-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pameran foto jurnalistik ANTARA "Arkamaya" digelar

Pameran foto jurnalistik ANTARA "Arkamaya" digelar

Pameran foto jurnalistik ANTARA
Dokumentasi Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat (kanan), bersama Kepala Divisi Foto Kantor Berita ANTARA, Hermanus Prihatna (kiri), dan Direktur Komersial Kantor Berita ANTARA, Hempi N Prajudi (kedua kiri), saat melihat pameran foto usai pembukaan Pameran Foto Kilas Balik 2015, di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta, Jumat (29/1). Divisi Pemberitaan Foto Kantor Berita ANTARA bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA meluncurkan Buku Kilas Balik 2015 serta pameran foto karya 62 pewarta foto yang menampilkan 218 foto terbaik sepanjang 2015. (ANTARA FOTO/Rivan Lingga)
 ... ini tentang ilmu pengetahuan...

Jakarta (ANTARA News) - Pameran foto jurnalistik hasil karya peserta kursus foto jurnalistik di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA bertajuk "Arkamaya", dibuka kepada publik, Jumat malam ini. 

"Pameran foto ini tentang ilmu pengetahuan," kata Direktur Utama Lembaga Kantor Berita ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat, di acara pembukaan pameran dan peluncuran buku fotografi jurnalistik "Arkamaya", di halaman depan GFJA, di Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat.

Ilmu pengetahuan, kata dia, bisa menjadi sesuatu yang diteruskan bagi generasi berikutnya sekaligus sebagai hasil karya.

"Dua hal dari ilmu pengetahuan itu sudah dipenuhi dalam pameran foto ini," katanya.

Tema "Arkamaya" sendiri merupakan kosa kata dari bahasa Sansakerta yang artinya cahaya. Pameran foto ini merupakan hasil jepretan 26 peserta kursus fotografi reguler Angkatan XXI GFJA Angkatan.


Pameran ini memamerkan 163 foto serta berlangsung pada 1 April-1 Mei 2016 dan gratis terbuka untuk umum

Terdapat sejumlah acara pendukung dari pameran foto "Arkamaya" ini di antaranya temu wicara bertema "Setelah Motret, Terus Ngapain?" pada pukul 15.30 WIB, 16 April 2016.

Selain itu, terdapat kegiatan lainnya, yaitu "Arkamaya Maen ke Kampus" di Universitas Negeri Jakarta, 6 April dan di kampus FISIP Universitas Indonesia pada 20 April. 
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pameran foto jurnalistik ANTARA "Arkamaya" digelar

Pameran foto jurnalistik ANTARA "Arkamaya" digelar

Pameran foto jurnalistik ANTARA
Dokumentasi Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat (kanan), bersama Kepala Divisi Foto Kantor Berita ANTARA, Hermanus Prihatna (kiri), dan Direktur Komersial Kantor Berita ANTARA, Hempi N Prajudi (kedua kiri), saat melihat pameran foto usai pembukaan Pameran Foto Kilas Balik 2015, di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta, Jumat (29/1). Divisi Pemberitaan Foto Kantor Berita ANTARA bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA meluncurkan Buku Kilas Balik 2015 serta pameran foto karya 62 pewarta foto yang menampilkan 218 foto terbaik sepanjang 2015. (ANTARA FOTO/Rivan Lingga)
 ... ini tentang ilmu pengetahuan...

Jakarta (ANTARA News) - Pameran foto jurnalistik hasil karya peserta kursus foto jurnalistik di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA bertajuk "Arkamaya", dibuka kepada publik, Jumat malam ini. 

"Pameran foto ini tentang ilmu pengetahuan," kata Direktur Utama Lembaga Kantor Berita ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat, di acara pembukaan pameran dan peluncuran buku fotografi jurnalistik "Arkamaya", di halaman depan GFJA, di Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat.

Ilmu pengetahuan, kata dia, bisa menjadi sesuatu yang diteruskan bagi generasi berikutnya sekaligus sebagai hasil karya.

"Dua hal dari ilmu pengetahuan itu sudah dipenuhi dalam pameran foto ini," katanya. 
Tema "Arkamaya" sendiri merupakan kosa kata dari bahasa Sansakerta yang artinya cahaya. Pameran foto ini merupakan hasil jepretan 26 peserta kursus fotografi reguler Angkatan XXI GFJA Angkatan.

