-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Ribuan ternak mati akibat musim dingin di Mongolia

Ribuan ternak mati akibat musim dingin di Mongolia
Ilustrasi - Sekawanan kuda berlari di padang rumput di Xilin Gol, Kawasan Otonomi Mongolia Dalam, Tiongkok, Kamis (31/7/2014). (ANTARA FOTO/REUTERS/Jacky Chen/ox/14.)


Musim dingin yang berat terjadi setelah musim panas ekstrem, yang menjadi jenis pola cuaca unik bagi negara yang tak memiliki laut tersebut dan disebut "Zud". "Zud" terakhir melanda Mongolia pada awal 2010, dan menewaskan lebih dari sembilan juta ternak.

Ternak kekurangan lahan rumput akibat cuaca panas saat kemarau lalu, dan gagal menggemuk sebelum musim dingin, lapor Xinhua. Salju tebal yang turun pada penghujung Februari, ternak makin sulit menemukan dan memakan rumput di bawah lapisan salju.

Masyarakat Palang Merah Mongolia telah meminta bantuan bahan-bahan yang diperlukan oleh peternak di berbagai provinsi terpencil, tapi bantuan yang diperoleh tidak cukup.

Temperatur merosot sampai ke titik 37 derajat Celsius di bawah nol pada Maret. Prakiraan cuaca mengatakan temperatur akan segera naik dalam beberapa hari ke depan.

Peternakan memiliki kepentingan besar buat negara Asia itu, yang memiliki populasi sebanyak tiga juta jiwa.

Jumlah dari Kantor Statistik Nasional Mongoli memperlihatkan ada sebanyak 56 juta hewan di negeri itu sampai akhir tahun lalu.

(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: Akibat musim dingin, di Mongolia, Mati, Ternak

Thanks for reading Ribuan ternak mati akibat musim dingin di Mongolia. Please share...!

0 Komentar untuk "Ribuan ternak mati akibat musim dingin di Mongolia"

Back To Top