-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Banjir di Kemang, seluruh kendaraan tak bisa melintas

Banjir di Kemang, seluruh kendaraan tak bisa melintas

Banjir di Kemang, seluruh kendaraan tak bisa melintas
Banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (Twitter/TMCPoldaMetro)
Jakarta (ANTARA News) - Wilayah Kemang, Jakarta Selatan, terendam banjir menyusul hujan yang mengguyur wilayah Jakarta pada Sabtu sore hingga malam.

Menurut informasi dari akun Twitter Traffic Management Center Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) jalan Kemang Raya tidak bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan.

"#Banjir di depan Pop Hotel Jl. Kemang Raya, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis ranmor (kendaraan bermotor", demikian cuitan @TMCPoldaMetro pada Sabtu, pukul 22.28 WIB.

Dalam akun tersebut juga menampilkan beberapa foto sejumlah kendaraan terendam banjir setinggi kap mesin mobil. Sejumlah petugas juga mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang berada di lokasi.

TMCPoldaMetro juga mengabarkan pada pukul 22.49 WIB armada unit pengendali banjir DKI Jakarta sudah berada di lokasi banjir
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir genangi rumah warga Waisay Raja Ampat

Banjir genangi rumah warga Waisay Raja Ampat

Banjir genangi rumah warga Waisay Raja Ampat
Ilustrasi banjir dan longsor. (ANTARA News / Insan Faizin Mubarak)
Manokwari (ANTARA News) - Sejumlah rumah warga di Distrik/Kecamatan Waisay Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat tergenangi banjir akibat luapan air dari sungai di daerah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raja Ampat Burhanuddin yang dihubungi dari Manokwari, Senin, mengatakan peristiwa ini menimpa warga yang berada di kompleks Perumahan 100 Waisay.

"Banjir terjadi sekitar pukul 12 malam tadi. Hujan sangat deras dari Minggu sore kemarin sehingga sungai meluap," kata dia.

Dia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meskipun demikian, ia belum mengetahui dampak buruk yang terjadi akibat banjir tersebut.

"Aktivitas warga saat ini sudah kembali normal. Ketinggian air tidak sampai satu lutut, saat ini petugas kami sedang berada di lapangan untuk melakukan pendataan," katanya lagi.

Selain banjir, ujarnya menambahkan, hujan deras yang mengguyur Raja Ampat semalam memicu kejadian longsor di Kompleks Perumahan 300 Waisay. Pendataan akan dilakukan untuk mengetahui jumlah kerusakan akibat bencana tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat, Bram Goramgaman mengatakan, pembangunan raja Ampat harus taat terhadap rencana rata ruang dan wilayah (RTRW). Ia ingin Raja Ampat dibangun dengan mempertimbangkan yang matang atas kondisi alam dan potensi bencana di daerah tersebut.

Dia mengutarakan, hujan di sebagian besar wilayah Indonsesia pada beberapa bulan belakangan ini cukup tinggi, termasuk di wilayah Raja Ampat yang dikenal sebagai daerah pariwisata bahari ini.

"Perlu penataan lingkungan yang baik sebagai langkah antisipasi. Jika tidak, Raja Ampat akan sama dengan daerah lain yang terus-terusan mengalami bencana," kata dia lagi.

Selain itu, ujarnya, pemerintah daerah Raja Ampat harus fokus dalam menjaga lingkungan dengan mempertimbangkan kelangsungan ekologi, ekonomi dan ekosistem. Hal ini penting untuk mengurangi kerentanan alam.

Pada sisi lain, hal ini merupakan langkah tetap untuk mendukung program pengembangan pariwisata di daerah ini.

"Sektor yang paling menjanjikan di daerah itu adalah pariwisata dan perikanan. Pertanian dan perkebunan tidak cocok karena struktur lahan di Raja Ampat rata-rata bukit bebatuan," katanya menambahkan.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir meluapnya Sungai Bengawan Solo mulai surut

Banjir meluapnya Sungai Bengawan Solo mulai surut

 | 1.727 Views
Banjir meluapnya Sungai Bengawan Solo mulai surut
Relawan mengevakuasi warga saat banjir menggenangi permukiman di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (19/6,2016). Banjir melanda sejumlah wilayah di Sukoharjo, Solo dan Karanganyar, serta merendam ratusan rumah akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo karena hujan lebat dari Sabtu (18/6/2016) sore hingga Minggu (19/6/2016) dini hari. (ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc/16.)

Solo (ANTARA News) - Banjir melanda sebagian wilayah Surakarta akibat hujan deras yang menyebabkan meluapnya Sungai Bengawan Solo, Jateng, Minggu sore mulai surut.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik genangan air dari luapan sungai bengawan di kawasan Pucangsawit Jebres dan Serengan Solo, menyebutkan, meski turunnya air banjir cukup lama, tetapi sedikit demi sedikit sudah surut.

Bahkan, sejumlah akses jalan yang sebelumnya tidak bisa dilalui kendaraan karena genangan air setinggi satu lutut hingga paha orang dewasa, kini sudah bisa lancar. Bencana banjir di Solo belum ada laporan adanya korban jiwa.

