-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
China berterima kasih kepada negara pendukung sikapnya

China berterima kasih kepada negara pendukung sikapnya

China berterima kasih kepada negara pendukung sikapnya
Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut Tiongkok Selatan. (inquirer.net)

Beijing (ANTARA News) - China menyampaikan terima kasih pada Selasa kepada sejumlah negara, yang disebutnya memberikan dukungan kepada sikapnya dalam perkara tuntutan Filipina terkait klaim China di Laut China Selatan, dengan mengatakan bahwa mereka berbicara untuk menegakkan keadilan.

China meningkatkan pernyataannya sebelum keluarkan putusan oleh Pengadilan Tetap Arbitrasi di Denhaag terkait perkara itu.

China menolak mengakui perkara itu dan mengatakan bahwa seluruh perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui pertemuan dwipihak.

Pemerintah China mengatakan lebih dari 40 negara memberikan bantuan untuk sikapnya, yang terbaru adalah dukungan dari sejumlah negara Afrika, Sierra Leone dan Kenya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lu Kang mengatakan bahwa sejumlah negara lain tanpa menyebutkan namanya, telah mencoba untuk memperburuk nama China atas Laut China Selatan, mengeluarkan kebingungan dan mencoba untuk mengendalikan opini publik.

"Melawan latar belakang ini, sejumlah negara bersahabat yang peduli dengan China ingin mengerti apa yang sebenarnya terjadi," kata Lu dalam pengarahan pers harian.

"Begitu kami berhasil menunjukkan apa yang benar dan yang salah dan mendapatkan cerita sepenuhnya, sejumlah negara bersedia untuk berbicara atas dasar keadilan," katanya.

"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih untuk hal ini. Itu menunjukkan bahwa penyebab itu mendapatkan dukungan yang besar dan orang-orang memiliki rasa keadilan yang alami," kata Lu.

Sementara sebagian kecil negara ingin memperburuk nama China dalam isu ini, mereka tidak dapat disebut mewakili komunitas internasional, tambahnya.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya itu, yang dilewati oleh kapal-kapal perdagangan senilai lima triliun Dolar Amerika tiap tahunnya. Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia dan Taiwan juga mengklaim wilayah serupa.

Filipina menentang klaim China terhadap sebuah wilayah yang membentang ke jantung maritim Asia Tenggara, yang mencakup ratusan pulau dan karang yang disengketakan.

Meskipun ada bantahan China, yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk mengancam di Laut China Selatan, mereka meningkatkan keberadaan militernya dan melakukan program reklamasi lahan yang ambisius, termasuk pembangunan lapangan udara untuk kepentingan militer.

Langkah yang ditempuh oleh China itu telah menuai kritikan dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat bukan merupakan pihak yang mengklaim Laut China Selatan namun mengatakan mereka memiliki kepentingan dalam memastikan kebebasan bernavigasi dan penerbangan di wilayah itu.

Amerika Serikat dan Uni Eropa meminta China menghormati keputusan dari Denhaag. Pengadilan itu tidak memiliki kekuatan menegakkan hukum dan keputusannya diabaikan sebelumnya, demikian Reuters.

(Uu.Ian/KR-MBR)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Palestina berterima kasih atas pelaksanaan KTT LB OKI

Presiden Palestina berterima kasih atas pelaksanaan KTT LB OKI

Pewarta: 
Presiden Palestina berterima kasih atas pelaksanaan KTT LB OKI
Presiden Joko Widodo (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) di sela rangkaian KTT Luar Biasa ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, Minggu (6/3). (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Widodo S. Jusuf/pras/16.)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas respons positif dan atas penyelenggaraan konferensi ini. Saya juga berterima kasih kepada Sekjen OKI atas upayanya dalam kerangka pelaksanaan KTT Luar Biasa OKI tersebut," kata Presiden Abbas di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah penutupan KTT oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC).

