-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Bencana landa Kulon Progo DIY di 45 titik

Bencana landa Kulon Progo DIY di 45 titik

Bencana landa Kulon Progo DIY di 45 titik
ilustrasi Yogyakarta Siaga Darurat Bencana Sejumlah warga melakukan aktivitas jual beli ketika banjir menggenangi pemukiman di Desa Gotakan, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) ()


Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kulon Progo di Kulon Progo, Minggu, merinci titik-titik bencana tersebut.
Bencana banjir melanda 24 titik di antaranya:

1. Tanggul Sungai Seling, Kecamatan Temon, jebol yang menyebabkan air masuk ke pemukiman penduduk.

2. Luapan sungao Haisero menyebabkan pemukiman sepanjang jalan Panjatan-Lendah tergenangi air, khususnya Krembangan I.

3. Luapan sungai di Wates menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air.

4. Luapan Sungai Kalipapah menyebabkan perumahan di Margosari tergenang air.

5. Luapan air Sungai Nagung masuk ke pemukiman (70 cm), di wilayah Tanggul sungai Seling jebol, air masuk ke pemukiman penduduk Gotakan II Panjatan.

6. Luapan air Sungai Haisero menyebabkan Polsek dan Koramol Panjatan terendam banjir.

7. Luapan air Sungai Serang masuk ke pemukiman dan perkantoran (50 cm) menerjanh Desa Bendungan Wates.

8. Jalan Nagung-Srandakan, luapan Sungai Haisero menggenangi jalan raya lalu lintas tertutup genangan banjir setinggi 75 cm sepanjang 500 meter.

9. Jalan Kertodiningrat UNY, luapan selokan masuk ke permukiman

10. Tawangsari Pengasih, luapam selokan masuk ke permukiman dan menggenangi permukiman penduduk setinggi 100 cm.

11. Luapan air selokan menggenangi kantor Kantor Dinas Pendidikan, evakuasi peralatan kantor pembersihan material banjir telah dilaksanakan.

12. Luapan selokan menggenangi ruas jalan Tambak-Karangsari Menutup akses jalan

13. Luapan selokan menggenangi ruas jalan Gadingan Wates, masuk pemukiman penduduk

14. Bonosoro Gulurejo Lendah, banjir menggenangi pemukiman, tanggul sungai longsor sepanjang 15 meter.

15. Puskesmas Samigaluh II, banjir menggenang kantor Puskesmas Samigaluh II, pembersihan mandiri Operasional Puskesmas Samigaluh II tidak bisa dilaksanakan.

16. Jembatan darurat Sarigono, Samigaluh. Jembatan darurat rusak diterjang banjir menutup akses lalu lintas jalan.

Selanjutnya, 18 titik tanah longsor yang menerjang Kulon Progo di antaranya:

1. Separang Pagerharjo Samigaluh, tanah longsor menutup jalan kabupaten ruas Separang-Pagerharjo

2. Tanah longsor do pedukuhan Sinogort, Desa Pagerharjo, Samigaluh menimpa rumah suradal lebar 12 meter dan tinggi 7 meter. Pembersihan material longsoran mengungsi di tempat tetangga takut longsor susulan.

3. Dusun Separan, Sinogo, Ngemplak dan Ponowetan, Desa Pagerharjo, titik longsoran kecil menyebar di sekitar kampung

4. Watubelah dan Gondangan, Sidomulyo Pengasih, hujan deras menyebabkan tanah longsor menutup akses jalan kampung Asesmen.

5. Penggung RT, Purwosari, hujan deras menyebabkan tanah longsor mengenai rumah Suraminem.

6. Madigondo, Samigaluh, tanah longsor mengenai jalan kabuparten.

7. Menggermalang, Pagerharjo, tanah longsor menimpa rumah Suwarjo.

8. Sarangan, Kebonharjo, tanah longsor menimpa jalan Balai Desa Pagerharjo, dan-SD Bendo perlu dilakukan pembersihan longsoran.

9. Ngaglik, Purwosari, tanah longsor mengenai rumah Andi Nurcahyo.



Kemudian, bencana pohon tumbang mengenai tiga titik yakni:

1. Karangnongko, Wates, pohon waru tumbang memutus akses jalan raya Karangnongko-Giripeni menimpa mobil pemotongan pohon dan evakuasi pohon untuk membuka akses jalan

2. Kalibiru dan Clapar, Kokap, pohon tumbang menutup akses jalan dan dikondisikan oleh TRC BPBD

3. Dlingseng, Desa Banjaroya.

"Kondisi banjir sudah surut dan ruas jalan yang ditertimbun tanah longsor juga sudah dapat dilewati. Penanganan bencana yang cepat ini, tidak terlepas dari gotong royong masyarat, tim relawan, Tagana, TRC, kepolisian dan TNI," kata Kepala BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Gubernur Ganjar minta sistem peringatan dini bencana terhubung secara "online"

Gubernur Ganjar minta sistem peringatan dini bencana terhubung secara "online"

Gubernur Ganjar minta sistem peringatan dini bencana terhubung secara
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

"Saya membayangkan dari semua informasi, kita buka semacam ruang kendali, umpama BPBD atau saya baca dari smartphone ini ada pergerakan, trennya seperti ini terus kemudian ada catatannya," katanya di Semarang, Jumat.

Menurut dia, jika ada sistem dalam jaringan yang dapat memberikan informasi mengenai daerah-daerah rawan bencana maka penanggulangannya dapat dilakukan tanpa harus menunggu bencana terjadi.

"Dengan seperti itu maka pemerintah dapat melakukan evakuasi warga dan meminimalkan kerugian dan korban jiwa akibat dari bencana," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan bahwa saat ini sistem peringatan dini bencana yang telah dipasang di sejumlah titik rawan masih terintegrasi dengan layanan pesan singkat (SMS) yang terhubung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten rawan bencana.

"Selain itu, deteksi dini adanya bencana juga dilakukan dengan memberikan peta-peta daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi serta melakukan sosialisasi pada saat awal musim hujan," katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Permana mengatakan sistem peringatan dini bencana yang dipasang selama ini dengan sistem GSM, masih efektif dalam mendeteksi dini pergerakan tanah.

Menurut dia, alat tersebut dapat secara akurat melaporkan pergerakan tanah kepada perangkat desa dan petugas BPBD setempat melalui layanan pesan singkat (SMS).

"Begitu ada pergerakan tanah, akan ada SMS masuk secara otomatis mengenai berapa centimeter dan itu riil," ujarnya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top