-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pebalap TdS dapat kesempatan berwisata di Bukittinggi

Pebalap TdS dapat kesempatan berwisata di Bukittinggi

Pebalap TdS dapat kesempatan berwisata di Bukittinggi
Tour De Singkarak 2016 Estape Keenam Empat pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape keenam Tour de Singkarak 2016 saat melintasi Tugu Ayam di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (11/8/2016). (ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Saat ini seluruh pebalap dari 23 negara dan pendukungnya sudah berada di Bukittinggi, Sabtu, setelah sehari sebelumnya menyelesaikan balapan etape tujuh kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu dari Sijunjung menuju Dharmasraya.

 Berdasarkan informasi dari penyelenggara TdS 2016, pemerintah Bukittinggi telah menyiapkan city tour untuk peserta TdS 2016 yang dimulai dari tempat menginap peserta menuju ikon kota seperti Jam Gadang dan di lokasi tersebut disuguhi dengan kesenian khas kota tersebut.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan bendi/delman semua pebalap akan diperkenankan dengan lokasi wisata yang lain seperti Taman Panorama yang berhadapan langsung dengan Ngarai Sihanok dan dilanjutkan ke Goa Jepang yang lokasi berdekatan.

 Libur di penghujung balapan merupakan yang pertama kali dilakukan di kejuaraan yang sudah masuk seri kedelapan itu. Hal tersebut terjadi karena dibatalkannya satu etape yaitu dari Solok Selatan dan finis di Padang Aro setelah jalan yang akan dilintasi mengalami kerusakan akibat banjir.

Waktu libur satu hari ini ternyata tidak hanya dilakukan untuk istirahat oleh pebalap. Mereka juga banyak yang akan tetap mengayuh sepeda untuk terus menjaga kondisi. Seperti yang akan dilakukan pebalap Terengganu Cycling Team Malaysia, Dadi Suryadi.
"Meski libur, saya tetap latihan," kata pebalap asal Sumedang, Jawa Barat itu dengan singkat.

Hingga etape tujuh, pebalap Pishgaman Cycling Team Iran, Amir Kolahdouz kokoh di puncak klasemen sementara dan bahkan sudah di ambang juara karena balapan tinggal menyisakan satu etape yaitu dari Bukittinggi menuju Kota Padang, Minggu (14/8).
  Pebalap dengan nomor start satu telah membukukan total catatan waktu 22:51:45 atau unggul satu menit 22 detik dengan pebalap di belakangnya yaitu Dadi Suryadi. Melihat strategi saling kontrol, Amir memang tinggal menunggu waktu pemberian gelar juara.

Hanya saja, sebelum menyandang predikat juara Amir Kolahdouz harus menyelesaikan balapan. Melihat kondisi yang ada saat ini serta dukungan rekan satu tim dari Pishgaman Cycling Team, peluang untuk menjadi juara umum baik individu maupun tim sudah di depan mata.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Lewis Hamilton juarai GP Inggris di Silverstone

Lewis Hamilton juarai GP Inggris di Silverstone

Lewis Hamilton juarai GP Inggris di Silverstone
Pebalap Formula Satu dari tim Mercedes Lewis Hamilton asal Inggris melewati rekan satu timnya pebalap Nico Rosberg asal Jerman di Grand Prix Formula Satu Italia di Monza, Minggu (7/9). (REUTERS/Max Rossi)

Jakarta (ANTARA News) - Juara dunia Formula Satu Lewis Hamilton mencatat keberhasilan ketiga berturut-turut pada Grand Prix Inggris di Silverstone.

Ini juga kemenangan keempatnya selama musim ini dan ke-47 dalam karirnya untuk bisa menyamai pebalap Inggris Nigel Mansell menjadi juara F1 empat kali.

Kemenangan yang menyusul sukses pekan lalu pada GP Austria ini membuat Hamilton hanya empat poin di belakang rekan satu timnya Nico Rosberg yang finis pada urutan kedua dalam balapan di Silverstone ini.

