-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Polisi larang pengunjung parkir di depan air terjun Lembah Anai

Polisi larang pengunjung parkir di depan air terjun Lembah Anai

Polisi larang pengunjung parkir di depan air terjun Lembah Anai
Pengunjung menikmati wisata air terjun Lembah Anai, di objek wisata cagar alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (13/5/2012). Objek wisata air terjun andalan Sumbar yang terletak di tepi jalan raya Padang - Bukittinggi itu dipenuhi pengunjung setiap akhir pekan sehingga pengendara yang melintas hanya dapat berjalan pelan karena banyaknya pengunjung di tepi jembatan. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)
Padang Panjang (ANTARA News) - Pihak Kepolisian Resor Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa pengunjung dilarang parkir di hadapan air terjun Lembah Anai.

"Pengunjung air terjun Lembah Anai dilarang parkir di hadapan air terjun itu, untuk mengatasi kemacetan," ujar Kepala Pos Pengamanan Lebaran Lembah Anai AKP Syafrul, di Padang Panjang, Kamis pagi.

Ia menyebutkan bahwa larangan parkir di kawasan wisata yang terletak di Jalan Padang-Bukittinggi tersebut, akan mulai diberlakukan pada Kamis ini.

"Berdasarkan perkiraan arus lalu lintas di kawasan itu akan ramai pada Kamis, mengingat di Lembah Anai juga terdapat lima kolam pemandian yang selalu ramai dikunjungi setiap libur lebaran," katanya pula.

Tidak hanya parkir, katanya lagi, pihak kepolisian juga bakal melarang warga yang berhenti sementara di hadapan air terjun itu.

"Ketika ada pengendara yang berhenti, akan langsung diarahkan untuk terus berjalan. Ini demi kelancaran arus lalu lintas," katanya pula.

Menurut Syafrul, untuk pengunjung tempat itu telah disiapkan area parkir yang jaraknya tidak jauh dari lokasi air terjun.

"Kendaraan diparkir di area parkir, kemudian berjalan kaki menuju lokasi air terjun, jaraknya dekat," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa petugas kepolisian juga akan memberikan arahan kepada pengendara di lokasi nantinya.

"Diharapkan masyarakat dapat memematuhi larangan itu, sehingga diharapkan tidak terjadi penumpukan kendaraan yang bakal mengganggu arus lalu lintas," ujarnya lagi.

Pihak kepolisian setempat memprediksi intensitas kendaraan pada kawasan itu akan mulai ramai pada Kamis ini.

Hal itu karena mempertimbangan masyarakat yang akan mengunjungi tempat wisata pada libur lebaran.

"Pada hari pertama lebaran (Rabu, 6/7)), masyarakat masih nengunjungi sanak famili dan bersilaturahmi, lalu hari kedua mulai mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain air terjun di tempat itu ada lima kolam berenang," ujar AKP Syafrul.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Air terjun panas-dingin Rejanglebong mulai banyak dikunjungi

Air terjun panas-dingin Rejanglebong mulai banyak dikunjungi

Pewarta: 
Air terjun panas-dingin Rejanglebong mulai banyak dikunjungi
Ilustrasi - Air terjun (ANTARA FOTO/Budiyanto)
Rejanglebong (ANTARA News) - Objek wisata air terjun panas dan dingin di Desa Belitar Seberang, Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, saat ini mulai banyak dikunjungi warga.

Kepala Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Jauhari, Rabu, mengatakan objek wisata air terjun panas dan dingin yang mereka namakan Air Terjun Tri Muara Karang, itu setiap hari Minggu dan hari libur banyak dikunjungi warga dari berbagai daerah baik dari Rejanglebong maupun daerah lainnya.

"Sudah banyak yang datang ke sini baik yang berasal dari Rejanglebong, kemudian dari Kota Bengkulu serta dari sejumlah daerah di Provinsi Sumsel seperti Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas," katanya.

Lokasi air terjun yang berada di desa yang dipimpinnya itu, kata dia, berjarak sekitar 3 km dari Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, di mana kondisi jalannya masih berupa jalan tanah.

Akses jalan yang belum dibangun ini membuat pengunjung yang akan datang harus menggunakan kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi, namun jika ditempuh melalui Desa Sindang Jati bisa lebih mudah karena akses jalan sudah diaspal.

Objek wisata yang sudah dibuka sejak beberapa tahun lalu itu, saat ini masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Para pengunjung yang datang dikenakan biaya parkir kendaraan yakni untuk sepeda motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000, sedangkan untuk pengunjung tidak ditarik biaya apa pun. 

Sebelumnya Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rejanglebong Karneli mengatakan Air Terjun Tri Muara Karang yang luas areanya mencapai dua hektare selama ini belum tersentuh pembangunan.

Air terjun yang terdiri atas beberapa bagian ini memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan objek wisata serupa karena memiliki ketinggian lebih dari 50 meter. Selain itu di bagian atas terdapat kolam air panas yang luasnya mencapai 10 meter persegi.

Air yang mengalir ke bawah dalam beberapa anakan air terjun sehingga pengunjung bisa merasakan adanya air terjun yang turun berupa air panas dan ada juga air dingin.
Untuk itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah mengusulkan pembangunan jalan menuju lokasi wisata ini agar dibangun pada tahun ini. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui pembangunan jalan itu akan dilakukan oleh Pemkab Rejanglebong atau oleh pemerintah pusat.

"Kita hanya ingin akses pengunjung mudah sehingga bisa menambah penghasilan masyarakat sekitar," katanya. 
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Back To Top