-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pangeran Abdul Malik, Putra Sultan Brunei yang Aktif dalam Kegiatan Sosial

Pangeran Abdul Malik, Putra Sultan Brunei yang Aktif dalam Kegiatan Sosial

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pangeran Abdul Malik, Putra Sultan Brunei yang Aktif dalam Kegiatan Sosial  
Pangeran Abdul Malik - tengah (The Brunei Times) 
 
Bandar Seri Begawan - Pangeran Abdul Malik, anak Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah yang menikah dalam royal wedding tahun ini merupakan anak keenam atau anak bungsu dari istri pertama, Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Pangeran Abdul Malik dikenal sebagai pria yang ramah dan sopan.

Pangeran Abdul Malik lahir pada 30 Juni 1983 dan kini berusia 31 tahun. Seperti dikutip detikcom dari situs royalwedding.information.gov.bn, Rabu (8/4/2015), Abdul Malik merupakan anak laki-laki kedua dari total lima anak laki-laki Sultan Brunei. Adalah kakak laki-lakinya, Pangeran Muda Al-Muhtadee Billah yang menjadi putra mahkota kerajaan Brunei dan telah menikah pada tahun 2004.

Sultan Brunei sendiri memiliki total 12 anak dari tiga istri, yang terdiri atas 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Sedangkan dari tiga istrinya, hanya istri pertama yakni Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha yang masih terikat dalam tali pernikahan dengan Sultan Brunei hingga kini. Sedangkan dua istrinya yang lain, yakni Hajah Mariam dan Azrinaz Mazhar Hakim telah diceraikan.

Kembali ke Pangeran Abdul Malik, sebagai anak Sultan Brunei, sejak kecil dia mengenyam pendidikan privat di Istana Nurul Iman dan juga di Sekolah Persekutuan Guru-Guru Melayu Brunei (PGGMB). Pangeran Malik meraih gelar Bachelor of Arts pada jurusan Educational Studies in English Medium with Second Upper Class Honours. Dia meraih gelar sarjana dari Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Sama seperti saudara dan keluarga kerajaan lainnya, Pangeran Abdul Malik mendapat pelajaran soal tradisi, adat istiadat dan juga etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Semasa kecil, Pangeran Abdul disebut pernah berlajar menulis kaligrafi, membawa Muqaddam dan mendapat pendidikan agama yang baik.

Disebutkan juga dalam profilnya bahwa Pangeran Abdul Malik sangat aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial dalam berbagai organisasi di Brunei. Saat menginjak usia 30 tahun, Pangeran Abdul Malik ditunjuk menjadi Ketua Yayasan Jemaah Tadbir Sultan Haji Hassanal Bolkiah, untuk periode 1 Maret 2013 hingg 28 Februari 2017.

Tidak hanya itu, Pangeran Abdul Malik juga disebut memiliki minat besar dalam urusan pemerintahan dan pernah bekerja di berbagai departemen pemerintahan Brunei.

(nvc/nrl)
Ini Hasil Kunjungan Jokowi di Malaysia, Brunei dan Filipina

Ini Hasil Kunjungan Jokowi di Malaysia, Brunei dan Filipina

Ray Jordan - detikNews

Ini Hasil Kunjungan Jokowi di Malaysia, Brunei dan Filipina
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan di Malaysia, Brunei dan Filipina. Ada beberapa kesepakatan yang dibuat Presiden Jokowi dengan pemerintah dari 3 negara anggota ASEAN itu.

Seperti di Malaysia, selain masalah TKI dan pendidikan anak Indonesia, Presiden Jokowi juga berbicara soal nelayan Bajo atau yang dikenal sebagai manusia kapal. "Mengenai nelayan Bajo, kita sepakat membuat trilateral, Indonesia-Malaysia-Filipina. Semua sepakat untuk penanganan nelayan Bajo di masa yang akan datang," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2015) dini hari. Kemudian dengan Brunei, Presiden Jokowi berharap semakin banyak investasi Brunei di Indonesia.

"Dengan Brunei Darussalam, tidak banyak hal yang bisa kita sepakati, karena memang kita tidak banyak masalah dengan Brunei Darussalam. Hubungannya stabil dan baik sehingga maslaah buruh migran, perdagangan, investasi, kita hanya ingin mengundang lebih banyak lagi untuk investasi Brunei di Indonesia," ujar Jokowi.

Sementara dengan pemerintah Filipina, Jokowi berbicara mengenai proses batas lintas kontinen. Jokowi mengatakan, Indonesia didorong untuk mempercepat proses batas tersebut.

"Kemudian juga kita telah tandatangani tadi masalah yang berkaitan dengan narkoba. Tadi BNN juga telah tandatangan. Kemudian juga Lemhanas juga tandatangan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, training dan pertahanan," ucap Jokowi.