Pebalap Red Bull Max Verstappen yang menempati urutan kedua di Austria, naik podium setelah finis pada urutan ketiga, sedangkan rekan satu timnya David Ricciardo menempati urutan keempat.

Pebalap Ferrari Kimi Raikkonen finis pada urutan kelima, diikuti duo Force India Sergio Perez dan Nico Huelkenberg, Carlos Sainz dari Toro Rosso, pebalap Ferrari Sebastian Vettel dan Daniil Kvyat dari Tor0o Rosso.

Pendukung tuan rumah berdiri menyambut kemenangan Hamilton. "Luar biasa Lewis," kata staf teknik Mercedes kepada Hamilton.

"Kerja hebat pekan ini kawan-kawan, terima kasih untuk upaya terus menerus kalian," jawab Hamilton seperti dikutip laman Fox Sports.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rio Haryanto terlibat kecelakaan di Azerbaijan

Rio Haryanto terlibat kecelakaan di Azerbaijan

Rio Haryanto terlibat kecelakaan di Azerbaijan
Pebalap Indonesia Rio Haryanto (REUTERS/Brandon Malone)
Semarang (ANTARA News) - Pebalap nasional yang tergabung dalam tim Manor Racing Rio Haryanto terlibat kecelakaan saat tampil pada race kedelapan lomba balap mobil Formula Satu (F1) di sirkuit di Kota Baku, Azerbaijan, Minggu (19/6) waktu setempat.

Akibat insiden tersebut, sayap bagian depan mobil yang dikendarai Rio mengalami kerusakan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya hingga tercecer di belakang saat kembali ke lintasan.

"Bukan hari yang baik untuk saya hari ini. Saya terlibat insiden di tikungan pertama yang merusak sayap depan dan saya harus masuk pit di akhir lap pertama," kata Rio Haryanto seperti disampaikan Media Relations Cep Goldia dalam surat elektroniknya yang diterima di Semarang, Jateng, Senin pagi.

Pada race kedelepan di Azerbaijan ini, pebalap asal Solo, Jateng, yang memulai star pada posisi ke-17 akhirnya hanya finis pada posisi ke-18 dengan catatan waktu 1:50.571 dari 49 laps.

Rekan satu tim Rio Haryanto, pebalap asal Jerman Pascal Wehrlein gagal menyelesaikan lomba (Do Not Finish/DNF) dan hanya menyelesaikan 39 laps dari 49 laps yang direncanakan.

Rio Haryanto mengatakan, tentunya, mengganti sayap depan memerlukan pit stop yang lebih lama, jadi ia tercecer ke belakang saat kembali bergabung ke perlombaan.

"Kami memutuskan untuk memasang ban Soft pada saat itu dan bertahan pada strategi satu stop, tapi 49 lap adalah stint yang panjang untuk ban tersebut dan saya harus mengatasi tingkat degradasi ban yang tinggi; titik pengereman pun berubah setiap lap," katanya.

Tetapi, menurut pebalap berusia 23 tahun tersebut, semua orang mengharapkan beberapa peluang tak terduga hari ini, jadi dirinya harus mencoba untuk menempatkan diri dalam posisi untuk merespon kesempatan-kesempatan itu. Pada akhirnya, kesempatan itu tidak muncul; balapan berjalan lancar tanpa kehadiran safety car.

"Meski demikian, saya akan fokus pada sisi positif; Saya mendapatkan sesi kualifikasi yang sangat baik dan saya mencapai akhir balapan, jadi itu bagus," katanya.

Sementara itu Pascal Wehrlein mengatakan, sejujurnya, hari ini patut disayangkan.

"Kami berharap lebih. Saya pikir kami berada di strategi yang cukup berbeda dari orang lain; salah satu yang benar-benar bisa menjangkau sebagian besar dari setiap peluang, jika saja balapan datang berpihak kepada kami," katanya.

