-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
China akan bangun kawasan industri produk halal

China akan bangun kawasan industri produk halal

 | 1.633 Views
 Beberapa area seperti daerah otonomi khusus Ningxia Hui, akan menjadi kawasan industri terbesar bagi kegiatan produksi, jual dan beli produk-produk halal

Beijing (ANTARA News) - Asosiasi Islam China (China Islamic Association/CIA) mengungkapkan Pemerintah China akan membuka sejumlah kawasan industri, khusus memproduksi produk-produk halal untuk konsumsi domestik dan mancanegara.

"Beberapa area seperti daerah otonomi khusus Ningxia Hui, akan menjadi kawasan industri terbesar bagi kegiatan produksi, jual dan beli produk-produk halal," kata Wakil Presiden CIA Yang Zhibo, seperti dikutip media setempat, di Beijing, Selasa.
Ia mengemukakan, jumlah Muslim di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,6 miliar orang, 20 juta berada di China, khususnya di wilayah barat laut.

Terkait itu, CIA juga telah melakukan beberapa kerja sama dengan sejumlah negara Muslim terkait sertifikasi halal. "Kami juga mendorong pemerintah untuk membuat panduan bagi para eksportir produk-produk halal di China, sebelum memasuki pasar global, khususnya negara-negara Islam," ungkap Yang.

Ia mengemukakan, masih banyak eksportir produk halal China yang belum memahami ketentuan halal secara khusus di setiap negara Islam. "Karena itu, kami terus melakukan kajian dan kerja sama mengenai hal tersebut," ungkap Yang menambahkan.

Ia mengemukakan CIA juga berkeinginan menjadi lembaga pemikir bagi pemerintah untuk mengembangkan kerja sama China dengan sejumlah negara Islam di sepanjang Sabuk Ekonomi Jalur Sutra serta Satu Sabuk dan Satu Jalur (One Belt, One Road).

"Kami dapat memberikan layanan konsultasi kepada perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di negara-negara Islam, sekaligus mendukung inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra serta Satu Sabuk dan Satu Jalur (One Belt, One Road)," kata Yang.

Selain mengembangkan bisnis, lanjut dia, para pengusaha tersebut juga dapat semakin memahami adat, budaya serta melakukan bisnis sesuai hukum Islam, di negara-negara tersebut.

Sebagai sesama Muslim, tentu tidak sulit untuk saling memahami dan belajar serta tumbuh bersama antara Muslim China dan negara-negara Islam tersebut, ujarnya menambahkan.

Kerja sama ekonomi yang dijalin antara pelaku bisnis Muslim China dengan pelaku bisnis di negara-negara Muslim, kata Yang, dapat pula menjadi alat mempromosikan Islam sebagai agama perdamaian. 

Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Investor Tiongkok akan bangun tiga kota baru di Indonesia

Investor Tiongkok akan bangun tiga kota baru di Indonesia

Investor Tiongkok akan bangun tiga kota baru di Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarani (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Zhao Hongjing mengatakan Indonesia menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik.

"Karena itu, kami berencana membangun tiga kota baru dalam tiga tahun mendatang," katanya, pada Forum Bisnis Investasi Indonesia di Beijing, Kamis.

Zhao Hongjing mengemukakan pihaknya memiliki rekam jejak yang baik dalam melakukan investasi serupa di beberapa negara lain.

"Bahkan kami sudah memiliki kantor perwakilan antara lain di Vietnam dan Thailand," katanya.

Ia mengatakan posisi strategis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra menjadikan Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam jalur "One Belt One Road" yang digagas Tiongkok.

"Karena itu, kami tidak ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Dan Kami juga mengajak pengusaha Tiongkok lainnya untuk ikut menanamkan modalnya di Indonesia," ujar Zhao Hongjing di hadapan sekitar 100 pengusaha Tiongkok, yang hadir pada forum tersebut.

Incar Tangerang

Sementara Presiden CFLD untuk kawasan Indonesia Max Yang mengatakan pihaknya telah menetapkan kawasan di sekitar Alam Sutra, Tangerang, bagi pembangunan kota baru di Indonesia.