Menurut Kasi Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Sukirno, genangan air dari meluapnya sungai, sejak Sabtu (18/6) malam hingga Minggu dini hari ada sebanyak 12 titik di kawasan Kota Solo.

Namun, kata Sukirno, pihak memperkirakan genangan air akan surut cepat jika kondisi tidak turun hujan lagi. Banjir kini Minggu siang mulai surut meski perlu waktu lama.

Menurut Sukirno sebanyak 12 titik tersebut di empat kecamatan yakni Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, dan Jebres, dimana dari titik lokasi ini ketinggian dari setinggi betis hingga mencapai lutut orang dewasa.

Namun, kata dia, dalam kejadian tersebut tidak ada laporan adanya korban jiwa. Sebanyak 1.228 kepala keluarga sempat mengungsi di tempat yang aman seperti kantor kelurahan, tanggul, dan masjid serta gereja setempat.

"Kami telah mengirim bantuan dari mie instan, beras, sayur hingga ke tempat pengungsi," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prawono sempat melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Menurut Gubernur Ganjar Prawono, ada delapan kabupaten/kota meliputi Banjarnegara, Purworejo, Kebumen, Kendal, termasuk Kota Solo, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo yang mengalami bencana banjir dan longsor.

Namun, kata Ganjar Pranowo pihaknya belum menetapkan darurat status bencana yang melanda sebagian wilayah Jawa Tengah itu. Pihaknya masih melakukan evaluasi hingga Senin (20/6).

Menurut Gubernur bencana banjir dan tanah longsor terjadi karena hujan deras yang mengguyur hingga berjam-jam.

Gubernur meminta seluruh warga di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor untuk mewaspadai hujan dengan intensitas tinggi.

Gubernur meminta penanggulangan bencana diprioritaskan pada penyelamatan baik korban banjir maupun tanah longsor, termasuk logistik dan obat-obatan.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir landa kawasan Dayeuhkolot Bandung

Banjir landa kawasan Dayeuhkolot Bandung

Banjir landa kawasan Dayeuhkolot Bandung
Ilustrasi (ANTARA News / Insan Faizin Mubarak)
Bandung (ANTARA News) - Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (7/6) hingga Rabu dini hari tadi, membuat Jalur Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda banjir akibat luapan air dari Sungai Citarum.

"Saya terpaksa balik lagi ke rumah, izin ke tempat kerja karena dua jam lebih motor saya tidak bergerak di dekat Komplek Wartawan Baleendah akibat banjir di Dauyeuhkolot," kata salah seorang warga, Ratna Anggraeni, kepada Antara, Rabu.

Warga Kampung Cipicung, Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ini menuturkan seharusnya dirinya harus sampai di tempat kerja jam 8 pagi di kawasan Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, namun karena banjir terpaksa harus izin tidak masuk kerja.

Ia menuturkan jika dilanda hujan deras cukup lama hingga berjam-jam biasanya kawasan tersebut selalu menjadi langganan banjir.

"Kesal juga sih, pokoknya kalau hujan dari sore sampai dini hari pasti banjir di sana (Dayeuhkolot)," kata dia.

Ia menduga akibat banjir di Kawasan Dayeuhkolot, akses jalan menuju Banjaran, Buahbatu dan Moch Toha Bandung terputus. "Biasanya kalau sudah banjir gini, pasti keputus akses ke Kota Bandung yang lewat Moch Toha atau Buahbatu," katanya.
Sementara itu, warga lainnya yaknu Nuryani membenarkan bahwa banjir telah menggenangi Kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

"Kondisi sekarang matot alias macet total sampai arah Baleendah dan Munjul, begitupun sebaliknya," kata Nuryani.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir capai puncaknya di Tasmania, ancam kota bersejarah Australia

Banjir capai puncaknya di Tasmania, ancam kota bersejarah Australia

Banjir capai puncaknya di Tasmania, ancam kota bersejarah Australia
Ilustrasi (REUTERS/Toby Melville)

Sydney (ANTARA News) - Banjir di Tasmania - negara bagian paling selatan Australia - diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu dan mengancam salah satu kota tertua di negara itu, menurut Biro Meteorologi Australia.

Pantai timur Australia babak belur pekan ini oleh hujan lebat, gelombang raksasa dan angin berkekuatan topan.

Saat cuaca buruk bergerak ke selatan, hujan lebat mengguyur Tasmania dalam beberapa hari terakhir. Sebagian dari Tasmania mencatat curah hujan setara satu bulan dalam beberapa hari terakhir.

Cuaca buruk baru-baru ini di seluruh pantai timur Australia dan Tasmania mungkin akan membawa gelombang klaim asuransi.

Banjir menewaskan satu orang, kata petugas darurat, dan menyebabkan kerusakan luas di seluruh negara bagian.

Sementara hujan mereda, petugas darurat mengatakan ancaman kepada Tasmania terus terjadi saat banjir bergerak ke hilir.

Banjir di sekitar Launceston - salah satu kota tertua di Australia - diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu, kata Biro Meteorologi Australia.

Seiring ancaman terjadinya banjir, hampir 3.000 warga di pinggiran Launceston, dataran rendah Invermay telah dievakuasi, demikian laporan Reuters.

(Uu.G003)

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top