-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Lebaran berlangsung aman, Hidayat Nur Wahid apresiasi kinerja polisi

Lebaran berlangsung aman, Hidayat Nur Wahid apresiasi kinerja polisi

Lebaran berlangsung aman, Hidayat Nur Wahid apresiasi kinerja polisi
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (MPR)
"Alhamdulillah, Lebaran di Indonesia berjalan aman. Sampai detik ini saya tidak mendengar adanya bom. Memang seharusnya tidak ada yang menodai hari fitri sekarang ini dengan bom. Saya berterima kasih pada aparat kepolisian yang telah melakukan pengamanan dengan efektif," ujar dia, di Jakarta, Rabu.  
Kendati begitu, dia menyayangkan serangan ledakan di Solo, lalu tiga kota di Arab Saudi, yakni Jeddah, Qatif dan Madinah serta beberapa kota lain seperti Istanbul, Dhaka, dan Solo pada bulan Ramadhan beberapa waktu lalu. 

Menurut dia, kejadian ini bertentangan dengan prinsip hadirnya bulan Ramadhan yang seharusnya menghadirkan sikap hidup toleran dan empatik.

"Bom yang terjadi selama bulan Ramadhan itu tentunya sesuatu yang bertentangan dengan prinsip Ramadhan. Ramadhan itu menghadirkan takwa, tidak menghadirkan kekerasan dan terorisme tetapi menghadirkan sikap yang menghadirkan kehormatan," katanya.

"Dan itu yang diajarkan Rasulullah ketika beliau dua kali menang dalam peristiwa Ba'dar dan Fathul Mekah, mengajarkan sikap hidup yang toleran, yang sangat empatik," kata dia.

Secara tegas Hidayat mengecam keras serangan ledakan itu karena mencenderai umat Islam sedunia. Dia berharap aparat keamanan bisa segera mengungkap dalang di balik serangan.

"Kami sangat mengecam bom apalagi yang ditujukan pada masjid di Madinah, konon targetnya Masjid Nabawi. Ini sangat mencederai umat Islam sedunia, dan karenanya kami mendukung pemerintah Saudi membongkar sehabis-habisnya," tutur Wahid.

"Bisa dibuktikan umat Islam menjadi korban teror. Tidak benar dikatakan bila Islam mengajarkan terorisme, karena kita korban terorisme," pungkas dia.


Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kementan: bahan pangan pokok aman sampai puasa

Kementan: bahan pangan pokok aman sampai puasa

Kementan: bahan pangan pokok aman sampai puasa
Ilustrasi - Kesiapan stok menjelang Ramadhan. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
 Tenang saja, sampai dengan Bulan Puasa, bahan pokok aman

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Gardjita Budi mengatakan stok bahan pangan pokok aman sampai bulan puasa dan pemerintah berupaya tidak ada gejolak harga yang berlebihan saat Ramadhan tiba.

"Tenang saja, sampai dengan Bulan Puasa, bahan pokok aman," kata Gardjita Budi dalam acara gelaran Toko Tani Indonesia di Pasar Cijantung di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, selain bahan pangan pokok, komoditas ayam dan telur juga dinilai akan mencukupi. Sedangkan terkait daging sapi diakui stok yang ada masih belum bisa memenuhi kebutuhan secara memadai.

"Yang tidak kita inginkan adalah kalau harga itu menjadi ekstrem atau 20-30 persen di atas harga normal," katanya.
Dia memaparkan, usaha pemerintah agar harga tidak fluktuatif, caranya dengan mendorong keterbukaan terhadap pedagang kecil biar bisa menjual langsung dan tidak dimonopoli pedagang besar.

Kementan mewaspadai produksi cabai menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2016 agar stok selalu tersedia dengan harga jual di masyarakat tidak terlalu mahal, namun juga tak merugikan petani.

"Ramadhan sebentar lagi akan datang di mana pada saat itu kebutuhan cabai pasti akan meningkat untuk konsumsi, sehingga perlu diambil langkah antisipasi," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino kepada pers di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/4).

Hal tersebut disampaikan seusai panen raya cabai di Dusun Semimpen, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Salah satu program yang telah dilakukan Kementan agar pasokan cabai terpenuhi, katanya, adalah dengan mencanangkan Gerakan Tanam Cabai Di Musim Kemarau (GTCK) yang telah dimulai 2015.

Gerakan yang dilakukan di seluruh sentra produksi cabai nasional itu, katanya, penting untuk menjamin pasokan komoditas tersebut selalu terpenuhi.

Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
BNPB : status tsunami dicabut masyarakat Mentawai aman

BNPB : status tsunami dicabut masyarakat Mentawai aman

BNPB : status tsunami dicabut masyarakat Mentawai aman
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia Sutopo Purwo Nugroho. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
 BNPB menerima pencabutan peringatan tsunami pada Rabu pukul 22.34 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tenang, tidak perlu takut dan kondisi aman,"

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusdatin dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masyarakat di sekitar Mentawai, Sumatera Barat aman setelah status tsunami dicabut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"BNPB menerima pencabutan peringatan tsunami pada Rabu pukul 22.34 WIB. Dengan demikian masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tenang, tidak perlu takut dan kondisi aman," kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sebelumnya Posko BNPB telah menerima informasi dari BMKG soal potensi tsunami yang disebabkan oleh gempa 7.8 SR pada Rabu pukul 19:49:47 WIB.
"Tsunami terdeteksi di Pulau Cocos setinggi 10 sentimeter pada pukul 21.15 WIB dan di Padang setinggi 5 sentimeter pada pukul 21.40 WIB," katanya.
Posko BNPB, kata dia, telah dapat berkomunikasi dengan BPBD Mentawai dengan radio komunikasi. Dilaporkan bahwa kondisi masyarakat aman. Masyarakat telah berada di tempat-tempat yang aman. 

"Masyarakat di Sikakap, Pagai Selatan, Sipora, Siberut dan Kepulauan Mentawai lain dalam kondisi aman dan mengungsi di tempat yang tinggi," kata dia.
Dia mengatakan sejumlah wilayah juga aman dari tsunami seperti daerah-daerah di pulau dan sepanjang pantai Barat Sumatera di antaranya Nias Selatan, Nias, Simeuleu, Aceh Singkil, Aceh Barat, Muko-Muko, daerah di sepanjang Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung.

"Tidak ada korban jiwa, kerusakan bangunan dan tsunami tidak terlihat di pantai. BMKG Sumbar telah mencabut peringatan tsunami untuk 15 daerah sejak pukul 21.30 WIB," kata dia.

Masyarakat di Kota Padang dan sebagian di pesisir barat Sumatera, kata dia, merespon peringatan tsunami dengan evakuasi di shelter tsunami. Sebelumnya BNPB membangun beberapa shelter dan telah digunakan masyarakat evakuasi.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga memanfaatkan atap masjid, gedung bertingkat, sekolah dan lainnya. Di beberapa tempat terjadi kepanikan, kemacetan lalu lintas karena banyak masyarakat yang membawa kendaraan bermotor.

"Dengan dicabutnya peringatan tsunami maka masyarakat diminta kembali ke rumah dengan tertib. Tidak perlu takut. Yang penting selalu waspada dan mengikuti arahan aparat," kata dia. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman

Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman

Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman
Dokumen foto pasokan bahan bakar minyak (BBM) PT Petamina (Persero). (ANTARA/Didik Suhartono)
 Untuk Tarakan, Nunukan, Sebatik, semuanya ada di level regular."

Balikpapan (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di perbatasan Kalimantan mencakup Nunukan dan Sebatik aman dan tetap mencukupi pasca-diturunkannya harga oleh pemerintah pada 5 Januari 2016.

Di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, antara lain di Bontang, penurunan harga sempat memicu aksi beli oleh masyarakat sehingga terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Hal seperti itu membuat seolah-olah BBM langka, padahal stoknya cukup. Begitu pula untuk daerah perbatasan seperti Tarakan, terutama Nunukan dan Sebatik. Sekali lagi, kami jamin stok BBM cukup," kata Hubungan Masyarakat PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Bagja Mahendra, Sabtu.

Konsumsi rata-rata BBM per bulan di Nunukan adalah 1.300 Kilo Liter (KL) premium, 250 KL solar, dan 80 KL pertamax. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, di wilayah Nunukan terdapat enam agen premium dan minyak solar (APMS) yang bertugas menyalurkan premium, solar subsidi, dan pertamax.

"Hingga tadi Jumat stok rata-rata di APMS masih berada di level 60 Kilo Liter (KL) untuk premium, solar 20 KL, dan pertamax 10 KL," ungkap Mahendra.

Di Sebatik, ia mengemukakan, terpantau stok di APMS sebanyak 80 KL premium, dan 20 KL solar. Status distribusinya berada di kategori regular.

