-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden langsung tugasi Sri Mulyani sukseskan amnesti pajak

Presiden langsung tugasi Sri Mulyani sukseskan amnesti pajak

Presiden langsung tugasi Sri Mulyani sukseskan amnesti pajak
Presiden Joko Widodo Melantik 12 Menteri Dan 1 Kepala BKPM di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016). (Kementerian Sekretariat Negara)
 Berkaitan dengan tax amnesty, saya ingin memberikan peringatan saja pada Dirjen Pajak, Menkeu, masih banyak komplain mengenai pelayanan di desk-desk yang ada,"
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo langsung memberi tugas kepada Menteri Keuangan yang baru dilantik, Sri Mulyani, untuk menyukseskan amnesti pajak.

"Berkaitan dengan tax amnesty, saya ingin memberikan peringatan saja pada Dirjen Pajak, Menkeu, masih banyak komplain mengenai pelayanan di desk-desk yang ada," kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Paripurna di Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Presiden menugasi Dirjen Pajak dan Menkeu untuk segera memperbaiki pelayanan, sehingga jika ada orang yang meminta penjelasan tentang amnesti pajak bisa dilayani dengan baik.

"Ada yang datang di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) orangnya (petugas) tidak ada. Ada datang ke KPP ada orang tapi tidak bisa menjelaskan secara detail. Dua hal ini perlu diperbaiki," ungkap Presiden.

Presiden berencana mengumpulkan semua kepala Kanwil KPP di Istana Negara pada Kamis (28/7) untuk menjelaskan masalah amnesty pajak ini.
"Nanti hari Kamis besok Kepala Kanwil KPP semuanya akan dihadirkan. Saya ingin bicara langsung, ini harus berhasil," tegasnya.
Presiden juga mendapat laporan bahwa negara lain yang sudah gencar meminta agar pengusaha Indonesia tak memulangkan uangnya ke tanah air.

"Ada laporan itu ada di dua kota besar, saya tidak sebutkan kota, mengajak agar uang tidak kembali, sehingga ini perlu diantisipasi. Siapa-siapa yang sudah berbicara di situ, nama-namanya ada di saya semuanya," katanya.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa amnesti pajak ini sangat penting untuk pembangunan sehingga perlu mengambil kesempatan ini.
"Momentumnya sekarang. Tidak ada lagi momentum selanjutnya. Setting (atur) lapangannya lebih tepat lagi ke Bu Menteri keuangan," demikian Presiden Jokowi. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Wapres bicara amnesti pajak di depan pengusaha

Wapres bicara amnesti pajak di depan pengusaha

Wapres bicara amnesti pajak di depan pengusaha
Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyosialisasikan amnesti pajak kepada para pengusaha dengan mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan kesempatan yang jarang terjadi. 

"Amnesti pajak merupakan kemewahan yang diberikan negara karena tidak tiap tahun terjadi," kata Wapres Kalla dalam acara sosialisasi amnesti pajak di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Kamis.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P Roeslani, dan sejumlah direktur utama bank persepsi penerima dana hasil amnesti pajak.

Sosialisasi amnesti pajak yang diinisiasi oleh Apindo itu menjelaskan mengenai pengertian manfaat amnesti pajak untuk pengusaha dan negara serta sosialisasi teknis kebijakan.

Dalam acara tersebut, Wapres mengatakan kebijakan amnesti pajak menunjukkan bahwa negara mencintai para pengusahanya. Dana hasil repatriasi pajak dibutuhkan untuk anggaran perbaikan dan kebutuhan negara.
Wapres juga mengatakan amnesti pajak harus dapat dimanfaatkan dengan baik karena pada era implementasi ikhtisar komprehensif mengenai keterbukaan dan pertukaran informasi (AEOI) nanti, pihak yang melanggar kebijakan pajak merupakan musuh bersama dunia.

Pemerintah juga akan bertindak menjalankan peraturan dengan lebih tegas setelah AEOI dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) diimplementasikan, di mana Indonesia akan bergabung di 2018.

AEOI akan menyediakan data pajak negara-negara yang tergabung di dalamnya. Pemerintah berniat menggunakan data-data yang tersedia dalam AEOI tersebut untuk menindak pelanggaran pajak.

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden akan sosialisasi amnesti pajak di Medan

Presiden akan sosialisasi amnesti pajak di Medan

Presiden akan sosialisasi amnesti pajak di Medan
Presiden Joko Widodo (kiri) saat sosialisasi program Amesti Pajak di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/7/2016). Acara sosialisasi itu dihadiri sekitar 2.700 pengusaha dan pejabat se-Jawa Timur tersebut.(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo diagendakan mensosialisasikan program amnesti pajak kepada para pelaku usaha di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis sore.

Menurut keterangan pers dari Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Presiden akan bertemu dengan para pengusaha di Ballroom Hotel Santika, Medan, untuk memberikan pengarahan mengenai program tersebut.
Pejabat pemerintah seperti Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno juga akan menyampaikan paparan mengenai kebijakan itu di sana.
Pada Jumat (15/7), Presiden juga melakukan sosialisasi program pengampunan pajak di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengatakan bahwa undang-undang amnesti pajak menjadi ruang bagi warga Indonesia untuk berpartisipasi membangun negara.
"Yang uangnya ada di dalam negeri di-declare, yang uangnya ada di luar dibawa masuk. Ini persaingan antar negara. Ini kesempatan bagi semuanya untuk berpartisipasi terhadap negara," katanya.


Kunjungi Jambi
Kamis pagi ini Presiden juga diagendakan meresmikan terminal Bandar Udara Internasional Sultan Thaha di Jambi. Bandara tersebut akan menjadi bagian dari proyek percontohan pengembangan bandara-bandara kecil.

Selanjutnya Presiden akan menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-69 tahun 2016 di halaman Kantor Gubernur Jambi.
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top