Pengamat imbau loyalis SBY buat buku tandingan kasus Bank Century
Anggota
DPR yang juga inisiator hak angket Bank Century Akbar Faisal membaca
Buku berjudul "Sejumlah Tanya Melawan Lupa" karya Mukhamad Misbakhun
saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (19/8). Buku setebal 190 halaman
tersebut berisi tentang seluk beluk pemberian dana talangan kepada Bank
Century sebesar Rp6,7 triliun termasuk mengungkap tiga surat Sri Mulyani
Indrawati kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ANTARA
FOTO/Prasetyo Utomo)
....Kalau memang apa yang ditulis Pak Misbakhun soal kasus Century tidak benar, mudah saja, tinggal dicounter dengan data yang lebih kuat...."Jakarta (ANTARA News) - Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf menyarankan agar para loyalis Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono membuat buku tandingan terkait kasus Bank Century yang kembali heboh.
Bahkan untuk mengonter atau melawan buku yang ditulis oleh politisi Partai Golkar, M Misbakhun yang telah diluncurkan itu, harus menggunakan data yang lebih kuat, kata Asep Warlan Yusuf, di Jakarta, Jumat.
Ia menilai orang yang mengecam dan menuding penulisan buku itu di luar konteks isi buku, tidak elok dan bahkan membahayakan kegiatan ilmiah ketika menyikapi sebuah buku.
"Bahaya kalau menyikapi sebuah buku dengan cara seperti itu. Kalau memang apa yang ditulis Pak Misbakhun soal kasus Century tidak benar, mudah saja, tinggal dicounter dengan data yang lebih kuat. Kan publik juga sudah pandai sehingga nanti bisa membedakan," kata Asep.
Menurut dia, Misbakhun berani menulis buku tentu juga dengan pertaruhan kredibilitas karena posisinya sebagai anggota DPR.
"Artinya, secara logika tidak mungkin juga seorang anggota DPR gegabah menulis buku jika datanya tidak akurat dan valid. Ini pertaruhannya kredibilitas yang nulis," ujarnya.
Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya para pendukung SBY agar dalam menyikapi sebuah buku dengan cara yang ilmiah juga.
"Jika para pendukung SBY membuat buku tandingan sebagai bantahan atas buku yang ditulis Misbakhun, maka buku itu tak saja akan menjadi data pembanding bagi publik dalam melihat kasus Bank Century, tetapi juga bisa menjadi informasi penting bagi penegak hukum untuk menuntaskan kasus Century," ujarnya.
Buku karya Misbakhun dengan judul Sejumlah Tanya Melawan Lupa: Mengungkap 3 Surat SMI Kepada Presiden SBY mendapat reaksi negatif dari beberapa loyalis SBY, seperti Ruhut Sitompul, Herman dan mantan Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arif.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
