-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Kemenpupera mulai perbaiki tebing rusak akibat banjir

Kemenpupera mulai perbaiki tebing rusak akibat banjir

Bantul (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai melakukan perbaikan tebing sungai di tepi Jalan Parangtritis wilayah Paker, Desa Mulyodadi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang rusak akibat banjir beberapa hari lalu. 

"Untuk yang di kawasan Paker Jalan Parangtritis hari ini (Rabu,22/6) sudah dimulai perbaikan, perbaikan langsung ditangani Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpupera)," kata Kasi Operasi Jaringan Irigasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul, Yitono di Bantul, Rabu.

Menurut dia, setidaknya ada sepanjang sekitar 25 meter tebing sungai di sebelah barat Jalan Parangtritis yang ambrol akibat banjir luapan sungai Winongo seusai hujan lebat yang melanda wilayah Bantul pada Sabtu (18/6) sore sampai Minggu (19/6) pagi.

Ia mengatakan, infrastruktur yang terdampak bencana tersebut memang berada di wilayah Bantul, namun kewenangan dalam penanganannya berada di ranah pemerintah pusat, instansinya hanya bertugas mendata dan melaporkan kerusakan akibat kejadian itu.

"Saat kejadian para pengamat dan juru pengairan saya perintahkan untuk mendata untuk dilaporkan, untuk yang di Paker ini karena Jalan Parangtritis milik pusat maka langsung ditangani pusat, karena ini untuk antisipasi Lebaran nanti," katanya.
Sebab Jalan Parangtritis Bantul tersebut, selama liburan seusai Lebaran nanti akan menjadi jalur utama wisata bagi pemudik yang berlibur ke wisata pantai selatan, sehingga menurutnya kerusakan harus segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, ia mengatakan, hasil pendataan infrastruktur yang terdampak banjir lalu terjadi di lima titik (termasuk tebing di Paker Jalan Parangtritis), empat titik lainnya yaitu Daerah Irigasi (DI) Ewon Desa Wijirejo, DI Kadisono, talud di Jalan Srandakan dan Jalan Samas.

Namun demikian, kata dia, empat titik kerusakan lainnya di Bantul belum ada penanganan dari stakeholder terkait, sebab hingga saat ini instansinya masih dalam tahap penyampaian data dan mengkoordinasikan ke pemerintah sesuai dengan wilayah kewenangannya.

"Untuk kerugian juga belum, karena baru data belum sampai ke rupiah. Dari lima titik kerusakan itu, hanya dua lokasi yang ditangani Bantul, yaitu DI Ewon dan DI Kadisono, sementara yang di Jalan Samas dan Jalan Srandakan kewenangan provinsi (DIY)," katanya.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pangkalpinang hampir lumpuh kembali akibat banjir

Pangkalpinang hampir lumpuh kembali akibat banjir

 | 3.090 Views
Pangkalpinang hampir lumpuh kembali akibat banjir
Warga berjalan di tengah banjir yang melanda Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa (9/2/16). Pada hari ini (Selasa, 29 Maret), Pangkalpinang kembali mengalami banjir yang hampir melumpuhkan kota. (ANTARA FOTO/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA News) - Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hampir lumpuh kembali akibat bencana banjir yang merendam beberapa lokasi penting di wilayah itu.

Pantauan Antara pada Selasa pagi, salah satu lokasi penting yang lumpuh akibat banjir yakni Kelurahan Bintang yang merupakan akses jalan menuju perkantoran Pemerintahan Kota Pangkalpinang.

Beberapa lokasi penting lainnya yang terendam banjir yakni pusat perbelanjaan seperti Puncak Mall, Ramayana dan BTC. Selain itu akses Jalan A.Yani, Sudirman, Syafri Rahman sudah terputus total. Sedangkan akses jalan yang bisa dilalui yakni Jalan Jembatan 12, Pangkalbalam dan Ketapang.

Aktivitas di Kota Pangkalpinang lumpuh dikarenakan lokasi yang terendam banjir adalah pusat kota. Air yang merendam beberapa lokasi tersebut mencapai satu hingga dua meter.

Puluhan personel Polair Babel dan Satpol PP Kota Pangkalpinang juga tampak mulai mengevakuasi korban banjir di beberapa lokasi seperti di Kelurahan Bintang, Parit Lalang dan Kampung Seberang.

Sedangkan di Kelurahan Pintu Air tampak puluhan warga mulai mengangkut barang-barang berharga milik mereka karena dikhawatirkan luapan air semakin tinggi. Beberapa relawan juga sudah tampak membuka posko peduli banjir guna membantu para korban banjir.

Banjir yang membuat Pangkalpinang lumpuh terjadi pada 9 Febuari 2016 lalu.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kota Pangkalpinang hampir lumpuh akibat banjir

Kota Pangkalpinang hampir lumpuh akibat banjir

 | 3.664 Views
Kota Pangkalpinang hampir lumpuh akibat banjir
Pengendara menerobos banjir menggenangi jalan pusat pertokoan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Rabu (27/1). (ANTARA FOTO/Rahmad)

Pangkalpinang (ANTARA News)  - Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung hampir lumpuh akibat bencana banjir yang merendam beberapa lokasi penting di wilayah itu.

Pantauan Antara, Selasa pagi, salah satu lokasi penting yang lumpuh akibat banjir yakni kantor pemerintahan Kota Pangkalpinang. 

Akses ke lokasi itu terputus di seluruh jembatan penghubung menuju tempat tersebut. Lokasi penting lainnya yang terendam banjir yakni tempat-tempat pusat perbelanjaan seperti Puncak Mall, Ramayana dan BTC.

Aktivitas Kota Pangkalpinang lumpuh dikarenakan lokasi yang terendam banjir yakni lokasi yang berada di pusat kota. Air yang merendam beberapa lokasi tersebut mencapai satu hingga dua meter.

Hingga berita diturunkan,masih banyak masyarakat yang berusaha menyelamatkan barang-barang berharganya yang masih berada di rumahnya.

Selain itu, sebagian masyarakat terlihat sedang membersihkan sampah-sampah maupun peralatah rumah tangga yang hanyut dan tersangkut di jembatan pengubung

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Lima jembatan rusak parah akibat banjir Aceh

Lima jembatan rusak parah akibat banjir Aceh


Banda Aceh (ANTARA News) - Sedikitnya lima jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Aceh Besar rusak parah akibat banjir yang melanda kawasan itu pada Selasa (26/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Jembatan tersebut ada yang ambruk dan sebagian ada yang tidak bisa digunakan lagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, Ridwan Jamil di Aceh Besar, Kamis.
Ia menjelaskan dari lima jembatan yang rusak tersebut, empat di antaranya berada di Kecamatan Leumbah Seulawah yakni jembatan gantung Gampong Lon Baroh, Seunong Panah, Uteun Kayee Puteh, jembatan Mon Tujoh serta dan satu lagi di Lamteuba, Kecamatan Seulimum.

Ridwan mengatakan banjir tersebut juga ikut merusak rumah warga dan juga merendam ratusan hektar lahan pertanian masyarakat serta juga merusak irigasi.

"Kami belum bisa menyebutkan jumlah kerugian, sebab saat masih erlangsung pendataan di lapangan. Fokus kita sekarang ke masyarakat dulu," ujar Ridwan.

Menurut dia, Pemkab Aceh Besar hari ini sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada masyarakat korban banjir.

"Warga di sejumlah desa yang terkena banjir juga mulai membersihkan rumahnya dari genangan lumpur," katanya.

Pihaknya juga ikut mengerahkan mobil tanki air untuk membantu membersihkan masjid di Beurenut, Seulimum.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top