-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
BENCANA ASAP - BMKG memprediksi 10 daerah di Sumsel berpeluang hujan

BENCANA ASAP - BMKG memprediksi 10 daerah di Sumsel berpeluang hujan

BENCANA ASAP - BMKG memprediksi 10 daerah di Sumsel berpeluang hujan
Kebakaran Hutan Di Lahat Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat diambil dari Helikopter MI8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lahat, Sumatera Selatan, Jumat (18/9). Puluhan hektar hutan di kawasan tersebut habis terbakar karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) ()
 
Palembang (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa 10 daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu berpeluang hujan ringan.

"Hari ini kondisi cuaca di Palembang, Baturaja, Lahat, Musirawas, Musirawas Utara, Sekayu, Pangkalanbalai, Muaradua, Tebingtinggi, dan Pagaralam diprakirakan hujan ringan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama di Palembang, Senin.

Sedangkan tujuh kota lainnya yakni Kayu Agung, Muaraenim, Pali, Martapura, Indralaya, Lubuklinggau, dan Prabumulih diprakirakan berawan.

Dia menjelaskan, kota yang diprakirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 23-33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 52-97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini seluruhnya menuju tenggara.

Sementara kota yang diprakirakan berawan itu memiliki suhu udara berkisar 23-35 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 46-95 persen, kecepatan angin berkisar 25-30 km/jam dengan arah angin daerah ini sebagian besar menuju tenggara, katanya.

Menurit dia, hujan yang mulai mengguyur wilayah Sumsel pada November 2015 ini diprakirakan akan cukup sering dan diharapkan dapat segera mengatasi masalah kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat sejak akhir Agustus lalu.

Meskipun mulai ada tanda-tanda banyak turun hujan, masyarakat diimbau agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan karena suhu udara masih cukup tinggi, kata Indra.

Menghadapi kondisi cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan dan satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus berupaya melakukan berbagai tindakan antisipasi karena peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi.

Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan dalam kondisi cuaca mulai ada hujan beberapa hari terakhir ini sangat membantu tugas pihaknya mengatasi bencana kabut asap.

Untuk menjaga kondisi semakin baik, pihaknya tetap melakukan operasi darat dan udara di daerah yang terdeteksi titik panas, serta mengupayakan hujan buatan (teknologi modifikasi cuaca/TMC), dan menggelar shalat minta hujan agar intensitas hujan semakin tinggi dan normal sesuai dengan musimnya hingga provinsi ini benar-benar terbebas dari asap, ujar Yulizar.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
BMKG : Satu daerah di Sumsel berpeluang hujan

BMKG : Satu daerah di Sumsel berpeluang hujan


BMKG : Satu daerah di Sumsel berpeluang hujan
ilustrasi--Pembagian Oksigen Kemasan Gratis. Seorang relawan menjelaskan cara memakai oksigen kemasan kepada seorang anak kecil saat pembagian oksigen kemasan oleh Komunitas Sedekah Oksigen di Palembang, Sumsel. Senin (12/10). Sebanyak 120 tabung oksigen kemasan dibagikan secara gratis oleh Komunitas Sedekah Asap. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Hari ini kondisi cuaca di Musirawas diperkirakan hujan ringan sedangkan 16 daerah lainnya berawan,"
Palembang (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan satu daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu berpeluang hujan ringan.

"Hari ini kondisi cuaca di Musirawas diperkirakan hujan ringan sedangkan 16 daerah lainnya berawan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama di Palembang, Sabtu.

Dia menjelaskan, kota yang diperkirakan hujan ringan itu memiliki suhu udara berkisar 23-33 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 41-96 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini menuju tenggara.

Sedangkan 16 kota lainnya yakni Palembang, Baturaja, Kayua Agung, Muaraenim, Pali, Lahat, Pangkalanbalai, Sekayu, Martapura, Muaradua, Indralaya, Tebingtinggi, Musirawas Utara, Pagaralam, Lubuklinggau, dan Prabumulih diprakirakan berawan.

Kota yang diprakirakan berawan itu memiliki suhu udara berkisar 22-35 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 37-97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini sebagian besar menuju tenggara, katanya.

Menurut dia, kondisi cuaca di wilayah Sumsel pada Oktober ini masih belum banyak hujan, padahal sekarang mulai memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Hujan yang mulai mengguyur wilayah provinsi ini diprakirakan akan cukup sering pada pekan pertama November 2015, kata Indra.

Menghadapi kondisi cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan dan satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan berupaya secara maksimal memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang kini asapnya masih cukup tebal menyelimuti Kota palembang dan sejumlah daerah lainnya dengan melakukan operasi darat dan udara secara terpadu.

Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan menghadapi kondisi cuaca panas sekarang ini pihaknya berupaya meningkatkan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi darat dan udara di daerah yang terdeteksi banyak titik panas, serta mengupayakan hujan buatan (teknologi modifikasi cuaca/TMC), dan menggelar shalat minta hujan.

Jumlah titik panas atau "hotspot" di provinsi ini berfluktuasi dan cenderung meningkat sehingga perlu dilakukan upaya meminimalkan titik panas serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang sejak akhir Agustus 2015 hingga kini mengakibatkan bencana kabut asap.

Dalam kondisi cuaca panas dan hujan mulai banyak turun pada bulan depan, pemadaman kebakaran hutan dan lahan dan pencegahan meluasnya atau terjadinya kebakaran pada area baru terus dilakukan oleh tim gabungan dari dalam dan luar negeri sehingga kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas seperti sekolah dan penerbangan serta banyak masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dapat diminimalkan dan segera hilang, ujar Yulizar.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top