Pameran ini memamerkan 163 foto serta berlangsung pada 1 April-1 Mei 2016 dan gratis terbuka untuk umum

Terdapat sejumlah acara pendukung dari pameran foto "Arkamaya" ini di antaranya temu wicara bertema "Setelah Motret, Terus Ngapain?" pada pukul 15.30 WIB, 16 April 2016.

Selain itu, terdapat kegiatan lainnya, yaitu "Arkamaya Maen ke Kampus" di Universitas Negeri Jakarta, 6 April dan di kampus FISIP Universitas Indonesia pada 20 April. 
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dubes: ANTARA dukung tugas diplomasi

Dubes: ANTARA dukung tugas diplomasi

Dubes: ANTARA dukung tugas diplomasi
Dirut LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Kerja sama kita dengan ANTARA sudah merupakan satu bagian, satu kesatuan bahwa tugas diplomasi itu harus didukung dengan tugas ANTARA," katanya saat berkunjung ke Lembaga Kantor Berita (LKBN) ANTARA di Jalan Medan Merdeka Selatan 17 Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan ANTARA aktif menyebarkan informasi yang bermanfaat untuk membangun bangsa dan memperkenalkan Indonesia ke masyarakat dunia.

"ANTARA selalu melakukan tugas-tugas Kementerian Luar Negeri dalam rangka menyampaikan informasi-informasi yang objektif untuk melakukan pendidikan publik melalui penyebarluasan berita-berita yang objektif juga. Banyak sekali yang dilakukan ANTARA, sangat bermanfaat dan saya merasakan dan saya memanfaatkan juga," ujarnya.

Ia mengatakan ANTARA berperan penting dalam menyampaikan kebenaran informasi karena adanya berita-berita palsu yang beredar.

"Jadi, kita bagian dalam satu mekanisme yang harus solid dan harus saling bekerja sama bagi kepentingan nasional," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat mengatakan, sekarang sedang ada pembahasan mengenai kerja sama National Publishing and News Corporation (NPNC) bisa membantu dalam menjalankan tugasnya untuk mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia secara lebih baik.
Pertemuan itu juga dihadiri pihak PT Balai Pustaka (Persero), Perusahaan Umum (Perum) Produksi Film Negara (PFN), dan Perum Percetakan Negara.

"Kami menyambut Ibu Wiwiek ini tidak saja sebagai ANTARA tapi juga sebagai bagian dari kerja sama yang baru dibentuk National Publishing and News Corporation (NPNC) di mana ANTARA adalah salah satu bagiannya termasuk dengan Balai Pustaka, Produksi Film Negara dan Percetakan Negara," ujarnya.


Ia menambahkan berbagai aspek yang dibicarakan antara lain terkait aspek penguatan promosi Indonesia melalui berita-berita yang diproduksi Perum LKBN ANTARA dan aspek budaya Indonesia seperti film-film yang dihasilkan Perum PFN.

Kemudian, aspek nilai-nilai sastra dan latar belakang budaya sejarah Indonesia melalui produk yang dihasilkan PT Balai Pustaka dan Perum Percetakan Negara.
"Kami memberikan masukan dan bantuan kerja sama sedapat mungkin dan sebaik mungkin dengan apa yang diperlukan oleh Ibu Duta Besar," tuturnya.

Ia mengatakan bahwa NPNC yang merupakan kerja sama empat badan usaha milik negara tersebut dapat memberikan manfaat dalam mempromosikan Indonesia.

Ia mengatakan PFN memiliki film, ANTARA memiliki berita dan jaringan luas di Indonesia dan luar negeri, Balai Pustaka memiliki karya sastra yang membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya, sedangkan Percetakan memiliki produk-produk seperti rekaman-rekaman lama. 


"Nah ini tinggal bagaimana Ibu Duta Besar Wiwiek dan duta besar-duta besar lainnya memanfaatkan warisan yang kami miliki ini," katanya.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kementerian BUMN lantik dewas Perum LKBN Antara

Kementerian BUMN lantik dewas Perum LKBN Antara



Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Rini M Soemarno Nomor: SK-19/MBU/01/2016 tertanggal 23 Januari 2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara.

Dalam surat keputusan itu Menteri BUMN memberhentikan Mustafa Hadi Djuraid dari jabatan anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara.

Mustafa sejauh ini sudah menjabat Staf Khusus Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Menteri BUMN mengangkat Bonny yang dikenal sebagai pengamat politik dan Deddy Hermawan yang juga Staf Khusus Menteri Kominfo Rudiantara sebagai dua anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara yang baru.