Menurut Abbas, tugas dan tujuan dari konferensi tersebut adalah upaya bersama untuk meningkatkan dan menyuarakan perlindungan bagi rakyat Palestina dan Al-Quds Al-Sharif (Kota Suci Yerusalem).


"Al-Quds merupakan jantung dari Palestina dan tidak ada artinya Palestina tanpa Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Palestina," katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pemimpin negara OKI yang telah hadir dalam KTT Luar Biasa OKI yang telah diselenggarakan di Indonesia.
"Kami juga mengucapkan terima kasih pada seluruh umat Islam yang telah tegas memberi dukungan bagi Palestina, dan juga atas inisiatif Prancis untuk membuat konferensi internasional," tutur Abbas.

Selain itu, Presiden Palestina juga menghargai upaya Pemerintah Indonesia yang mendorong Palestina untuk maju pada Dewan Keamanan PBB agar terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah Palestina dan Yerusalem.
"Kami mengundang Presiden (Jokowi) untuk mengunjungi Palestina dan Al-Quds. Kami mengajak negara di seluruh dunia untuk melawan pendudukan Israel agar Palestina tahu bahwa kemanusiaan tidak akan meninggalkan mereka sendirian," ujar Abbas. 

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
KTT OKI - Jokowi berterima kasih kepada Libya

KTT OKI - Jokowi berterima kasih kepada Libya

Pewarta: 
KTT OKI - Jokowi berterima kasih kepada Libya
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Libya TN Faiz Al Seraj (kiri) saat KTT Luar Biasa ke-5 OKI di JCC, Jakarta, Senin (7/3). Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerjasama dan hubungan kedua negara. (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/M Agung Rajasa/pras/par/16)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo berterima kasih kepada pemerintah Libya karena telah memfasilitasi dan melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 2014.

Ucapan itu disampaikan Presiden Jokowi ketika dikunjungi Perdana Menteri Faiz Al-Serraj di Ruang Kakatua Jakarta Convention Center Jakarta, Senin, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) ke-5 Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 7 Maret 2016.

"Saya harap pemerintah Libya dapat terus membantu melindungi WNI di Libya, termasuk yang terindikasi diselundupkan secara paksa ke Libya," kata Presiden Jokowi.

Presiden RI mengucapkan terima kasih atas fasilitasi pemerintah Libya dalam repatriasi WNI dari Libya yang telah mencapai 200 orang WNI sejak 2014.

Pada bidang ekonomi, Presiden Jokowi mendorong peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, termasuk partisipasi pengusaha Indonesia pada eksplorasi dan investasi sektor energi dan migas di sana.

Kedua negara juga perlu mendorong partisipasi aktif sektor swasta guna meningkatkan perdagangan bilateral. 

"Jasa konstruksi BUMN Indonesia juga siap untuk membantu pembangunan infrastruktur dan perumahan di Libya," ujar Presiden.

Kedua negara juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan di mana pada sektor ini, Perdana Menteri Faiz Al Serraj menginginkan Indonesia membantu meningkatan sektor kesehatan negerinya.

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
La Nyalla berterima kasih Presiden aktifkan PSSI

La Nyalla berterima kasih Presiden aktifkan PSSI

La Nyalla berterima kasih Presiden aktifkan PSSI
Ilustrasi PSSI (FOTO ANTARA News)
 Saya atas nama keluarga besar masyarakat bola Indonesia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan Bapak Presiden Jokowi atas pencabutan SK pembekuan PSSI,"

Surabaya (ANTARA News) - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mattalitti mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo karena akan mengaktifkan kembali PSSI.

"Saya atas nama keluarga besar masyarakat bola Indonesia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan Bapak Presiden Jokowi atas pencabutan SK pembekuan PSSI," ujarnya sebagaimana ditulis dalam pesan WhatsApp yang diterima Antara di Surabaya, Rabu malam.

Pesan singkat tersebut dituliskan di sela kesibukannya mengikuti Kongres FIFA di Zurich, Swiss, yang akan digelar 26 Februari 2016.

