Menteri
Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, memberikan paparan terkait pembentukan
kader bela negara di Jakarta, Senin (12/10). (ANTARA FOTO/Rivan Awal
Lingga)
Jakarta
(ANTARA News) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memiliki daftar
ancaman bagi Indonesia secara nonmiliter yang harus diwaspadai karena
bisa menghancurkan bangsa ini, baik secara cepat atau lambat.
Dia
katakan itu kepada pers terkait program kerja Kementerian Pertahanan
tentang pembentukan 4.500 kader bela negara di 45 kabupaten dan kota di
seluruh Indonesia dalam waktu dekat ini.
Secara resmi, pendadaran kader bela negara ini dilaksanakan secara serentak pada 19 Oktober nanti.
Dia
tegaskan, pendadaran ini bukan wajib militer; apakah itu meniru atau
mengacu pada negara-negara lain. “Ini implementasi dari hak dan
kewajiban warga negara kepada bangsa dan negaranya. Kita sadarkan secara
lebih nyata kecintaan pada Tanah Air, itu juga bentuk bela negara,”
kata dia.
Menurut dia, ancaman nirmiliter itu diklasifikasikan menjadi delapan kategori.
Dia memulai dari terorisme yang menjadi musuh bersama semua bangsa. Indonesia telah berkali-kali menjadi sasaran jaringan teroris.
Bencana alam
juga menjadi potensi ancaman tersendiri, terkhusus Indonesia berada di
lingkar Cincin Api yang bisa dipastikan menjadi negara yang harus bisa
menanggulangi bencana alam.
“Juga
mencegah dampak lebih buruk. Itu sebabnya, dalam mengakusisi
persenjataan dan sistem persenjataan harus bisa dikerahkan secara
terintegrasi untuk keperluan itu,” kata dia.
Dia
mencontohkan rencana pembelian pesawat angkut berat dan wahana amfibi
yang bisa dikerahkan untuk memobilisasi personel penanggulangan bencana
atau logistik terkait. “Termasuk pesawat terbang amfibi,” kata dia.
Berikutnya adalah pelanggaran perbatasan negara.
“Lihat saja yang terjadi di antara kedua Korea, kalau ada sedikit saja
pelanggaran perbatasan negara, perang bisa terjadi. Jadi perbatasan
negara ini masalah sangat serius,” katanya.
Setelah itu adalah potensi ancaman dari gerakan separatisme,
yang dia katakan, “Walau telah semakin mengecil, namun tetap ada dan
harus diwaspadai secara seksama sekaligus mencari cara untuk merangkul
mereka.”
Penyebaran penyakit
juga menjadi hal yang dia catat sebagai potensi ancaman bangsa ini, di
antara yang paling terkenal adalah virus MERS dan ebola ataupun flu
burung.
Sebagai negara terbuka, kata dia, Indonesia sangat rawan atas potensi serangan siber dari
mancanegara. “Itu sebabnya akan dibentuk pasukan siber yang terdiri
dari warga negara potensial. Anak-anak muda yang berbakat dan ingin
mengabdikan dirinya akan direkrut,” kata dia.
Selanjutnya adalah narkoba,
yang menurut dia telah menciptakan angka pecandu sampai 4,5 juta orang
dengan 1,5 di antaranya sudah sangat sukar direhabilitasi. “Itu angka
dua bulan lalu, sekarang mungkin sudah lebih banyak lagi,” kata dia.
Yang terakhir adalah infiltasi budaya
dan nilai-nilai, yang dia bilang telah masuk secara perlahan,
sistematis, dan “terprogram”. “Mereka masuk sedikit dulu, lalu menyebar.
Targetnya jelas, bangsa ini hancur atau paling tidak menjadi lebih
lemah,” kata dia.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Delapan ancaman negara nirmiliter,
Menteri Pertahanan
Thanks for reading Delapan ancaman negara nirmiliter menurut Menteri Pertahanan. Please share...!

0 Komentar untuk "Delapan ancaman negara nirmiliter menurut Menteri Pertahanan"