Dengan pemberhentian satu anggota dan pengangkatan dua Dewan Pengawas itu berarti saat ini terdapat empat orang Dewan Pengawas Perum LKBN Antara terdiri atas Ketua DJ Nachrowi dan tiga anggota Dewas, Ahmad Mabruri Mei Akbari, Bonny Hargens, dan Deddy Hermawan.
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dirut: Antara tetap kantor berita perjuangan

Dirut: Antara tetap kantor berita perjuangan

Dirut: Antara tetap kantor berita perjuangan
ILUSTRASI (ANTARANews/Ferliansyah)
Jakarta (ANTARA News) - Kantor Berita Antara konsisten sebagai kantor berita negara yang memperjuangkan kepentingan bangsa, kata Dirut Perum LKBN Antara Saiful Hadi di Jakarta, Kamis.

Pada peringatan HUT ke-78 Perum LKBN Antara, Saiful Hadi menjelaskan, sejak lahir pada 13 Desember 1937 oleh empat pejuang Republik Indonesia, Kantor Berita Antara menjadi alternatif pemberitaan pada masa perjuangan kemerdekaan.

"Setelah merdeka, Antara tetap mengawal perjuangan mempertahankan kemerdekaan, mengawal pembangunan melalui fungsi pers, serta mendorong terciptanya pers yang bebas dan bertanggung jawab," katanya .

Ia menjelaskan, dengan perubahan status kantor berita Antara dari Lembaga Negara menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PP No 40/2007 maka Antara mengemban amanat negara untuk menjalankan pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) bidang pers dengan pemberitaan yang mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik(Dirjen IKP) Djoko Agung Haridjadi, menjelaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan LKBN Antara sejak tahun 2007 untuk melakukan diseminasi informasi publik dalam rangka memberikan edukasi, pencerahan, penguatan dan menumbuhkan nilai-nilai persatuan bangsa kepada masyarakat.

"Kesamaan visi, komitmen mutu dan jangkauan distribusi pemberitaan Antara yang lintas platform media serta mampu menjangkau daerah perbatasan dan terdepan membuat kami tidak ragu mempercayakan pelayanan publik bidang pers kepada Antara," katanya.

Pada puncak peringatan HUT Antara juga diserahkan Penghargaan Anugerah Mahaputra Antara atau Antara Award kepada Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Tan Sri Datuk Rais Yatim, mantan Menteri Penerangan Malaysia.

Ketua Panitia HUT Antara ke-78 Iswahyuni mengatakan, Bagir Manan terpilih karena dinilai bisa menjaga marwah Dewan Pers sehingga menjadikannya lembaga yang kredibel.

Datuk Rais Yatim dipilih karena memberikan sumbangan bagi hubungan baik Malaysia-Indonesia melalui konsep Bahasa Nusantara.

"Kedua tokoh itu juga telah memberikan kontribusi bagi Pers Indonesia," katanya.

Sebagai perwujudan mencerdaskan kehidupan bangsa, Antara juga meluncurkan Buku Kisah Inspiratif III yaitu kumpulan karya jurnalistik wartawan Antara yang menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia berbuat banyak hal yang inspiratif dan positif untuk bangsa.

Ada hal yang berbeda pada perayaan HUT Antara tahun ini, karena untuk pertama kali perusahaan menggelar lomba inovasi produk untuk membantu pengembangan bisnis perusahaan.

Iswahyuni menjelaskan, berbagai kegiatan juga digelar untuk memeriahkan HUT Antara seperti workshop wisata ziarah, lomba karya jurnalistik, olahraga, karaoke dan bakti sosial.

Dia mengatakan, Workshop Wisata Ziarah telah digelar tanggal 18 November 2015 bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata yang menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk kemajuan pengembangan destinasi Wisata Ziarah di Indonesia.

Lomba karya jurnalistik antarwartawan Antara juga digelar meliputi feature, foto, feature televisi dan resensi buku dengan harapan memotivasi wartawan untuk menghasilkan karya terbaik.

Biro Antara di daerah juga menggelar sejumlah kegiatan memeriahkan HUT Antara seperti Biro Jatim yang menggelar pameran foto jurnalistik, Biro Jateng (lomba mancing), Biro Kalbar (bakti sosial ke panti asuhan), dan Biro Bali (lomba menggambar).
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top