Jakarta - DPR akan menerima kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde. DPR tak mau berbicara soal penawaran hutang karena Indonesia masih trauma dengan IMF.
"DPR agendanya akan menerima direktur IMF sekitar pukul 12.00 WIB," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
Lagarde akan ke DPR usai mengunjungi Presiden Jokowi dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Kunjungan Lagarde ke Parlemen Pusat adalah dalam rangka kunjungan kehormatan (courtesy call).
"Pimpinan DPR, Pimpinan Banggar (Badan Anggaran), dan Pimpinan Komisi XI akan menerima pihak IMF," kata Taufik.
Dia meyakinkan, DPR tak akan berkompromi soal pembicaraan utang dari IMF. Dan sebelumnya IMF-pun menyatakan memang tak akan menawarkan utang.
"Kalau menawarkan, kalau kita enggak butuh maka tak perlu diterima," ujar politisi PAN ini.
Terlebih, trauma Indonesia terhadap IMF pada peristiwa krisis moneter 1997 masih terbayang. Saat itu, Direktur Pelaksana IMF Michael Camdessus bersedekap mengawasi Presiden Soeharto menandatangani nota kesepakatan hutang.
"Semua traumatik dengan Michael Camdessus yang melipat tangan di dadanya, di samping Pak Harto ketika itu. Itu simbol yang kondisinya sangat kurang begitu menyenangkan dalam kondisi kita yang sedang tertekan," ingatnya.
Namun sekarang, Indonesia sudah lebih gagah dibanding 1997. Indonesia akan menghadapi IMF dengan lebih mantap.
(dnu/hri)
"DPR agendanya akan menerima direktur IMF sekitar pukul 12.00 WIB," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
Lagarde akan ke DPR usai mengunjungi Presiden Jokowi dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Kunjungan Lagarde ke Parlemen Pusat adalah dalam rangka kunjungan kehormatan (courtesy call).
"Pimpinan DPR, Pimpinan Banggar (Badan Anggaran), dan Pimpinan Komisi XI akan menerima pihak IMF," kata Taufik.
Dia meyakinkan, DPR tak akan berkompromi soal pembicaraan utang dari IMF. Dan sebelumnya IMF-pun menyatakan memang tak akan menawarkan utang.
"Kalau menawarkan, kalau kita enggak butuh maka tak perlu diterima," ujar politisi PAN ini.
Terlebih, trauma Indonesia terhadap IMF pada peristiwa krisis moneter 1997 masih terbayang. Saat itu, Direktur Pelaksana IMF Michael Camdessus bersedekap mengawasi Presiden Soeharto menandatangani nota kesepakatan hutang.
"Semua traumatik dengan Michael Camdessus yang melipat tangan di dadanya, di samping Pak Harto ketika itu. Itu simbol yang kondisinya sangat kurang begitu menyenangkan dalam kondisi kita yang sedang tertekan," ingatnya.
Namun sekarang, Indonesia sudah lebih gagah dibanding 1997. Indonesia akan menghadapi IMF dengan lebih mantap.
(dnu/hri)
Labels:
Akan Terima Kunjungan Bos IMF,
DPR,
Tak Akan Bicara Utang
Thanks for reading DPR Akan Terima Kunjungan Bos IMF, Tak Akan Bicara Utang. Please share...!

0 Komentar untuk "DPR Akan Terima Kunjungan Bos IMF, Tak Akan Bicara Utang"