ilustrasi
Jarak Pandang Berbahaya Sejumlah pekerja memperbaiki pembatas jalan
ketika kabut asap pekat menyelimuti Kabupaten Siak, Riau, Selasa (15/9).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru
menyatakan asap kebakaran lahan dan hutan menurunkan jarak pandang di
sebagian wilayah Riau hingga tinggal menyisakan 50 meter hingga 700
meter, sehingga berbahaya bagi transportasi darat dan udara. (ANTARA
FOTO/FB Anggoro) ()
"Beberapa hari sebelumnya kabut asap semakin tebal, namun dengan hujan hari ini Senin 28 September 2015 sejumlah wilayah mulai terang," kata salah satu warga Indragiri Hulu, Heri (45) di Rengat, Senin.
Menurut dia, semua warga Inhu berharap kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Rengat, Pematang Reba, Pasir Penyu semakin menipis bahkan hilang hingga masyarakat dapat beraktivitas dengan baik.
Sejumlah petani tidak bisa turun ke ladang karena kabut, selain jalan tidak nampak juga didalam kebun seperti dalam gua kelihatan gelap, jika ini terus terjadi akan mempengaruhi ekonomi warga.
"Selain itu siswa kembali diliburkan oleh Dinas Pendidikan hingga Rabu (30/9) mendatang," ujarnya.
Menurut dia lahan terbakar banyak yang gambut sehingga untuk mati keseluruhan mungkin sulit apalagi jika hujan sebentar saja oleh karena itu kabut asap tetap terlihat tebal dan diduga kiriman asap dari daerah lain masuk ke Indragiri Hulu.
Salah satu siswa SMA Rengat Windi juga mengatakan libur sekolah sudah mencapai dua minggu, jika kabut berlanjut ini berbahaya karena tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
"Kami khawatir terkena penyakit ISPA, dalam ruangan pun gelap," ujarnya.
Ia juga mengatakan banyak siswa yang kos pada pulang kampung, karena libur sekolah, khawatirnya belajar dirumah kurang efektifsementara mid semester sudah dekat.
Salah satu orang tua Siswa, Parni (43) mengatakan, yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Inhu sudah tepat dengan meliburkan sekolah karena berisiko terhadap kesehatan pelajar.
"Saya berdoa agar hujan ini bisa meredakan asap hingga semau aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali," ujarnya.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Ikuti berita dalam topik #
Kabut Asap
Labels:
Bersyukur hujan mulai turun,
Masyarakat Riau
Thanks for reading Masyarakat Riau bersyukur hujan mulai turun. Please share...!

0 Komentar untuk "Masyarakat Riau bersyukur hujan mulai turun"