Ia juga mengaku bersyukur sekaligus memohon dukungan dan bimbingan Presiden Joko Widodo agar sepak bola Indonesia dapat maju sesuai harapan seluruh elemen bangsa ini.

"Alhamdulillahirabbilalamin. SK Pembekuan 01307 telah dicabut oleh Presiden dan mohon dukungannya," kata ketua umum PSSI hasil Munaslub Surabaya tersebut.
Sebelumnya di Jakarta, Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar menyebut ada kabar baik terkait PSSI yang akan diaktifkan kembali, setelah dirinya melakukan audiensi dengan Presiden Jokowi.

Agum Gumelar diterima Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Rabu sore, bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.


"Saya harus lapor ke Zurich secepatnya. Artinya, kabar baik, PSSI akan diaktifkan kembali," katanya setelah diterima Presiden.

Langkah selanjutnya, kata dia, yakni reformasi berjalan terus untuk melakukan langkah pengawasan dan perbaikan.

Ia mengatakan, akan bersama-sama dengan Kemenpora untuk mengawasi dan melaksanakan reformasi serta mengawasi jalannya organisasi PSSI yang akan diaktifkan kembali. 

COPYRIGHT © ANTARA 2016
 Tokoh Papua berterima kasih kepada Presiden Jokowi

Tokoh Papua berterima kasih kepada Presiden Jokowi

| 3.038 Views
Tokoh Papua berterima kasih kepada Presiden Jokowi
Paskalis Kossay (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Kami mengucapkan terima kasih atas keberanian Presiden untuk menata Papua melalui keterbukaan bagi jurnalis asing,"
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Kaukus Parlemen Papua Paskalis Kossay mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan keterbukaan bagi jurnalis asing untuk meliput di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas keberanian Presiden untuk menata Papua melalui keterbukaan bagi jurnalis asing," kata Paskalis Kossay dalam Seminar Nasional Keterbukaan Papua Bagi Jurnalis Asing yang diadakan LKBN Antara di Jakarta, Selasa.

Kossay mengatakan supaya keterbukaan Papua bisa berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan, maka perlu dilakukan penataan sehingga jurnalis yang bertugas bisa bertanggung jawab bukan sekadar mencari kekurangan-kekurangan di Papua untuk diberitakan.

"Jurnalis yang meliput di Papua juga harus bisa berpartisipasi membangun provinsi itu melalui berita-beritanya. Harus ada langkah dan gerakan yang sama membangun Papua," tuturnya.

Kossay meyakini dengan keterbukaan terhadap jurnalis akan tercipta suasana baru di Papua dari sebelumnya identik dengan konflik dan ketakutan berubah menjadi lebih baik. Isu kekerasan dan pelanggaran yang sebelumnya banyak terjadi akan dapat diminimalkan.

"Dengan keterbukaan ini, pejabat dan aparat di Papua juga akan lebih hati-hati. Ini peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Papua," tuturnya.

Kossay yang juga mantan anggota DPR RI asal Papua tersebut mengatakan, selama ini pembangunan yang dilaksanakan di Papua kurang memerhatikan dampak negatif. Akibatnya, banyak pembangunan yang kemudian merusak kepentingan masyarakat.

Sementara peliputan oleh pers dalam negeri dinilainya belum optimal. Karena itu, pembukaan peliputan bagi pers asing dikatakannya akan memacu peningkatan kualitas pembangunan.

Seminar Nasional Keterbukaan Papua Bagi Jurnalis Asing diselenggarakan di Auditorium Adhyana, Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan 17, Jakarta Pusat.

Hadir sebagai pembicara utama Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Selain Paskalis Kossay, pembicara lainnya adalah anggota Dewan Pers I Made Ray Kusuma Wijaya dan pakar hukum internasional Universitas Indonesia Jakarta Prof Hikmahanto Juwana.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top