Polda Bali siapkan rekayasa lalin "Pengerupukan" Nyepi
Tiga petugas keamanan adat Bali atau Pecalang berpatroli di jalan Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (21/3/15). (ANTARA FOTO/Panji Anggoro)
Pasti akan ada peralihan arus lalu lintas
Denpasar (ANTARA News) - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Bali menyiapkan rekayasa lalu lintas pada saat "Pengerupukan" atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
"Kami akan berkoordinasi dengan satuan wilayah, di masing-masing satuan wilayah sudah ada prosedur tetapnya," kata Kepala Sub-Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Putu Dedy Ujiana yang ditemui seusai pelatihan awak angkutan di Kuta, Kabupaten Badung, Kamis.
Polisi, lanjut dia, akan memberikan prioritas perhatian pada sejumlah titik di kawasan tertentu yang menjadi sentra keramaian saat Pengerupukan.
"Yang menuju dan dari posisi itu akan kami rekayasa. Pasti akan ada peralihan arus lalu lintas," imbuh mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar itu.
Selain peralihan arus lalu lintas, pihaknya juga akan melakukan buka tutup arus kendaraan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.
Di Kota Denpasar, di setiap perempatan jalan di sejumlah titik dipastikan akan diramaikan dengan kegiatan upacara dan dilanjutkan dengan pawai "ogoh-ogoh" atau patung raksasa menyimbolkan sifat buruk.
Beberapa titik keramaian di Denpasar itu di antaranya kawasan Catur Muka Lapangan Puputan Badung dan di perempatan Tohpati.
Sehari menjelang Nyepi atau Pengerupukan, umat Hindu menggelar ritual "Tawur Kesanga" dengan mengadakan ritual "mecaru" atau penyucian alam semesta dari pengaruh negatif.
Sore harinya dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan sifat buruk Bhutakala yang harus dieliminasi menyambut Tahun Baru Caka 1938.
Polisi, lanjut dia, akan memberikan prioritas perhatian pada sejumlah titik di kawasan tertentu yang menjadi sentra keramaian saat Pengerupukan.
"Yang menuju dan dari posisi itu akan kami rekayasa. Pasti akan ada peralihan arus lalu lintas," imbuh mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar itu.
Selain peralihan arus lalu lintas, pihaknya juga akan melakukan buka tutup arus kendaraan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.
Di Kota Denpasar, di setiap perempatan jalan di sejumlah titik dipastikan akan diramaikan dengan kegiatan upacara dan dilanjutkan dengan pawai "ogoh-ogoh" atau patung raksasa menyimbolkan sifat buruk.
Beberapa titik keramaian di Denpasar itu di antaranya kawasan Catur Muka Lapangan Puputan Badung dan di perempatan Tohpati.
Sehari menjelang Nyepi atau Pengerupukan, umat Hindu menggelar ritual "Tawur Kesanga" dengan mengadakan ritual "mecaru" atau penyucian alam semesta dari pengaruh negatif.
Sore harinya dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan sifat buruk Bhutakala yang harus dieliminasi menyambut Tahun Baru Caka 1938.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels:
"Pengerupukan",
Nyepi,
Polda Bali,
Rekayasa lalin,
Siapkan
Thanks for reading Polda Bali siapkan rekayasa lalin "Pengerupukan" Nyepi. Please share...!

0 Komentar untuk "Polda Bali siapkan rekayasa lalin "Pengerupukan" Nyepi"