-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Pengelola kebun raya Asia Tenggara bertemu di Bedugul


Pengelola kebun raya Asia Tenggara bertemu di Bedugul
Kebun Raya Bedugul di Tabanan, Bali, yang luasnya 157,5 hektare memiliki lebih dari 2.000 spesies tanaman hutan hujan tropis Indonesia dan merupakan obyek wisata andalan di Kabupaten Tabanan selain Tanah Lot. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana) 
 
Tabanan (ANTARA News) - Para pengelola kebun raya di Asia Tenggara bertemu di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Bali, dalam acara Southeast Asia Botanic Gardens Network Meeting yang berlangsung 2-5 November.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Iskandar Zulkarnain di Bedugul, Senin, mengatakan beberapa negara di luar ASEAN seperti Jepang dan Meksiko juga mengirimkan perwakilan ke pertemuan itu.

Selain itu hadir juga perwakilan dari Tiongkok, Taiwan, Australia, Amerika Serikat, Inggris dan Seychelles.

Dia menjelaskan ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Asia Tenggara makin meningkat dan upaya konservasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Kekuatan jejaring kebun raya regional sangat perlu dikembangkan untuk lebih aktif lagi memperjuangkan dan menyuarakan konservasi tumbuhan di tingkat dunia," kata dia.

"Tak hanya itu, upaya konservasi setiap negara harus dilakukan secara serius, seperti Indonesia yang saat ini serius menyikapi pendataan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayatinya," katanya.

Ia mengatakan Indonesia saat ini membuat berbagai kebijakan nasional terkait konservasi sumber daya hayati dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP).

"Termasuk pula berbagai legislasi terkait keanekaragaman ekosistem hingga keanekaragaman genetik," katanya.


Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati menjelaskan, Indonesia juga menjadi negara ke-26 yang meratifikasi Protokol Nagoya untuk melindungi sumber daya hayati.

Ia menjelaskan Protokol Nagoya mengatur akses pada sumber daya genetika dan pembagian keuntungan yang adil dari pemanfaatannya sesuai Konvensi Keragaman Hayati di suatu negara.

Ratifikasi Protokol Nagoya, menurut dia, memungkinkan pembagian manfaat sumber daya hayati secara adil dan seimbang bagi masyarakat dan penduduk lokal dan meningkatkan kerja sama multisektoral yang melibatkan masyarakat lokal, swasta dan lembaga internasional.

"Tantangannya adalah bagaimana membangun otoritas nasional yang bersifat multisektoral sebagai lembaga pengelola sumber daya genetika Indonesia," kata dia.

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels: Asia Tenggara, Bertemu, di Bedugul, Pengelola kebun raya

Thanks for reading Pengelola kebun raya Asia Tenggara bertemu di Bedugul. Please share...!

0 Komentar untuk "Pengelola kebun raya Asia Tenggara bertemu di Bedugul"

Back To Top