(vid/rna)
RI-Brunei Jalin Kerjasama Rute Penerbangan

RI-Brunei Jalin Kerjasama Rute Penerbangan

RI-Brunei Jalin Kerjasama Rute Penerbangan
Presiden Jokowi di Brunei Darussalam, 
 
JIBI/Akhirul Anwar
Bisnis.com, BANDAR SERI BEGAWAN– Pemerintah Brunei Darussalam dan Indonesia menjajaki kerjasama pembukaan jalur penerbangan dari Bandar Seri Begawan menuju sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta Surabaya dan Bali.
Sultan Haji Hassanal Bolkiah mengatakan jalur penerbangan ke sejumlah kota di Indonesia akan mempermudah perjalanan warga kedua negara terutama tenaga kerja Indonesia di Brunei.
“Ini tidak hanya memberi sumbang sektor ekonomi dan pariwisata, tapi mempermudah perjalanan Indonesia yang merupakan penyumbang tenaga kerja terbanyak Brunei,” katanya dalam konferensi pers disela  jamuan makan malam di Istana Nurul Iman, Sabtu (7/2/2015) malam.
Sultan Bolkiah gembira menerima lawatan Presiden Jokowi karena senantiasa membangun kerjasama demi kepentingan kesejahteraan rakyat kedua negara.
“Kedua negara telah diikati persahabatan, berdasarkan ikatan ulama, sejarah, budaya dan bangsa. Ikatan ini tidak putus walau masa dan keadaan berubah,” ujar Sultan yang sudah 57 tahun memimpin Brunei tersebut.
Untuk kerjasama di bidang pendidikan sudah berlangsung baik. Brunei mengharapkan untuk terus menambah pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di Brunei.

 Editor : Linda Teti Silitonga
Indonesia-Brunei: Kadin Indonesia Tingkatkan Kerjasama Dengan Kamar Dagang Brunei

Indonesia-Brunei: Kadin Indonesia Tingkatkan Kerjasama Dengan Kamar Dagang Brunei

 Indonesia-Brunei: Kadin Indonesia Tingkatkan Kerjasama Dengan Kamar Dagang Brunei
Bisnis.com, BANDAR SERI BEGAWAN - Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Brunei Darussalam menyepakati kerjasama bidang perdagangan dan investasi saling menguntungkan kedua belah pihak.
Nota kesepahaman ditandatangani kedua belah pihak bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo di Brunei pada Sabtu (7/2/2015).
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi berharap perdagangan bilateral kedua negara semakin meningkat.
"Sepakat hubungan perdagangan dan investasi, Kadin dua negara berharap perdagangan bilateral semakin meningkat," katanya di Istana Edinburg Bandar Seri Begawan, Sabtu (7/2/2015).
Presiden Joko Widodo secara langsung juga mengajak investor Brunei bekerjasama dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, power plant, jalur kereta api, deep sea port dan lainnya.
Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan neraca perdagangan dengan brunei mengalami defisit US$600 juta per tahun karena impor minyak. "Kami ingin neraca perdagangan seimbang," katanya.
Adapun soal investasi, Kadin berharap investor Brunei mau bekerjasama dalam proyek infrastukrur yang telah menjadi program prioritas pemerintah.
Bambang menilai investor Brunei punya kemampuan tetapi banyak berinvestasi di luar Indonesia. Hal ini terjadi karena tidak percaya diri dengan Indonesia.
Melalui kerjasama tersebut diharapkan kepercayaan investor Brunei kepada Indonesia meningkat. Presiden Joko Widodo berpromosi bahwa saat ini perizinan investasi dipermudah serta pemerintah melakukan pemangkasan subsidi BBM untuk kegiatan produktif.
Jokowi bahas kerja sama pariwisata dengan Brunei

Jokowi bahas kerja sama pariwisata dengan Brunei

Jokowi bahas kerja sama pariwisata dengan Brunei
Joko Widodo (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
... fokus bidang pariwisata karena kami ingin bertukar pengetahuan budaya dengan Jakarta... "
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), bertemu dengan Duta Besar Brunei Darussalam untuk Indonesia, Dato Paduka Mahmud Haji Saidin, membahas kerjasama pariwisata.

"Kami sama-sama sudah sepakat untuk melakukan kerjasama dalam bidang pariwisata. Hanya saja, kami belum membahas langkah kongkritnya, mungkin dalam pertemuan berikutnya baru bisa dibahas," kata Jokowi usai bertemu Saidin, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

Terkait kerjasama pariwisata dengan negara kesultanan itu, Jokowi mengaku belum memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan, namun dia akan terus menjalin komunikasi dengan Saidin, sehingga kerjasama terus berlanjut.
"Saya berterima kasih atas kunjungan Dato Mahmud. Kedepannya, saya menginginkan agar lebih banyak lagi negara-negara yang bekerjasama dengan DKI," ujar Jokowi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Saidin mengakui tujuannya menemui Jokowi untuk memperkenalkan diri sebagai duta besar Brunei Darussalam untuk Indonesia, sekaligus mencoba menjalin kerjasama, khususnya dalam pengembangan pariwisata.

"Kami fokus bidang pariwisata karena kami ingin bertukar pengetahuan budaya dengan Jakarta. Sehingga, nantinya banyak warga DKI ke Brunei untuk menikmati kebudayaan Brunei dan sebaliknya, warga Brunei akan ramai-ramai ke Jakarta untuk menikmati kebudayaan Jakarta," kata Saidin. 

(R027)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013
Back To Top