-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Jusuf Kalla hadiri "open house" Jokowi di Yogyakarta

Jusuf Kalla hadiri "open house" Jokowi di Yogyakarta

Jusuf Kalla hadiri
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) saat acara open house Idul Fitri 1437 H di Istana Kepresidenan, Yogyakarta, Sabtu (9/7). Presiden Jokowi bertemu dengan Wakli Presiden Jusuf Kalla untuk merayakan Idulfitri 1437 H bersama warga Yogyakarta di Istana Kepresidenan. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/16).
Yogyakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla turut hadir di acara "open house" Presiden Jokowi yang digelar di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Wapres JK hadir di Gedung Agung, Yogyakarta, Sabtu, sekitar pukul 11.40 WIB untuk bersilaturahim dan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo.

Kehadiran Wakil Presiden tersebut sekaligus turut mengakhiri acara "open house" Presiden dalam kesempatan kali ini.


Pertemuan Presiden dan Wapres itu merupakan untuk pertama kalinya sejak perayaan Idul Fitri tahun ini.
Selain Wapres JK, turut hadir mendampingi Presiden ketika bersalam-salaman dengan masyarakat di lobi Gedung Agung di antaranya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X bersama GKR Hemas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan istri, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan istri.
Dalam "open house" yang baru pertama kali diadakan di Gedung Agung ini, diperkirakan sekitar 2.000 masyarakat Yogyakarta dari berbagai kalangan hadir untuk bertemu langsung dan bersalam-salaman dengan Presiden Joko Widodo. 
Usai bersalaman dengan Presiden Joko Widodo, masyarakat yang hadir dipersilakan untuk menikmati jamuan hidangan yang telah dipersiapkan di sekitar sisi utara Gedung Agung.

Sejumlah warga yang hadir dan dapat berjabat tangan langsung dengan Presiden Joko Widodo dalam kesempatan kali ini mengaku sangat gembira. 
Presiden Joko Widodo menggelar acara "open house" bersama masyarakat di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Agung. 
Masyarakat sekitar yang antusias untuk dapat bertemu langsung dengan Presiden sudah mulai mengantre sejak pukul 07.30 WIB pagi di depan pintu utama Gedung Agung.

Sekitar pukul 09.30 WIB, suasana kompleks Gedung Agung yang semula tenang mendadak riuh dengan tepuk tangan masyarakat begitu iring-iringan mobil Presiden tiba. 

Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Gedung Agung Yogyakarta dan langsung bertutur sapa dengan masyarakat yang telah menunggu. 
Saat itu, Presiden Joko Widodo tampak mengenakan pakaian batik lengan panjang berwarna cokelat, sementara Ibu Iriana mengenakan gamis dan jilbab berwarna putih.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Prabowo Subianto tidak gelar "open house"

Prabowo Subianto tidak gelar "open house"

Prabowo Subianto tidak gelar
Ariseno Ridhwan. (twitter.com)
 Pak Prabowo tidak ada open house hari Lebaran ini."
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak menggelar silaturahim terbuka di kediamannya (open house) dalam perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah atau Lebaran tahun ini.

"Pak Prabowo tidak ada open house hari Lebaran ini," kata Kepala Departemen Informasi Publik dan Media Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ariseno Ridhwan, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, Prabowo Subianto tidak mau merepotkan keluarga besar Partai Gerindra dan pendukungnya.

"Prabowo Subianto memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada lingkungannya untuk bersilahturahmi bersama keluarganya di hari kemenangan tersebut," ujar Ariseno.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (Oso) menggelar silaturahim secara terbuka di kediamannya bertepatan hari raya Idul Fitri.

"Dari dulu begini," ujar Oso.


Makanan khas Lebaran pun disajikan Oso, selain menu daerah maupun internasional, antara lain ketupat mahakam, bebek bumbu kare, soto padang dan sushi.

Sejumlah pejabat negara dan tokoh masyarakat terlihat hadir dalam acara yang digelar Oso, antara lain Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan E.E.Mangindaan nampak hadir saat itu.

Ketua DPR RI Ade Komaruddin dan Sekretaris Jenderal MPR RI Maruf Cahyono beserta keluarga juga menyempatkan diri bersilaturahim ke kediaman Oso.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pejabat dan dubes hadiri "open house" Lebaran Oesman Sapta

Pejabat dan dubes hadiri "open house" Lebaran Oesman Sapta

Pejabat dan dubes hadiri
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta (tengah, berbaju putih) didampingi E.E. Mangindaan (paling kiri) dan Duta Besar Kanada (paling kanan) Donald Bobiash, dalam gelaran "open house" Lebaran di kediaman Oesman Sapta, di Jakarta, Rabu (6/7). (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)
Jakarta (ANTARA News) - Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang atau akrab disapa Oso kembali menggelar open housebertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri.