"Sambil mempersiapkan segala hal yang menyangkut rencana tersebut, Kami akan menjajaki dua lokasi lainnya bagi pembangunan kota baru lainnya di Indonesia," ungkap Max Yang .

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan pihaknya mencatat pada Januari 2016 minat investor Tiongkok menanamkan modalnya, di Indonesia mencapai 1,8 miliar dolar AS untuk berbagi sektor seperti pengolahan sampah, PLTA, pengolahan batu bara sebagai ethanol , industri komponen, dan lainnya.

Di hadapan para pengusaha ia menyampaikan beberapa perbaikan iklim investasi maupun peluang dan potensi investasi yang menjadi prioritas pemerintah untuk, ditawarkan, termasuk layanan terbaru perizinan investasi tiga jam.

CFLD didirikan pada 1998 yang memfokuskan bisnisnya pada pengembangan dan operasional kawasan atau taman industri.

Franky menegaskan meski laju perekonomian dunia sedang mengalami pelambatan, namun minat investor mancanegara untuk menanamkan modalnya di Indonesia relatif tinggi.

Terkait itu, BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2016 sebesar Rp594,8 triliun atau naik 14,5 persen dari target investasi 2015 sebesar Rp519,5 triliun sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PGN akan bangun pipa gas 1.685 km hingga 2019

PGN akan bangun pipa gas 1.685 km hingga 2019

PGN akan bangun pipa gas 1.685 km hingga 2019
PT.PGN (ANTARA)
 Nantinya pada tahun 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km"
Jakarta (ANTARA News) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan membangun jaringan pipa gas bumi sepanjang 1.685 kilometer pada periode 2016 sampai dengan 2019.

Dirut PGN Hendi Prio Santoso di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa proyek infrastruktur itu akan menambah panjang pipa gas bumi PGN yang hingga akhir Januari 2016 diharapkan menjadi 6.971 km.
"Nantinya pada tahun 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km," ujarnya.

Menurut dia, tambahan pipa tersebut akan meningkatkan kemampuan pemanfaatan gas bumi menjadi 1.902 juta kaki kubik per hari (mmscfd) yang setara penghematan pemakaian bahan bakar pelanggan sebesar Rp111 triliun per tahun.

Pada tahun 2015, PGN menyalurkan gas bumi sebanyak 1.586 mmscfd dengan nilai penghematan sekitar Rp88 triliun.

Tambahan pipa yang dibangun PGN sepanjang 1.685 km tersebut di antaranya adalah pipa transmisi open access Duri-Dumai-Medan, pipa transmisi open access Muara Bekasi-Semarang, pipa distribusi Batam (Nagoya) WNTS-Pemping, dan pipa distribusi lainnya.

Selain pipa, PGN juga akan menambah 60 unit SPBG di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara, serta proyek sistem mini LNG untuk Indonesia bagian tengah dan timur.

Hendi juga mengatakan bahwa penurunan harga minyak saat ini merupakan momentum menggenjot pembangunan infrastruktur karena harga material seperti pipa juga turun.

"Situasi yang terjadi di hulu migas yang melambat, memberi waktu persiapan di hilir meningkatkan infrastrukturnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan bahwa pipa yang kini dikelola dan dioperasikan 6.971 km di antaranya pipa transmisi Grissik-Duri sepanjang 529 km, Grissik-Batam-Singapura 446,78 km, Kepodang-Tambak Lorok atau Kalija I 207 km, SSWJ 1.002 km, dan Medan 30 km.

Pipa lainnya adalah distribusi seperti di DKI Jakarta sepanjang 759 km, Bogor 616 km, Tangerang 403 km, Bekasi 330 km, Cirebon 389 km, Sidoarjo 313 km, Surabaya 493 km, dan Medan 627 km.

"PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pengguna gas bumi mulai rumah tangga, industri, pembangkit listrik, kemersial seperti restoran, rumah makan hingga UKM, SPBG, rumah sakit, dan panti asuhan," ungkap Irwan.

Sampai akhir 2015, PGN menyalurkan gas bumi ke 1.529 industri dan pembangkit listrik, 1.857 restoran, rumah makan dan UKM, dan 107.690 pelanggan rumah tangga.

"Pengembangan infrastruktur oleh PGN ini tanpa membebani APBN," kata Irwan.
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top