-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Tim pendaki WISSEMU kibarkan Merah Putih di puncak Aconcagua

Tim pendaki WISSEMU kibarkan Merah Putih di puncak Aconcagua
Gunung Aconcagua (hutan-gunung.blogspot.com)


Perjalanan menuju puncak gunung di Argentina itu dimulai pada 30 Januari, tim berangkat pukul 04.30 waktu setempat (14.30 WIB), dengan menempuh perjalanan selama 12 jam. 

"Kabar terakhir yang didapat dari komunikasi via telepon satelit, Minggu pukul 21.11 WIB, saat itu tim berada di Refugio Berlin atau ketinggian 5.930 mdpl untuk beristirahat sebelum turun ke Mendoza, Senin 1 Februari," katanya. 

Setelah berhasil mengibarkan Merah Putih di puncak Gunung Aconcagua, tim akan pulang ke Tanah Air melalui Buenos Aires pada 5 Februari.

"Kondisi semua anggota tim sehat," katanya. 
Pendakian 


Pendakian yang dilakukan Tim WISSEMU, jelasnya, mengambil jalur normal. Pada 20 Januari, tim mencapai base camp Plaza De Mulas (4.250 mdpl) untuk beristirahat dan memilah logistik.

Setelah itu pendakian berlanjut ke Plaza Canada (4.900 mdpl) pada 25 Februari, Nido De Condores (5.400 mdpl) pada 26 Januari, dan Refugio Berlin (5.930 mdpl) pada 29 Januari sebelum berangkat ke puncak Aconcagua. 

Gunung Aconcagoa adalah gunung tertinggi di Benua Amerika Selatan yang terletak di Provinsi Mendoza, Argentina. Aconcagoa menjadi puncak keempat yang berhasil dicapai Tim WISSEMU. 

Gunung ini terletak di jajaran Pegunungan Andes dan terkenal memiliki cuaca dingin yang ekstrem ditambah badai angin yang sangat berbahaya dan dikenal dengan sebutan El Viento Blanco. 

"Angin kencang yang kabarnya dapat mencapai 90 km/jam bertiup bersama dengan kabut yang ditambah dengan hujan salju merupakan gambaran sederhana dari badai berbahaya ini," kata Alfos. 

Menurut beberapa pemberitaan media, El Viento Blanco juga diduga menjadi penyebab meninggalnya salah satu pendaki berpengalaman dari Indonesia yakni (Alm) Norman Edwin dan rekannya (Alm) Didiek Samsu pada tahun 1992, pada saat melakukan ekspedisi Seven Summits. 

Dalam melakukan pendakian Tim WISSEMU sempat merasakan angin kencang dan suhu mencapai minus 10 derajat celcius di Refugio Berlin. 

"Menurut pantauan cuaca kala itu, selama pendakian Tim WISSEMU selalu berhadapan dengan angin kencang mencapai 50 km/jam," katanya. 
Alfos mengatakan Tim WISSEMU terdiri atas tiga orang mahasiswa aktif Universitas Katolik Parahyangan yakni Fransiska Dmitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi Lestari (22), dan Dian Indah Carolina (20). 

"Sebelumnya tiga wanita dalam Tim WISSEMU ini telah mencapai sejumlah puncak gunung di antaranya, Kilimanjaro pada 24 Mei 2015 dan puncak Gunung Elbrus pada 15 Mei 2015, Carstensz Pyramid pada 2014 dalam rangkaian ekspedisi menggapai tujuh puncak tertinggi di tujuh benua," katanya. 

COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: Aconcagua, Di puncak, Kibarkan Merah Putih, Tim pendaki, WISSEMU

Thanks for reading Tim pendaki WISSEMU kibarkan Merah Putih di puncak Aconcagua. Please share...!

0 Komentar untuk "Tim pendaki WISSEMU kibarkan Merah Putih di puncak Aconcagua"

Back To Top