Ia mengatakan, dirinya memulai balapan dengan ban Soft dan merasa senang setelah lap pertama tapi lebih sulit mengemudi dengan ban Soft daripada Supersoft. Kemudian masuk pit dan lagi-lagi sangat senang dengan kecepatan di atas ban Medium.

"Saya merasa dapat menutup jarak dengan duo Sauber di depan saya tapi saya kehabisan rem. Ketika saya mendekati tikungan pertama, saya kehilangan rem dan tidak ada alternatif lain selain berhenti."

"Tidak ada lagi yang bisa dikatakan, kami hanya harus melihat ke depan. Saya sangat menikmati sirkuit ini dan pengalaman pertama saya di Baku," katanya.

Sementara itu Direktur Balap Manor Racing Dave Ryan mengatakan, setelah kinerja kualifikasi yang sangat bagus kemarin dan menyaksikan kedua balapan GP2 yang sangat dipengaruhi oleh interupsi Safety Car, dirinya memilih untuk membagi strategi antara dua mobil untuk menjangkau lebih baik kemungkinan apapun yang bisa terjadi.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
KBRI Ottawa gelar "meet and greet" Rio Haryanto di Montreal

KBRI Ottawa gelar "meet and greet" Rio Haryanto di Montreal

KBRI Ottawa gelar
Sesi Latihan Rio Di GP Australia. Pebalap F1 Tim Manor, Rio Haryanto memasuki kendaraannya saat sesi latihan ketiga di Formula One Grand Prix Australia , di Melbourne, Sabtu (19/3/2016). (ANTARA FOTO/REUTERS/Brandon Malone)
 Target di Montreal adalah memperoleh poin. Semakin terdepan posisi, semakin besar poin yang diperoleh."
London (ANTARA News) - KBRI Ottawa mengadakan acara "Meet and Greet" antara Rio Haryanto, pebalap Formula 1, dan masyarakat serta diaspora Indonesia di Kanada yanng dibuka langsung Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah.

Pensosbud KBRI Otawa, Andy Aron kepada Antara London, Kamis, mengatakan acara "Meet and Greet" dengan Rio dihadiri setidaknya 100 warga negara Indonesia yang tinggal menetap di Montreal dan Ottawa.

Dalam sambutan pembukanya, selain mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang telah ditorehkan Rio Haryanto selama berkompetisi di ajang balap dunia, Dubes Dr. Teuku Faizasyah juga mengungkapkan harapannya agar Rio dapat mencapai prestasi yang maksimal demi kejayaan bangsa. Kami bersyukur Rio mampu membuktikan bahwa Indonesia mampu berkompetisi di ajang kejuaraan dunia balap Formula 1. Rio tidak hanya muncul sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, juga mewakili Asia, dari total 23 pebalap dunia yang memiliki kesempatan berlaga di kompetisi ini.

Untuk ini, kami terus mendukung Rio agar terus bersemangat, dan mengiringi Rio dengan doa dan harapan agar Rio mampu menorehkan prestasi yang maksimal demi Indonesia, demikian Dubes Teuku Faizasyah.

Sementara itu Rio mengaku terharu atas sambutan hangat dan penerimaan yang diberikan KBRI Ottawa dan warga Indonesia terhadap dirinya sejak tiba di Montreal tanggal 4 Juli yang lalu.Rio mengaku semangatnya kian menggelora untuk berkompetisi agar dapat memenuhi harapan seluruh rakyat Indonesia.

"Kehadiran KBRI dan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri memiliki arti khusus bagi saya. Saya kian semangat, dan rasa nasionalisme terus menggelora. Pebalap negara lain belum tentu memperoleh sambutan yang luar biasa seperti yang saya terima saat ini. Saya bangga memiliki kesempatan untuk dapat mengharumkan nama bangsa, dan saya akan terus memberikan yang terbaik demi Indonesia," ujar Rio.

