung dalam pencarian dan evakuasi tersebut adalah dari pihak Polres Kabupaten Pegunungan Bintang, Koramil, pengamanan perbatasan, tim kesehatan, Satpol PP hingga tim masyarakat umum. "Ada sekitar 8-10 unsur yang bergabung," ujarnya.
(khf/fdn)
Labels:
Belum Temukan Trigana Air,
SAR,
Tim Pencari,
Yang Dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang
Thanks for reading SAR: Tim Pencari yang Dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang Belum Temukan Trigana Air. Please share...!

0 Komentar untuk "SAR: Tim Pencari yang Dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang Belum Temukan Trigana Air"