Penganan seperti ketupat mahakam, bebek bumbu kare, soto padang dan sushi, turut mewarnai gelaran open house Oesman saat itu.

"Dari dulu begini," ujar Oesman di Jakarta, Rabu.

Sejumlah pejabat negara antara lain Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan lalu Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan E.E.Mangindaan nampak hadir saat itu.

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono beserta keluarga dan Ketua DPR RI Ade Komaruddin juga menyempatkan diri bersilaturahim ke kediaman Oso.

Tak hanya itu, adapula Duta besar dari beberapa negara antara lain Ivan Hotek (Duta Besar Ceko untuk Indonesia), Donald Bobiash (Duta Besar Kanada), lalu, Johanna Brismar Skoog (Duta Besar Swedia) dan Nazmul Quaunine (Duta Besar Bangladesh).

Di sela acara, Oesman sempat berujar perihal magnet Jakarta bagi pendatang terutama pasca Lebaran seperti saat ini.

"Namanya ibu kota selalu menjadi sasaran bagi semua (pendatang). Dimanapun di dunia. Menjadi tempat mereka mendapatkan lapangan pekerjaan, karena tingkat upahnya lebih tinggi dari daerah," kata dia.

"Makin hari makin mahal kehidupan di kota. Masyarakat kecil tentu mengambil kesempatan itu. Di sini tempat orang mengadu nasib, kepintaran," tambah Oesman.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dubes Inggris "open house" anak penyandang disabilitas Indonesia

Dubes Inggris "open house" anak penyandang disabilitas Indonesia


Dubes Inggris
Pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish Natalia Tjahja (berpakaian hitam) dan istri Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rachel Malik (kiri) di kediaman Dubes Moazzam Malik di Jakarta, Sabtu. (Sella Panduarsa Gareta)
 
Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menggelar "open house" atau menerima kedatangan anak-anak penyandang disabilitas Indonesia dari Yayasan Maria Monique Lastwish di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta.

"Biasanya, saya menggelar acara untuk para menteri atau pejabat di rumah saya. Ini pertama kali saya menerima tamu anak-anak penyandang disabilitas, dan saya sangat bahagia," kata Moazzam Malik di Jakarta, Sabtu.

Moazzam menyampaikan bahwa setiap manusia pasti mendapatkan ujian dari Tuhan, namun yang terpenting adalah bersikap optimis bahwa harapan selalu ada.

Moazzam, yang sepanjang acara terlihat mengobrol dengan anak-anak penyandang disabilitas dan orang tuanya mengaku tersentuh saat mendengar mimpi dan harapan mereka dalam kehidupan.

"Saya katakan bahwa dengan berdoa dan terus optimis, Insyaa Allah anak-anak akan mencapai mimpinya," kata Moazzam.

Sementara itu, pendiri Yayasan Maria Monique Lastwish Natalia Tjahja mengatakan bahwa acara yang digagasnya tersebut bertajuk Maria Monique Remember 2015.

"Pada 2015, Maria Monique Remember digelar di Kedubes Amerika Serikat sebagai pembuka, Kedubes Rusia dan terakhir di kediaman Dubes Inggris," kata Natalia.
Pada kesempatan tersebut, Natalia memperkenalkan sebuah film non profit yang disutradarainya, untuk anak-anak kurang beruntung di seluruh dunia, yang telah dibantu oleh yayasannya.

Film berjudul "From The Heart" tersebut sudah diputar secara gratis di Jakarta, Filipina dan akan diputar di Afrika Selatan dan Singapura pada akhir November 2015 Natalia juga berkesempatan memberikan sebuah lagu yang dikarangnya untuk Pangeran William dan Kate Middleton kepada pihak Kedubes Inggris berjudul "Return of The Ring", yang menceritakan tentang cincin milik Putri Diana yang saat ini dikenakan Kate.

"Puteri Diana memiliki banyak kebaikan selama hidupnya yang menginspirasi. Sehingga kami ingin mempersembahkan lagu ini untuk Inggris," kata Natalia.

Sebanyak sepuluh anak penyandang disabilitas saat itu mendapatkan berbagai hadiah yang mereka inginkan dari yayasan tersebut.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top