-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Kapolda Bali ingatkan perhotelan deteksi dini terorisme

Kapolda Bali ingatkan perhotelan deteksi dini terorisme
Pengamanan Kawasan Wisata Bali Seorang polisi mengawasi aktivitas wisatawan dan masyarakat di kawasan Monumen Bom Bali, Kuta, Jumat (15/1). Kawasan wisata dan sejumlah obyek vital di Bali diawasi dengan ketat oleh aparat kepolisian pascaledakan bom di Jakarta. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww/16. ()
"Satuan pengamanan harus dilatih perlu deteksi dini untuk setiap kondisi yang patut diduga berpotensi membuat gangguan," katanya dalam sebuah seminar terkait penanggulangan terorisme di hotel dan restoran, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Minggu.

Ia siap membantu perhotelan dan restoran apabila memerlukan pelatihan kepada satuan pengamanan yang digelar di Sekolah Polisi Negara di Singaraja.

Dia meminta petugas keamanan agar tidak lengah dalam melakukan pemeriksaan kepada setiap pengunjung termasuk tamu yang menginap di hotel.

Ia meminta agar hotel dan restoran melengkapi setiap sudut ruangan dengan kamera pengawas atau CCTV.

"Saya imbau untuk hotel dan restoran melengkapi pengamanan minimal CCTV," ujarnya.

CCTV, lanjut dia, telah banyak membantu kinerja kepolisian mengungkap permasalahan salah satunya peristiwa peledakan bom di hotel JW Mariot di Jakarta yang terungkap berkat rekaman CCTV.

Tidak hanya itu, ia juga mengimbau apabila memungkinkan untuk melengkapi dengan pendeteksi logam dan "security gate".

Pihak hotel dan restoran juga diharapkan mendayagunakan aparat keamanan adat khas Bali atau Pecalang membantu pengamanan wilayah.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antispasi terhadap aksi terorisme dan aksi kejahatan lain.

Mengingat sebagai daerah tujuan wisata dunia, isu keamanan sangat rentan bagi Bali.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: Deteksi dini, Ingatkan perhotelan, Kapolda Bali, Terorisme

Thanks for reading Kapolda Bali ingatkan perhotelan deteksi dini terorisme. Please share...!

0 Komentar untuk "Kapolda Bali ingatkan perhotelan deteksi dini terorisme"

Back To Top