Pertamina memiliki tiga status untuk distribusi yakni regular, alternatif, dan emergensi. Level regular adalah distribusi lancar tanpa kendala dan menggunakan cara dan jalur yang lazim untuk rute tersebut.

Status alternatif adalah penyaluran BBM harus menggunakan rute yang berbeda dari lazimnya untuk menyampaikan BBM kepada masyarakat di suatu kawasan dan mungkin memerlukan waktu lebih lama daripada regular, semetara level status emergensi adalah BBM dikirim dengan cara sedemikian rupa, melewati jalur yang mungkin bukan jalur regular, dengan maksud sampai ke masyarakat secepat-cepatnya.

"Untuk Tarakan, Nunukan, Sebatik, semuanya ada di level regular," kata Mahendra.

Ia juga menyatakan bahwa pengiriman BBM dari Tarakan dengan menggunakan kapal juga sesuai jadwal. Pada Kamis (7/1) kapal pengangkut BBM dari Tarakan sudah merapat dan bongkar muatan di Nunukan.

Menurut dia, MOR VI terus menerus memantau pergerakan distribusi BBM dan gas secara real-time guna mengantisipasi potensi gangguan.

"Kami sadar medan distribusi di Kalimantan secara keseluruhan memang sangat menantang, karena itu kami maksimalkan seluruh kemampuan distribusi yang ada dengan tetap memperhatikan aspek-aspek keselamatan," demikian Bagja Mahendra.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman

Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman

Pertamina: Stok BBM kawasan perbatasan Kalimantan aman
Dokumen foto pasokan bahan bakar minyak (BBM) PT Petamina (Persero). (ANTARA/Didik Suhartono)
 Untuk Tarakan, Nunukan, Sebatik, semuanya ada di level regular."

Balikpapan (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di perbatasan Kalimantan mencakup Nunukan dan Sebatik aman dan tetap mencukupi pasca-diturunkannya harga oleh pemerintah pada 5 Januari 2016.

Di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, antara lain di Bontang, penurunan harga sempat memicu aksi beli oleh masyarakat sehingga terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Hal seperti itu membuat seolah-olah BBM langka, padahal stoknya cukup. Begitu pula untuk daerah perbatasan seperti Tarakan, terutama Nunukan dan Sebatik. Sekali lagi, kami jamin stok BBM cukup," kata Hubungan Masyarakat PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Bagja Mahendra, Sabtu.

Konsumsi rata-rata BBM per bulan di Nunukan adalah 1.300 Kilo Liter (KL) premium, 250 KL solar, dan 80 KL pertamax. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, di wilayah Nunukan terdapat enam agen premium dan minyak solar (APMS) yang bertugas menyalurkan premium, solar subsidi, dan pertamax.

"Hingga tadi Jumat stok rata-rata di APMS masih berada di level 60 Kilo Liter (KL) untuk premium, solar 20 KL, dan pertamax 10 KL," ungkap Mahendra.

Di Sebatik, ia mengemukakan, terpantau stok di APMS sebanyak 80 KL premium, dan 20 KL solar. Status distribusinya berada di kategori regular.

Pertamina memiliki tiga status untuk distribusi yakni regular, alternatif, dan emergensi. Level regular adalah distribusi lancar tanpa kendala dan menggunakan cara dan jalur yang lazim untuk rute tersebut.

Status alternatif adalah penyaluran BBM harus menggunakan rute yang berbeda dari lazimnya untuk menyampaikan BBM kepada masyarakat di suatu kawasan dan mungkin memerlukan waktu lebih lama daripada regular, semetara level status emergensi adalah BBM dikirim dengan cara sedemikian rupa, melewati jalur yang mungkin bukan jalur regular, dengan maksud sampai ke masyarakat secepat-cepatnya.

"Untuk Tarakan, Nunukan, Sebatik, semuanya ada di level regular," kata Mahendra.

Ia juga menyatakan bahwa pengiriman BBM dari Tarakan dengan menggunakan kapal juga sesuai jadwal. Pada Kamis (7/1) kapal pengangkut BBM dari Tarakan sudah merapat dan bongkar muatan di Nunukan.

Menurut dia, MOR VI terus menerus memantau pergerakan distribusi BBM dan gas secara real-time guna mengantisipasi potensi gangguan.

"Kami sadar medan distribusi di Kalimantan secara keseluruhan memang sangat menantang, karena itu kami maksimalkan seluruh kemampuan distribusi yang ada dengan tetap memperhatikan aspek-aspek keselamatan," demikian Bagja Mahendra.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top