Rio pun menggunakan kesempatan ini untuk menceritakan sejarah perjalanan hidup dan upayanya untuk dapat berkompetisi di ajang F1.Dalam sesi tanya jawab, Rio dengan telaten menjawab pertanyaan warga yang membanjirinya. Mulai dari pertanyaan sirkuit favorit, cara mengatasi adrenalin rush ketika balapan, serta target yang ingin diraih di Sirkuit Gilles Villeneuve. "Target di Montreal adalah memperoleh poin. Semakin terdepan posisi, semakin besar poin yang diperoleh," aku Rio.

Acara diakhiri dengan doa serta buka puasa bersama.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Sentul siap penuhi standar penyelenggaraan Moto GP 2017

Sentul siap penuhi standar penyelenggaraan Moto GP 2017

Sentul siap penuhi standar penyelenggaraan Moto GP 2017
Dokumentasi--Sirkuit Sentul Moto GP. Seorang pengendara sepeda motor memacu tunggangannya di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - PT Sarana Sirkuitindo Utama berkomitmen membenahi Sirkuit Sentul dengan biaya sendiri guna memenuhi standar persyaratan penyelenggaraan Moto GP 2017.

Menurut informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat, dari Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkap sebagai Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto pada 2 Juni 2016, Kemenpora telah menerima surat balasan dari Tinton Soeprapto selaku Direktur PT Sarana Sirkuitindo Utama. 

Isi dari surat tersebut adalah perihal komitmennya untuk bersedia melakukan renovasi dan atau perbaikan dengan menggunakan biaya sendiri sebagai upaya untuk memenuhi standar penyelenggaraan MotoGP tahun 2017, 2018 dan 2019.
Surat pernyataan tertanggal 31 Mei 2016 ini merupakan respons terhadap surat Kemenpora tertanggal 27 Mei 2016 yang pada intinya meminta PT Sarana Sirkuitindo Utama untuk segera menyerahkan surat pernyataan perihal komitmen untuk merenovasi sirkuit tanpa menggunakan APBN.

Dalam surat itu juga Kemenpora meminta PT Sarana Sirkuitindo untuk menyerahkan dokumen kajian tentang dampak positif penyelenggaraan MotoGP bagi Indonesia serta draf kemungkinan adanya nota kesepahaman antara Menpora, Menpar dan Direktur Sarana Sirkuitindo tentang penyelenggaraan MotoGP.

Langkah berikutnya bagi PT Sarana Sirkuitindo adalah melakukan penandatanganan kontrak dengan Dorna Sport tentang penyelenggaraan MotoGP mengingat berdasarkan hasil pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dengan Javier Alonso mewakili Dorna Sports di Jakarta pada tanggal 3 Pebruari 2016 menyebutkan bahwa pihak Indonesia diberi kesempatan untuk melakukan penandatanganan dengan Dorna Sports paling lambat tanggal 30 Juni 2016.

Walau tergolong terlambat dalam prosesnya, namun sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Terbatas tanggal 11 Januari 2016 yang khusus membahas Asian Games 2018 dan MotoGP serta juga hasil Rapat Koordinasi di kantor Menko PMK yang dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani, yakni rencana penyelenggaraan MotoGP 2017 perlu dikaji ulang secara komprehensif.

Selanjutnya, Presiden yang akan menjadi dasar hukum penggunaan APBN untuk membayar commitment fee sebesar 7 juta dolar AS untuk tahun 2017, 8 juta dolar AS untuk tahun 2018 dan 8,4 juta dolar AS untuk tahun 2019. 

Selain itu juga untuk meminta surat pernyataan komitmen merenovasi sendiri tanpa APBN. Tetapi, seandainya ada Keputusan Presiden, itu belum tentu muncul di bulan Juni 2016 karena membutuhkan pembahasan lebih intensif. 
Dengan demikian surat perjanjian harus segera ditandatangani jika ingin mengejar MotoGP musim 2017, dalam waktu sempit.

Seandainya tidak, kemungkinan penyelenggaraan MotoGP 2017 akan gagal diselenggarakan di Indonesia dan mungkin menunggu hingga kemungkinan tahun 2018.

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top