-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

BPK : persepsi nilai kerugian negara harus sama

BPK : persepsi nilai kerugian negara harus sama
ilustrasi - Penggunaan Rupiah di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (1/7/2015). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
 Satu rupiah di sebuah lembaga, misalnya BPK, bisa berbeda di lembaga-lembaga lain, mungkin karena inflasi, nilai tukar atau aspek politik. Ini yang perlu disamakan, satu paham dalam pengukurannya,"

Menurut dia ini penting karena ada beberapa lembaga yang bergerak di ranah pengawasan dan pemeriksaan kerugian negara, seperti BPK, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Jika tidak ada sinergi antarlembaga ini, besaran jumlah uang rakyat yang digunakan tidak sesuai peruntukannya menjadi tidak pasti, sesuai sudut pandang lembaga yang bersangkutan.

Perbedaan ini tentu akan menimbulkan selisih jumlah yang merugikan rakyat.

Harry mengaku dirinya telah menyampaikan hal ini kepada Presiden Joko Widodo, yang berjanji akan menindaklanjuti permasalahan ini melalui menteri yang ditunjuk.

Selain itu, dia juga sudah membicarakan hal itu dengan pimpinan KPK.

"Anggaran sebesar satu rupiah harus diperiksa dengan betul-betul karena ini berkaitan dengan kesejahteraan rakyat," tutur Harry. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: BPK, Harus sama, Nilai kerugian negara, Persepsi

Thanks for reading BPK : persepsi nilai kerugian negara harus sama. Please share...!

0 Komentar untuk "BPK : persepsi nilai kerugian negara harus sama"

Back To Top